DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya menjadi perhatian setelah kejadian ricuh pada konser gratis Denny Caknan di eks Hi-Tech Mal THR. Acara yang bertujuan sebagai bagian dari Soft Launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SUBEC) berujung pada 21 korban luka, termasuk dua petugas Babinsa dan PMK. Sebanyak 12 orang lainnya masih dirawat di RSUD Dr Soewandhie.
Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengecam pelayanan kesehatan yang dinilai tidak memadai terhadap korban. Ia menyampaikan kekecewaannya atas informasi yang diterimanya bahwa beberapa korban mengeluhkan pengobatan yang kurang memadai.
Pentingnya Layanan Kesehatan Saat Kerumunan
Syaifuddin menekankan bahwa penanganan darurat harus siap sedia, baik dalam hal sarana maupun SDM. Ia menyebutkan bahwa RSUD Dr Soewandhie sering menerima keluhan warga terkait pelayanan kesehatan. Menurutnya, layanan kesehatan adalah hal krusial karena berkaitan langsung dengan nyawa manusia.
Kritik Terhadap Sistem Pelayanan Darurat
Ia menyatakan bahwa saat insiden terjadi, tidak ada dokter jaga. Hal ini menunjukkan ketidaksiapan sistem pelayanan darurat. “Ini ironis karena Surabaya selalu berusaha menjadi kota dengan layanan publik terbaik,” ujarnya.
Langkah Tindak Lanjut
Syaifuddin akan memanggil Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Dr Soewandhie untuk memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa masalah ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. “Suroboyo kota-ne apik, tapi layanan kesehatan dikeluhkan. Ayo kita perbaiki bersama,” tegasnya.
Tantangan dalam Penanganan Darurat
Kericuhan konser ini menjadi peringatan penting tentang persiapan darurat di acara besar. Masyarakat dan pihak berwenang perlu bekerja sama untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan semua peserta.
Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya persiapan dan koordinasi antara penyelenggara acara dan fasilitas kesehatan. Selain itu, perlunya evaluasi terhadap sistem pelayanan darurat di kota-kota besar seperti Surabaya. Dengan langkah-langkah yang tepat, kota-kota ini dapat menjaga reputasi mereka sebagai pusat layanan publik yang andal.***
















