Gempa Bumi Magnitudo 2,9 Guncang Wilayah Subang
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Gempa bumi tektonik dengan kekuatan 2,9 magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 16.54 WIB. Peristiwa ini tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memastikan lokasi episenter berada di darat, tepatnya pada koordinat 6.69 LS dan 107.74 BT. Titik gempa berada sejauh 13 kilometer arah Barat Daya dari Kabupaten Subang dengan kedalaman 5 kilometer.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut termasuk dalam kategori gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar aktif. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah Subang memiliki potensi risiko gempa akibat adanya pergeseran lempeng tektonik di bawah permukaan bumi. Meski gempa tidak tergolong besar, masyarakat tetap diminta untuk waspada dan memperhatikan informasi resmi dari BMKG.
Dampak Gempa di Wilayah Subang
Dari laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di dua wilayah utama yaitu Kasomalang dan Ciater. Skala intensitas getaran mencapai II MMI, yang berarti hanya sedikit orang yang merasakan gempa dan benda-benda ringan seperti gantungan atau benda yang digantung dapat bergoyang. Namun, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa ini.
Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu, menyampaikan bahwa hingga pukul 17.20 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan. Ia juga menekankan pentingnya memperoleh informasi resmi hanya dari sumber BMKG melalui kanal informasi yang telah diverifikasi.
Potensi Risiko Gempa di Wilayah Jawa Barat
Wilayah Jawa Barat, khususnya Subang, memiliki sejarah aktivitas geologis yang cukup tinggi. Berdasarkan data BMKG, beberapa wilayah di Jawa Barat memiliki potensi risiko gempa akibat adanya sesar aktif. Sesar merupakan zona patahan di bawah permukaan bumi yang bisa menjadi sumber gempa jika terjadi pergerakan tiba-tiba.
Beberapa tahun terakhir, wilayah Jawa Barat sering diliputi kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya gempa besar. Bahkan, beberapa wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah sempat mengalami gempa dengan kekuatan lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat perlu terus meningkatkan kesadaran akan bahaya gempa dan mempersiapkan diri dengan langkah-langkah mitigasi.
Tips Menghadapi Gempa Bumi
Meskipun gempa yang terjadi di Subang tidak terlalu besar, masyarakat tetap disarankan untuk selalu siaga. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Menjaga kestabilan tubuh dan menjauhi benda berat yang bisa jatuh.
- Memastikan struktur bangunan tahan gempa.
- Menyimpan alat-alat darurat seperti senter, air minum, dan makanan siap saji.
- Memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait.
Selain itu, penting bagi masyarakat untuk memahami tanda-tanda awal gempa dan cara bertindak saat terjadi gempa. Pelatihan rutin dan simulasi gempa bisa menjadi bagian dari upaya pencegahan dan pengurangan risiko.
Langkah Mitigasi dan Edukasi Masyarakat
BMKG secara berkala memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara menghadapi gempa bumi. Pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan organisasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan risiko gempa. Edukasi ini mencakup cara mengidentifikasi zona rawan gempa, persiapan darurat, serta tindakan yang harus diambil saat gempa terjadi.
Selain itu, BMKG juga melakukan pemantauan terus-menerus terhadap aktivitas sesar aktif di berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan ini digunakan sebagai dasar untuk memberikan peringatan dini dan meminimalkan dampak gempa bumi.
Gempa bumi magnitudo 2,9 yang terjadi di Subang menjadi pengingat bahwa wilayah Jawa Barat memiliki potensi risiko gempa akibat aktivitas sesar aktif. Meski dampaknya tidak terlalu parah, masyarakat tetap perlu waspada dan mempersiapkan diri. Edukasi dan mitigasi menjadi kunci untuk mengurangi risiko dan meningkatkan keselamatan masyarakat.***

>

Saat ini belum ada komentar