DPRD Surabaya: Kondisi Transportasi Umum di Kota Pahlawan yang Masih Tertinggal
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, sebagai kota besar di Jawa Timur, menghadapi tantangan dalam pengembangan transportasi umum. Meski jumlah penumpang terus meningkat, kapasitas layanan masih jauh dari cukup. DPRD Kota Surabaya menyoroti masalah ini dan meminta pemerintah kota untuk menjaga konsistensi anggaran agar pengembangan transportasi publik tidak stagnan.
Pertumbuhan Pengguna Layanan Transportasi Umum
Data menunjukkan bahwa tren penggunaan transportasi umum di Surabaya mengalami peningkatan signifikan. Jumlah penumpang Suroboyo Bus, misalnya, melonjak dari 926 ribu orang pada 2021 menjadi lebih dari 1,8 juta orang pada 2023. Meskipun fluktuatif, angka penumpang pada 2025 tetap berada di atas 1,1 juta orang. Layanan feeder Wira Wiri juga mulai mencatatkan pertumbuhan penumpang hingga ratusan ribu orang.
Namun, peningkatan ini tidak diimbangi dengan penguatan layanan. Saat ini, total armada transportasi umum di Surabaya hanya mencapai 144 unit. Armada tersebut terdiri atas 16 unit Suroboyo Bus, 56 unit Wira Wiri swakelola, 46 unit Wira Wiri buy the service, 15 unit Trans Semanggi Suroboyo, dan 11 unit bus listrik.
Keterbatasan Armada dan Anggaran
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati, menyatakan bahwa transportasi publik di Surabaya masih tertinggal jauh dibandingkan kota besar lain seperti Jakarta dan Semarang. Ketimpangan tersebut terlihat jelas dari sisi ketersediaan armada maupun besaran alokasi anggaran.
“Kota Surabaya masih tertinggal. Termasuk dari sisi anggaran yang juga masih jauh (dibandingkan kota lain, red),” ujar Aning. Ia menegaskan bahwa eksistensi armada saat ini jauh dari cukup. Berdasarkan milestone (tahapan rencana), seharusnya sudah ada 11 rute yang beroperasi, tetapi saat ini baru sekitar 4 rute yang berjalan.
Tantangan dalam Pengembangan Transportasi Publik
Peningkatan penggunaan transportasi umum di Surabaya menunjukkan kebutuhan akan pengembangan infrastruktur dan layanan yang lebih baik. Namun, kendala utama adalah keterbatasan anggaran dan armada. DPRD Kota Surabaya meminta Pemkot Surabaya untuk menjaga konsistensi anggaran agar pengembangan transportasi publik tidak jalan di tempat.
Selain itu, perlu adanya strategi yang lebih efektif dalam mengelola armada dan meningkatkan kualitas layanan. Dengan peningkatan jumlah penumpang, keterbatasan armada dapat memicu kemacetan dan ketidaknyamanan bagi masyarakat.
Langkah yang Diperlukan
Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, dan masyarakat. DPRD Surabaya telah menyarankan agar anggaran transportasi tidak lagi dipangkas atau direalisasikan secara terbatas. Selain itu, perlu adanya inovasi dalam pengelolaan armada dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi layanan.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan transportasi umum di Surabaya dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi serta kenyamanan warga.***

>
>
Saat ini belum ada komentar