Strategi Pemkot Surabaya untuk Mendorong Kewirausahaan Gen Z
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Ming, 11 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya memperkuat ekonomi kreatif di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z. Dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,4 persen, kota ini menunjukkan potensi yang kuat. Salah satu langkah utama adalah fokus pada pengembangan kewirausahaan dan inovasi dari para pemuda.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp5 juta per RW dialokasikan untuk kegiatan Gen Z. Tujuannya adalah memberikan pelatihan wirausaha baru serta pendampingan kepada UMKM. “Fokus kami adalah membentuk pelatihan-pelatihan wirausaha baru agar Gen Z memiliki keterampilan menciptakan kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Irvan menekankan bahwa Gen Z tidak harus terpaku pada pekerjaan formal atau menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Justru, mereka diharapkan memiliki peluang ekonomi yang bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kota. “Kita arahnya adalah bagaimana mencetak banyak pelaku-pelaku ekonomi kreatif,” tambahnya.
Target Kota Surabaya sebagai Kota Kreatif
Salah satu target Pemkot Surabaya adalah menjadi kota kreatif dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) pada tahun 2026. Selain itu, kota ini juga berupaya untuk menjadi City of Gastronomy. Kota Gastronomi merupakan bagian dari jaringan kota kreatif UNESCO yang dikenal dengan keunggulan dalam gastronomi, seperti sajian makanan dan minuman yang berkembang pesat dan menjadi ciri khas identitas, sejarah, dan budaya kota tersebut.
Irvan menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah banyak proposal yang masuk ke tingkat kecamatan terkait pengembangan Gen Z. Pemerintah akan mendampingi setiap RW dalam mengembangkan ekonomi kreatif sesuai passion dan keinginan masing-masing. “Setiap kampung atau RW tentu memiliki passion yang berbeda, dan kita akan dampingi itu,” katanya.
Pendampingan dan Pemasaran Produk
Pendampingan yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya mencakup promosi dan pemasaran produk. “Kita bantu pemasarannya melalui aplikasi e-Peken, yang memiliki 4.500 UMKM,” jelas Irvan. Aplikasi ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam memperluas pasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Selain itu, Irvan menegaskan bahwa ekosistem kewirausahaan di Surabaya sudah terbentuk. “Semua sudah jalan, tinggal bagaimana pemberdayaan SDM-nya. Bagaimana Gen Z bisa bersaing konsisten dan kreatif,” lanjutnya.
Pelatihan dan Inovasi untuk Generasi Muda
Pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan Gen Z dalam berwirausaha. Hal ini penting karena kreativitas dan inovasi menjadi kunci dalam menghadapi persaingan ekonomi yang semakin ketat. “Itu butuh kreativitas, seperti tidak hanya membuat kue tapi terus berkembang dan berinovasi,” imbuh Irvan.
Dengan adanya program ini, Pemkot Surabaya berharap dapat menciptakan lebih banyak pelaku ekonomi kreatif yang mampu berkontribusi positif bagi perekonomian kota. Ini juga menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.***





Saat ini belum ada komentar