Perubahan Pemimpin DPR: Sari Yuliati Gantikan Adies Kadir
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pergantian jabatan di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali terjadi setelah Sari Yuliati ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR Fraksi Golkar pengganti Adies Kadir. Keputusan ini diambil dalam rapat paripurna ke-12 masa persidangan III tahun 2025–2026, yang berlangsung di ruang rapat paripurna gedung Nusantara II, kompleks parlemen, Jakarta, pada Selasa (27/1/2026).
Penetapan tersebut dilakukan setelah Partai Golkar mengajukan surat resmi perihal pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR Fraksi Golkar sisa masa jabatan 2024–2029. Surat tersebut diterima oleh pimpinan DPR pada Senin (26/1), dan selanjutnya disahkan dalam rapat paripurna.
Proses Pengangkatan Sari Yuliati
Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Saan Mustopa. Ia menyampaikan bahwa pimpinan DPR telah menerima surat dari DPP Partai Golkar Nomor: B/934/DPP/GOLKAR/2026 tanggal 26 Januari 2026. Surat ini menjelaskan rencana pergantian pimpinan DPR RI dari Partai Golkar.
Setelah agenda rapat paripurna selesai, DPR kemudian melanjutkan dengan penetapan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR. Proses ini diawasi langsung oleh Saan Mustopa, yang juga memimpin pengambilan sumpah jabatan.
Sari Yuliati, yang memiliki nomor anggota A 341, diangkat sebagai Wakil Ketua DPR RI setelah mendapat persetujuan dari anggota DPR yang hadir.
Penetapan Adies Kadir sebagai Calon Hakim MK
Selain itu, rapat paripurna DPR juga menyetujui pengangkatan Adies Kadir sebagai calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) pengganti Arief Hidayat. Keputusan ini diambil dalam rapat paripurna ke-12 masa persidangan III tahun sidang 2025–2026.
Saat ini, Adies Kadir telah mundur dari jabatan Wakil Ketua DPR serta anggota DPR. Sekretaris Jenderal Partai Golkar M Sarmuji menyatakan bahwa Adies Kadir sudah mengundurkan diri sebagai kader partai karena dicalonkan sebagai hakim MK.
Latar Belakang dan Implikasi
Keputusan untuk mengganti Adies Kadir dengan Sari Yuliati menunjukkan dinamika internal Partai Golkar dalam mengisi posisi penting di lembaga legislatif. Sari Yuliati, yang sebelumnya aktif dalam fraksi Golkar, kini akan memegang peran strategis dalam membantu kepemimpinan DPR.
Perubahan ini juga menjadi momen penting dalam proses pemilihan pimpinan DPR, yang sering kali menjadi indikator kekuatan politik dan koalisi di tingkat nasional. Dengan adanya pergantian ini, partai-partai politik akan lebih waspada terhadap dinamika kekuasaan di parlemen.
Tanggapan dari Partai Golkar
Partai Golkar mengklaim bahwa penggantian ini dilakukan secara sah dan sesuai dengan aturan partai. Meski Adies Kadir mundur dari jabatan dan kader partai, pihak Golkar tetap memberikan dukungan penuh terhadap langkahnya dalam menjalani tugas baru sebagai calon hakim MK.
Adies Kadir sendiri sebelumnya mengungkapkan rasa sedih atas keputusan tersebut, namun ia tetap bersyukur atas kesempatan yang diberikan oleh lembaga DPR.
Tantangan di Masa Depan
Dengan penunjukan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR, partai Golkar diharapkan dapat memperkuat posisinya dalam memengaruhi kebijakan nasional. Di sisi lain, Sari Yuliati akan menghadapi tantangan besar dalam menjalankan tugasnya sebagai bagian dari pimpinan DPR.
Proses pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dilakukan oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto menunjukkan bahwa semua tahapan hukum dan etika telah dipenuhi. Hal ini juga menjadi bukti bahwa sistem demokrasi di Indonesia terus berkembang, dengan transparansi dan akuntabilitas yang menjadi prioritas utama.

>

Saat ini belum ada komentar