Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » LEGISLATIF » DPRD Surabaya: Solusi Berbasis Alam untuk Mengatasi Masalah Banjir di Surabaya

DPRD Surabaya: Solusi Berbasis Alam untuk Mengatasi Masalah Banjir di Surabaya

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang terus berkembang dan menjadi pusat ekonomi di Jawa Timur, masih menghadapi tantangan besar dalam menghadapi banjir. Hingga Maret 2026, sebanyak 138 titik genangan masih tercatat belum terselesaikan dengan durasi surut yang dinilai terlalu lama. Hal ini memicu upaya baru dari DPRD Kota Surabaya untuk mencari solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Perubahan Pendekatan Penanganan Banjir

Selama ini, penanganan banjir cenderung fokus pada pembangunan saluran drainase. Namun, menurut Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, pendekatan konvensional tersebut tidak lagi cukup menghadapi intensitas hujan yang semakin tinggi. Ia menjelaskan bahwa debit air saat hujan ekstrem tidak akan tertampung hanya dengan drainase.

“Selama ini penanganan banjir cenderung fokus pada pembangunan saluran. Padahal, debit air saat hujan ekstrem tidak akan tertampung hanya dengan drainase,” ujar Eri.

Untuk itu, DPRD mulai mengadopsi solusi berbasis alam seperti pembangunan sumur resapan, kolam retensi, biopori, serta optimalisasi waduk atau bozem yang sudah ada. Konsep ini mengedepankan prinsip memanen air, bukan langsung mengalirkannya ke saluran.

Manfaat dan Tantangan Penerapan Solusi Berbasis Alam

Penerapan solusi berbasis alam diharapkan mampu mengurangi beban sistem drainase dengan menyerap sebagian air hujan ke tanah atau menampungnya sementara. Selain itu, langkah ini juga dinilai dapat meningkatkan cadangan air tanah di Surabaya yang terus menurun.

Namun, penerapan solusi tersebut tidak bisa dilakukan secara merata. Eri menegaskan bahwa kajian geologis tetap diperlukan karena kondisi tanah di Surabaya tidak sama di setiap wilayah.

“Tidak semua wilayah cocok untuk sumur resapan. Kalau dipaksakan di tanah yang sudah jenuh, hasilnya tidak akan optimal,” jelasnya.

Pentingnya Normalisasi Saluran

Selain mendorong solusi baru, DPRD juga menyoroti persoalan lama yang hingga kini belum tertangani secara optimal, yakni sedimentasi saluran. Di sejumlah kawasan seperti Simo dan Menur Pumpungan, kapasitas saluran bahkan disebut tinggal sekitar 50 persen akibat endapan lumpur yang mengeras.

Menurut Eri, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur baru tidak akan efektif tanpa diimbangi normalisasi saluran yang sudah ada.

“Banyak saluran di perkampungan sudah puluhan tahun tidak dibersihkan. Mau bangun baru sebanyak apa pun, kalau yang lama tidak dinormalisasi, banjir tetap terjadi,” tambahnya.

Penggunaan Dana Kelurahan untuk Pemeliharaan Rutin

Untuk itu, DPRD mengusulkan agar dana kelurahan (dakel) tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga dikunci untuk pemeliharaan rutin. Dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengadaan alat sedot lumpur, pompa portabel, hingga operasional pembersihan saluran di tingkat RW dan RT.

Dari sisi anggaran, alokasi penanganan banjir pada 2026 diperkirakan tetap berada di kisaran Rp1 triliun, sama seperti tahun sebelumnya. Namun, DPRD mendorong agar sekitar 10–20 persen dari anggaran tersebut dialokasikan khusus untuk solusi berbasis alam dan pemeliharaan saluran.

Indikator Keberhasilan Program

Dalam Raperda Pengendalian Banjir yang saat ini masih dibahas, keberhasilan program akan diukur melalui tiga indikator utama, yakni durasi genangan, luas wilayah terdampak, dan tinggi genangan.

“Targetnya realistis. Bukan menghilangkan genangan sepenuhnya, tetapi meminimalkan dampaknya agar aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan,” ungkap Eri.

