DIAGRAMKOTA.COM – Sampah yang terbawa dari tengah laut hingga menepi di Pantai Kenjeran menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan tak bisa diselesaikan dengan sekadar imbauan. Minggu pagi (25/10/2026), sekitar 200 anak muda turun langsung membersihkan kawasan pesisir dalam gelaran Merah Muda Fest DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Bukan sekadar memperingati Sumpah Pemuda, mereka diajak membuktikan kepedulian melalui aksi nyata.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, hadir bersama generasi muda dalam kegiatan bertema “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Kemanusiaan”, dengan tagline “Merah Berani, Muda Beraksi”. Kader muda partai, pelajar, komunitas, dan masyarakat umum bergotong royong membersihkan sampah di kawasan pantai.
Armuji menyoroti sampah yang bergerak dari tengah laut menuju tepian. Jika dibiarkan menumpuk, sampah tersebut berpotensi mencemari perairan dan mengancam kehidupan biota laut. Karena itu, kerja bakti dinilainya sebagai langkah sederhana yang penting untuk membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan.
“Sampah yang dari tengah bergeser ke pinggir itu banyak sekali. Itu kalau tidak dibersihkan bisa menjadi polusi air. Makanya, dengan kerja bakti bersama di pantai ini, kita menunjukkan anak-anak muda punya kepedulian dalam menjaga lingkungan,” ujar Armuji.
Bagi Armuji, persoalan sampah pesisir bukan hanya urusan mereka yang tinggal di sekitar pantai. Kebersihan laut berkaitan dengan keberlangsungan ekosistem, termasuk ikan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Pencemaran yang tidak terkendali dapat berdampak pada biota laut dan kualitas lingkungan perairan.
Ia pun mengajak anak muda PDIP, kader, maupun simpatisan agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kepedulian harus dibawa pulang ke lingkungan masing-masing, dimulai dari kebiasaan menjaga kebersihan, mengurangi sampah, hingga menggerakkan kerja bakti bersama keluarga dan warga.
“Mari kita menjaga lingkungan, terutama di Surabaya ini. Sampah-sampah yang ada di sekitar kita harus diperhatikan. Keluarga juga kita gerakkan supaya tetap ada kerja bakti dan pembersihan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata DPC PDI Perjuangan Surabaya, Khusnul Khotimah, mengatakan Merah Muda Fest dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi generasi muda. Mereka tidak hanya diajak bertukar gagasan dan memperluas jejaring, tetapi juga mengambil bagian dalam kegiatan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurut Khusnul, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 sekaligus menyongsong satu abad Sumpah Pemuda harus menjadi momentum memperkuat persatuan melalui kepedulian terhadap persoalan bersama. Menjaga alam, katanya, bukan tanggung jawab satu kelompok, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran anak muda bahwa gotong royong bukan sekadar nilai yang diwariskan, tetapi harus terus dihidupkan melalui tindakan nyata. Salah satunya dengan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar kita,” kata Khusnul.
Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang mendorong kader dan masyarakat melakukan langkah konkret untuk menjaga kelestarian alam. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, dan merawat ruang publik menjadi kebiasaan yang perlu dilakukan secara konsisten.
Antusiasme juga datang dari Lisa, peserta dari kalangan Generasi Z. Ia berharap kegiatan bersih-bersih pantai tidak berhenti pada satu agenda, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dipelihara oleh anak muda dan masyarakat.
“Ini baik karena kita bersih-bersih pantai dan menjaga lingkungan. Semoga ke depannya pantai ini terus dijaga, tetap bersih, dan tetap asri,” ungkap Lisa.
Pesan dari Kenjeran ini sederhana, tetapi penting: menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan menggelar aksi sesekali. Sampah harus dikurangi sejak dari sumbernya, kebiasaan membuang sampah sembarangan perlu diubah, dan kepedulian masyarakat mesti dijaga secara berkelanjutan.
Merah Muda Fest pun membawa tantangan lebih jauh bagi generasi muda: jangan sampai semangat “Merah Berani, Muda Beraksi” hanya menyala saat peringatan Sumpah Pemuda. Sebab, ukuran keberhasilan gerakan lingkungan bukan sekadar berapa banyak orang yang turun membersihkan pantai dalam sehari, melainkan seberapa konsisten mereka menjaga pesisir tetap bersih pada hari-hari berikutnya. (dk/red)




















