DPRD Surabaya: : Wisata Kota Lama Harus Jadi Destinasi Edukasi dan Ekonomi

LEGISLATIF781 Dilihat

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya baru saja meresmikan wisata Kota Lama Surabaya sebagai destinasi wisata baru. Wisata Kota Lama yang penuh sejarah ini memiliki potensi besar untuk menarik banyak wisatawan jika dirangkai dengan baik.

“Destinasi wisata dengan nilai sejarah yang kuat, akan lebih baik jika cerita-cerita tersebut dirangkai dengan baik. Di sana sekarang juga sudah ada replika mobil AWS Mallaby,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony, ditemui Diagramkota.com, Jumat (5/7/2024).

Thony menjelaskan bahwa berbagai zona di Kota Lama memiliki cerita sejarah yang unik, seperti Zona Eropa, Melayu, Pecinan, dan Arab. Menurut Thony, Kota Lama bisa menjadi wisata edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi pemuda, untuk menumbuhkan rasa nasionalisme.

Baca Juga :  Semarakkan Wisata Kota Lama Surabaya, A Hermas Thony Impikan Revitalisasi 'Jembatan Angkat' Petekan

“Setiap orang yang datang ke sana bisa memahami nilai perjuangan dari Kota Lama, sehingga dapat memupuk nasionalisme masyarakat, khususnya para pemuda,” ungkap Thony.

Politisi dari Partai Gerindra ini menekankan bahwa keberadaan wisata Kota Lama dapat membangkitkan kesadaran masyarakat di Surabaya tentang kekuatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

AH Thony mendesak Pemkot Surabaya untuk memaksimalkan pengembangan wisata Kota Lama dengan melakukan riset mendalam agar fakta-fakta sejarah bisa dijadikan literasi terstruktur.

Dari sisi ekonomi, AH Thony menyoroti bahwa destinasi wisata Kota Lama memiliki potensi ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha seperti UMKM serta komponen pendukung seperti persewaan baju dan transportasi wisata.

“Tidak masalah kalau ada persewaan baju yang biasa dipakai orang Belanda dulu, tetapi harus tetap pro kepentingan masyarakat,” ungkap Thony.

Baca Juga :  Semarakkan Wisata Kota Lama Surabaya, A Hermas Thony Impikan Revitalisasi 'Jembatan Angkat' Petekan

Ia juga mendukung Pemkot Surabaya untuk lebih berani berinovasi dengan menampilkan drama-drama kolosal di Kota Lama pada momen-momen tertentu untuk menarik lebih banyak wisatawan.

“Dari spirit itu budaya juang bisa nampak. Drama kolosal juga bisa ditampilkan di momen tertentu di kawasan itu,” tandas Thony.

“Drama-drama tentang interaksi sosial juga bisa menjadi bagian dari atraksi wisata,” pungkasnya. (dk/nw)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *