Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Lebar Sungai 8 atau 16 Meter? Normalisasi Kalianak Kembali Buntu

Lebar Sungai 8 atau 16 Meter? Normalisasi Kalianak Kembali Buntu

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Rencana normalisasi Sungai Kalianak di wilayah Morokrembangan kembali memanas. Senin (23/2/2026), Pemerintah Kota Surabaya melalui Satpol PP dan DSDABM berencana melakukan pengukuran serta penandaan di RT 9 RW 6.

Ratusan personel gabungan diterjunkan. Terlihat di lokasi Kepala Satpol PP Surabaya Achmad Zaini, Kapolsek Krembangan, Komandan Koramil, hingga anggota Komisi D DPRD Surabaya dr. Zuhrotul Mar’ah. Aparat dari Polsek Krembangan, Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, dan Babinsa juga turut mendampingi.

Namun langkah tersebut mendapat penolakan keras dari warga. Meski disebut hanya sebatas penandaan, warga mengaku khawatir tanda itu menjadi awal penggusuran.

Suasana sempat memanas. Adu mulut terjadi ketika diketahui ada rumah yang sudah ditandai tanpa persetujuan. Sejumlah ibu-ibu menangis memohon agar tanda dihapus. Warga bahkan sempat mengejar Kepala Satpol PP karena tak terima rumah mereka dicoret.

Dialog akhirnya digelar di Posko Aliansi Warga Terdampak Normalisasi Sungai Surabaya. Namun pertemuan itu tak menghasilkan kesepakatan. Satpol PP dan jajaran meninggalkan lokasi tanpa memberikan pernyataan resmi.

Koordinator Aliansi Warga, Sumariyono, menegaskan warga tidak menolak program normalisasi. “Kalau pun langkah-langkah tetap 16 meter, apa yang dilakukan? Ya kita tetap minta 8 meter, ini kan program untuk masyarakat. Pemerintah itu membuat program sebaik apapun itu untuk mensejahterakan masyarakat, mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar tak ada kegiatan sebelum data benar-benar jelas. “Jangan ada sebuah langkah atau kegiatan sebelum semua clear and clean itu ada resume-nya,” tegasnya.

Sumariyono juga menyinggung hasil hearing sebelumnya. “Di DPRD Kota tanggal 30 September 2025 hasilnya akan ada rapat lanjutan. Belum ada kesepakatan apapun. Kalau di DPRD Provinsi, sesuai resime harus difinalisasi dulu datanya,” katanya.

Warga bersikukuh lebar sungai cukup 8 meter, bukan 16 apalagi 18 meter. “Kalau 8 meter, warga akan menerima,” ujarnya.

Terkait kompensasi, ia menegaskan tidak ada pembicaraan ganti rugi. “Tidak ada sama sekali,” katanya.

Ia juga mengungkap sudah ada dua rumah yang ditandai. “ ini. Orangnya keberatan. Bahkan ada kos-kosan yang pemiliknya tidak ada, tahu-tahu sudah ditandai.”

Kuasa hukum warga, Gufron, menilai warga sama sekali tidak menolak normalisasi. “Masyarakat seribu persen tidak menolak program ini. Tapi yang menjadi masalah terkait lebarnya,” katanya.

Menurutnya, kebijakan harus berpijak pada kebutuhan masyarakat. “Yang namanya kebijakan ada kata bijak di situ. Karena berimplikasi terhadap masyarakat, maka harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Kebutuhannya 8 meter, ya sudah harusnya disesuaikan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan hasil hearing Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur pada 19 Januari 2026 yang merekomendasikan agar data difinalisasi dan kegiatan dihentikan sampai clear and clean. “Kalau hasil hearingnya pun tidak diindahkan, apalagi omongan kita-kita ini,” sindirnya.

Soal penandaan, Gufron menyebut ada dugaan maladministrasi. “Pertama tidak ada surat tugas. Kedua, penandaan tanpa izin pemilik rumah. Kalau kita mencoret rumah orang tanpa izin, itu bisa dikatakan vandalisme,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, menyebut memang ada perbedaan dasar hukum. “Tahap dua itu skemanya 16,1 meter, tapi warga berpegang pada surat dari Badan Aset Daerah Provinsi Jawa Timur yang menyatakan lebar sungai delapan meter. Pemerintah kota punya dasar lain, sehingga belum ada titik temu,” jelasnya.

Ia mendorong agar dilakukan hearing ulang. “Saya mendorong untuk di-hearing-kan lagi sampai ada titik temu, sehingga pembangunan bisa berjalan dan warga terdampak juga bisa menerima. Harus ada komunikasi lagi antara pemerintah kota dan warga,” pungkasnya.

Hingga sore hari, tak ada kesepakatan tercapai. Warga mengaku akan tetap berjaga. (dk/nw)

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Qarabag FK , Eropa

    Strategi dan Formasi Qarabag FK dalam Kompetisi Eropa

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 102
    • 0Komentar

    DIDAGRAMKOTA.COM – Qarabag FK, klub asal Azerbaijan, telah menunjukkan performa yang menonjol baik di tingkat domestik maupun internasional. Dalam kompetisi Liga Champions musim ini, mereka menggunakan formasi 4-2-3-1 yang konsisten. Pelatih Gurban Gurbanov tidak sering mengubah susunan pemain inti, hanya membuat empat perubahan selama enam pertandingan. Kiper utama adalah Mateusz Kochalski, yang berada di belakang lini […]

  • AHBI Bakal Gelar Pendidikan, Solusi Mendapakan Keadilan Perpajakan 

    AHBI Bakal Gelar Pendidikan, Solusi Mendapakan Keadilan Perpajakan 

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 190
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah dinamika dunia perpajakan yang terus berkembang, penting bagi pengacara dan konsultan untuk memahami hak dan kewajibannya, serta langkah-langkah yang dapat ditempuh ketika terjadi sengketa kliennya dengan fiskus. Menyadari pentingnya hal ini, Akademi Hukum dan Bisnis Indonesia (AHBI) DPW Jawa Timur & Bali, bekerjasama dengan Perkumpulan Pengacara Pajak Indonesia (Perjakin), menyelenggarakan Pendidikan […]

  • Seleksi Anggota Direksi, PDAM Surya Sembada, Kota Surabaya

    Selama Libur Lebaran, PDAM Surya Sembada Siaga Pelayanan 24 Jam

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 279
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Perumda Air Minum (PAM) Surya Sembada Kota Surabaya memastikan pelayanan distribusi air tetap optimal selama libur panjang Lebaran 1446 Hijriyah. Mereka menyiagakan personel secara bergantian selama 24 jam untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

  • DPRD NTB Mendorong Penataan Struktur Pemerintahan yang Lebih Efisien

    DPRD NTB Mendorong Penataan Struktur Pemerintahan yang Lebih Efisien

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 93
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Komisi I DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) menyoroti pentingnya percepatan pengisian jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam struktur SOTK baru yang telah diimplementasikan sejak Januari 2026. Hal ini dilakukan guna memastikan birokrasi berjalan dengan efektif dan tidak terganggu oleh kekosongan jabatan. Kondisi Terkini OPD yang Masih Diisi Pelaksana Tugas Saat ini, masih terdapat enam […]

  • Pengumuman Kelulusan PPPK Paruh Waktu 2025 di Gorontalo 8 September 2025

    Pengumuman Kelulusan PPPK Paruh Waktu 2025 di Gorontalo 8 September 2025

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Pengumuman Kelulusan PPPK Paruh Waktu Tahun 2025 di Provinsi Gorontalo DIAGRAMKOTA.COM – Pengumuman kelulusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu tahun 2025 telah resmi diumumkan pada hari Senin, 8 September 2025. Sejumlah daerah di Provinsi Gorontalo sudah mulai mengumumkan hasil kelulusannya, salah satunya adalah Kabupaten Bangka Selatan. Pengumuman ini dilakukan secara serentak setelah tanggal […]

  • Fokus OPD Bermasalah, MAKI Jatim Siap Gelar Demo Akbar Lanjutan

    Fokus OPD Bermasalah, MAKI Jatim Siap Gelar Demo Akbar Lanjutan

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 88
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur memastikan kesiapan menggelar demo akbar lanjutan sebagai bentuk komitmen mengawal transparansi dan akuntabilitas pemerintahan daerah. Aksi ini difokuskan untuk menyoroti sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai memiliki catatan permasalahan dalam tata kelola anggaran.(13/12/25) Keputusan tersebut diambil melalui rapat internal […]

expand_less