200 Siswa Surabaya Keracunan Setelah Konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG)
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.ACOM – Beberapa ratus siswa di Kota Surabaya mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang disediakan oleh satu dapur SPPG. Kejadian ini memicu kekhawatiran dan investigasi lebih lanjut terkait kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.
Penyebab Diduga Berkaitan dengan Masakan Daging
Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, drg Tyas Pranadani, menyatakan bahwa sekitar 200 siswa dari 12 sekolah berbeda melaporkan kondisi tidak enak badan setelah mengonsumsi MBG. Mayoritas dari mereka dibawa ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
“Gejala yang muncul antara lain mual dan pusing. Dari informasi guru-guru, biasanya MBG tidak menyertakan daging. Namun, hari ini ada daging dalam menu tersebut,” ujar drg Tyas.
Menurutnya, daging bisa menjadi penyebab utama keracunan. Meski belum ada hasil uji laboratorium, pengambilan sampel makanan sudah dilakukan untuk menentukan penyebab pasti.
SPPG Berkomitmen Membiayai Pengobatan Siswa
Pihak SPPG, yang bertanggung jawab atas penyaluran MBG, telah menarik semua makanan yang telah dikirimkan. Selain itu, mereka juga berjanji untuk membiayai seluruh pengobatan bagi para siswa yang terkena dampak.
“Kami akan melakukan investigasi lebih lanjut bersama Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) dan Dinas Kesehatan,” tambahnya.
Kadinkes Surabaya: Gejala Ringan, Tidak Ada Kasus Kritis
Kadinkes Surabaya, Billy Daniel Messakh, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan. Ia menjelaskan bahwa total siswa yang terdampak mencapai 200 orang, tetapi semua mengalami gejala ringan.
“Tidak ada kasus kritis yang dilaporkan. Kami akan terus memantau perkembangan situasi ini,” jelasnya.
Langkah Pencegahan dan Evaluasi
Insiden ini memicu diskusi tentang standar dan pengawasan terhadap program MBG. Banyak pihak menilai perlu adanya evaluasi lebih ketat terhadap bahan makanan yang disajikan, terutama jika ada perubahan menu yang tidak terdokumentasi.
Selain itu, pentingnya keterlibatan lembaga kesehatan dalam memastikan keamanan makanan sebelum disajikan kepada siswa.
Tips untuk Orang Tua dan Sekolah
Untuk mencegah risiko serupa, orang tua dan pihak sekolah disarankan:
– Memperhatikan menu MBG yang diberikan.
– Melaporkan apabila ada perubahan tiba-tiba dalam menu.
– Mengamati gejala kesehatan anak secara berkala. ***

>
>

Saat ini belum ada komentar