DIAGRAMKOTA.COM – Kota Surabaya, sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah rencana transformasi Mal Pelayanan Publik (MPP) menjadi “Super MPP”. Inisiatif ini diusulkan oleh Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Rio Pattiselanno, sebagai langkah untuk mempercepat reformasi birokrasi dan meningkatkan efisiensi layanan publik.
Inovasi dalam Pelayanan Publik
Rio mengungkapkan bahwa MPP Surabaya telah menjadi model pelayanan publik yang terbaik di Indonesia. Namun, ia menilai sudah saatnya pemerintah kota melakukan inovasi lebih lanjut dengan menghadirkan konsep pelayanan yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Surabaya merupakan kota terbesar di Indonesia, memiliki APBD yang besar, sekaligus menjadi pelopor lahirnya Mal Pelayanan Publik. Dengan modal itu, saya melihat sudah waktunya MPP Surabaya naik kelas menjadi Super MPP,” ujarnya.
Perubahan Konsep Pelayanan
Awalnya, pelayanan perizinan menggunakan konsep Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA). Meski menjadi terobosan pada masanya, sistem tersebut dinilai belum sepenuhnya terintegrasi. Masyarakat masih harus berpindah dari satu instansi ke instansi lainnya, sehingga prosesnya tidak efektif dan menyita waktu.
“Dulu masyarakat masih harus membawa berkas dari satu dinas ke dinas lain. Proses seperti itu tidak efektif dan menyita waktu,” katanya.
Konsep ‘Satu Pintu’ dan Sistem Pelacakan
Untuk mengatasi hal ini, Rio mendorong perubahan konsep pelayanan dari ‘satu atap’ menjadi ‘satu pintu’. Dengan konsep ini, seluruh proses administrasi dapat berjalan melalui sistem yang saling terhubung tanpa harus berpindah-pindah instansi.
Ia juga mengusulkan penerapan tracking system pada setiap layanan administrasi. Melalui sistem itu, masyarakat dapat memantau secara langsung progres permohonan layanan sebagaimana melacak pengiriman paket pada jasa ekspedisi.
“Kalau masyarakat bisa mengetahui posisi berkasnya secara real time, pelayanan menjadi lebih transparan, akuntabel, sekaligus memberikan kepastian,” tegasnya.
Surabaya Single Window (SSW)
Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi Surabaya Single Window (SSW), yang mengintegrasikan berbagai layanan perizinan pemerintah daerah dalam satu platform digital. SSW menjadi tonggak penting reformasi birokrasi di Kota Surabaya dan bahkan menjadi referensi bagi sejumlah daerah dalam mengembangkan sistem pelayanan publik berbasis elektronik.
Integrasi OSS dengan SSW
Perkembangan pelayanan semakin kuat setelah pemerintah pusat meluncurkan Online Single Submission (OSS) pada 2018. Integrasi OSS dengan SSW dinilai semakin mempermudah pelayanan karena menghubungkan sistem pemerintah pusat dan daerah dalam satu ekosistem digital.
Transformasi MPP menjadi Super MPP merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Surabaya. Dengan konsep pelayanan yang lebih modern dan terintegrasi, masyarakat akan mendapatkan pengalaman yang lebih baik dalam mengajukan permohonan administratif. Inovasi ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.***




















