Revitalisasi Pasar Tradisional di Surabaya: Perubahan Besar untuk Masa Depan Perekonomian Lokal
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pasar tradisional menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat, khususnya di kota-kota besar seperti Surabaya. Salah satu pasar yang sedang mengalami perubahan signifikan adalah Pasar Tembok Dukuh. Proses revitalisasi ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan tertib bagi para pedagang maupun pengunjung.
Tujuan Utama Revitalisasi
Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh di Kota Surabaya direncanakan selesai pada pertengahan Mei 2026. Proyek ini dilakukan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan menjaga kebersihan serta kenyamanan pengguna. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pembangunan ini akan menghadirkan wajah baru yang lebih tertib dan bersih, serta bebas dari praktik pemotongan hewan hidup di area pasar.
“Di dalam peraturan pemerintah dan peraturan menteri sudah jelas, barang apa saja yang boleh dijual di pasar. Tidak boleh ada penjualan barang hidup. Kalau itu terjadi, maka menyalahi aturan dan ada konsekuensi pidananya,” ujarnya.
Perbaikan Infrastruktur dan Fasilitas
Salah satu aspek penting dalam revitalisasi ini adalah perbaikan infrastruktur. Atap pasar diganti menggunakan material kaca agar sinar matahari dapat masuk dan meningkatkan sirkulasi udara. Selain itu, fasilitas umum juga diperbaiki untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung.
Eri Cahyadi meninjau langsung proses perbaikan tersebut. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya terbatas pada lapak pedagang, tetapi juga meliputi perbaikan atap dan fasilitas umum lainnya. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk membenahi manajemen pasar secara keseluruhan.
Peningkatan Kapasitas Pedagang
Selain perbaikan fisik, revitalisasi juga berdampak pada peningkatan kapasitas pasar. Jika sebelumnya hanya menampung sekitar 135 pedagang, nantinya Pasar Tembok Dukuh mampu menyediakan hingga 189 stan ketika kembali beroperasi. Hal ini diharapkan dapat menampung pedagang yang selama ini berjualan di luar pasar.
“Harapan kami pedagang yang selama ini berjualan di luar bisa masuk ke dalam. Sekarang sudah lebih tertata, kapasitasnya juga bertambah,” ujar Eri.
Desain Pasar yang Lebih Terbuka dan Sehat
Dari sisi desain, pasar akan didesain lebih terbuka dan sehat. Penggunaan atap kaca tidak hanya meningkatkan pencahayaan alami, tetapi juga membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan. Selain itu, SOP kebersihan baru juga akan diterapkan untuk memastikan lingkungan pasar tetap bersih dan aman.
Penegakan Aturan yang Konsisten
Wali Kota Eri Cahyadi juga menekankan pentingnya penegakan aturan secara konsisten. Ia meminta pengelola pasar untuk menjalankan aturan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk mencegah munculnya persoalan hukum maupun persepsi negatif di masyarakat.
“Kami ingin pengelola pasar menjalankan aturan secara konsisten agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun persepsi negatif di masyarakat,” tambahnya.
Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh di Surabaya merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas perdagangan lokal. Dengan perbaikan infrastruktur, peningkatan kapasitas, dan penerapan aturan yang lebih ketat, pasar ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pasar-pasar lain di kota tersebut. Proyek ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, tetapi juga menciptakan lingkungan bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.***

>

Saat ini belum ada komentar