Selain itu, tinggi sedimen di saluran dan sungai juga akan menjadi indikator evaluasi. Jika melebihi ambang batas, maka pengerukan wajib segera dilakukan oleh dinas terkait maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Kombinasi Solusi untuk Menghadapi Tantangan Masa Depan

Kombinasi antara normalisasi rutin dan penerapan solusi berbasis alam menjadi kunci utama untuk menekan risiko banjir di tengah tantangan perubahan iklim dan kepadatan permukiman di Surabaya. Dengan pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan, harapan besar diarahkan agar Surabaya dapat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem dan menjaga kualitas hidup masyarakat.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AEE UNAIR 2026

    AEE Unair 2026: Kesempatan Unik untuk Calon Mahasiswa

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 131
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menyelenggarakan Airlangga Education Expo (AEE) yang akan berlangsung pada 23 hingga 25 Januari 2026. Event ini menjadi momen penting bagi calon mahasiswa yang ingin memperluas wawasan tentang program studi dan kesempatan masuk ke universitas terkemuka di Indonesia. Tahun ini, AEE menghadirkan inovasi baru dalam bentuk sistem tiket yang dirancang untuk […]

  • Jelang Lebaran 2025, Ini Himbauan Kapolres Probolinggo untuk Pemudik

    Jelang Lebaran 2025, Ini Himbauan Kapolres Probolinggo untuk Pemudik

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 253
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana mengimbau seluruh masyarakat agar memastikan kondisi rumah aman saat ditinggal mudik lebaran tahun 2025. Imbauan ini disampaikan dalam upaya mencegah terjadinya kejadian tidak diinginkan seperti pencurian di rumah kosong, kebakaran, dan insiden lainnya. “Kami mengimbau masyarakat, sebelum melaksanakan mudik lebaran, sebaiknya pastikan kondisi rumah, aman,” kata AKBP Wisnu […]

  • Black Box ,Pesawat ATR 42-500,Pesawat ATR 400

    Penemuan Black Box Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Gunung Bulusaraung

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 100
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tim khusus (timsus) berhasil menemukan komponen penting dari pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di wilayah Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Komponen tersebut adalah black box, yang menjadi fokus utama dalam proses penyelidikan kecelakaan pesawat. Proses Pencarian dan Penemuan Black Box Penemuan black box terjadi setelah tim khusus melakukan pencarian intensif di lokasi […]

  • Kapan Pendaftaran PIP 2026, Bantuan Pendidikan THR Aparatur Negara 2026

    Perubahan Upah Minimum Provinsi 2026: Tren Kenaikan Capai 5-7 Persen dan Masalah yang Muncul

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 188
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah daerah di sebagian besar provinsi telah mengumumkan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) untuk tahun 2026. Mayoritas provinsi melaporkan peningkatan antara 5 hingga 7 persen dibandingkan dengan UMP 2025. Namun, perbedaan dalam besaran kenaikan dan implementasi terhadap pekerja menimbulkan berbagai tantangan dan perdebatan. Provinsi dengan Kenaikan Terbesar dan Terendah Dari total 38 provinsi di […]

  • Kekalahan FCSB Mengubah Perspektif Gigi Becali dalam Sepak Bola

    Kekalahan FCSB Mengubah Perspektif Gigi Becali dalam Sepak Bola

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 47
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kekalahan yang dialami oleh FCSB dalam pertandingan melawan FC BotoČ™ani telah menjadi titik balik bagi Gigi Becali, pemilik klub tersebut. Setelah mengalami kekalahan mengejutkan, ia menyatakan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan untuk mundur dari dunia sepak bola. Peristiwa ini tidak hanya menunjukkan ketidakpuasan terhadap performa tim, tetapi juga mencerminkan perubahan mendasar dalam pandangan Becali terhadap […]

  • Jelang Perayaan Natal Polres Pelabuhan Tanjungperak Pastikan Keamanan Gereja

    Jelang Perayaan Natal Polres Pelabuhan Tanjungperak Pastikan Keamanan Gereja

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 137
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menjelang peringatan Hari Raya Natal 2025, jajaran Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim melakukan pengecekan dan sterilisasi Gereja. Langkah ini untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif dan memberikan rasa aman kepada Umat Kristiani yang beribadah. Hal itu seperti ditegaskan oleh Kapolres Pelabuhan Tanjungperak, AKBP Wahyu Hidayat, saat memimpin pengecekan keamanan […]

expand_less