Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » NASIONAL » Proses Hukum yang Harus Dilalui WNI yang Bergabung dengan Militer Asing

Proses Hukum yang Harus Dilalui WNI yang Bergabung dengan Militer Asing

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Indonesia sedang melakukan investigasi terhadap sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan bergabung dengan militer asing. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, seseorang dapat kehilangan status kewarganegaraannya jika memasuki dinas militer negara lain tanpa izin Presiden. Namun, proses ini tidak berlangsung secara otomatis dan harus dijalani melalui tahapan administratif yang jelas.

Menko Yusril Ihza Mahendra menjelaskan bahwa pemerintah akan bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Kementerian Luar Negeri. Tujuannya adalah untuk memverifikasi apakah ada WNI yang benar-benar masuk dalam dinas militer asing seperti di Rusia dan Amerika Serikat.

Tahapan Formal yang Harus Diikuti

Berdasarkan Pasal 23 UU No 12/2006, WNI kehilangan statusnya jika menjadi anggota militer negara lain tanpa izin Presiden. Namun, ketentuan ini hanya berlaku setelah adanya keputusan formal dari Menteri Hukum dan HAM. Proses penindakan hukum ini diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 2/2007 dan PP No 21/2022.

Menurut Yusril, kehilangan kewarganegaraan hanya bisa dilakukan setelah ada permohonan dari yang bersangkutan atau laporan dari pihak lain. Selanjutnya, Menteri Hukum dan HAM akan meneliti kebenaran laporan tersebut. Jika terbukti, keputusan pencabutan status kewarganegaraan akan dikeluarkan dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Status Hukum Sebelum Keputusan Final

Selama belum ada keputusan menteri dan pengumuman dalam Berita Negara, seseorang yang diduga bergabung dengan militer asing tetap dianggap sebagai WNI secara hukum. Yusril menekankan bahwa pemerintah harus bersikap proaktif dalam menelusuri dan memverifikasi status kewarganegaraan sesuai prosedur hukum yang berlaku, bukan sekadar asumsi atau kesimpulan publik.

Fenomena WNI Bergabung dengan Militer Asing

Fenomena ini mulai mencuat pada Juli 2025. Salah satu kasus yang muncul adalah Satria Arta Kumbara, eks prajurit Marinir TNI Angkatan Laut, yang bergabung dengan tentara bayaran Rusia di medan perang Eropa Timur. Satria sempat dipanggil oleh kesatuannya tiga kali, namun tidak memenuhi panggilan tersebut. Akhirnya, ia dinyatakan desersi dan dipecat dari TNI AL pada 2023.

Menyusul Satria, pada awal tahun 2026, publik kembali heboh dengan kasus Brigadir Dua Muhammad Rio, yang juga bergabung dengan tentara bayaran Rusia, Wagner Group. Rio, yang sebelumnya merupakan anggota Brimob Polda Aceh, meninggalkan Tanah Air dengan catatan buruk di kesatuannya. Ia pernah dijatuhi sanksi demosi akibat kasus asusila dan akhirnya diberhentikan dengan tidak hormat karena desersi.

Data Tentara Bayaran di Rusia

Data Kementerian Pertahanan Rusia pada Maret 2024 menunjukkan bahwa sebanyak 10 WNI tercatat sebagai tentara bayaran. Selain di Rusia, pada pertengahan Januari 2026, warga Banten bernama Kezia Syifa diketahui bergabung dengan tentara AS. Perempuan ini tinggal di Negara Bagian Maryland dengan status green card.

Pandangan Ahli Terkait Penyebab dan Solusi

Peneliti CSIS, Nicky Fahrizal, menyarankan agar TNI dan institusi paramiliter seperti Brimob lebih memperhatikan kondisi anggotanya. Ia menekankan pentingnya evaluasi psikologis calon anggota selama proses rekrutmen. Menurutnya, tawaran di dunia kemiliteran sangat luas, sehingga perlu antisipasi dari pihak internal untuk menghindari risiko serupa.

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Agresif dan Adaptasi Cepat Raymond/Joaquin dalam Perjalanan ke Final Indonesia Masters 2026

    Strategi Agresif dan Adaptasi Cepat Raymond/Joaquin dalam Perjalanan ke Final Indonesia Masters 2026

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 45
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin menunjukkan performa luar biasa dalam pertandingan semifinal Indonesia Masters 2026. Mereka berhasil mengalahkan pasangan Sabar Gutama/Reza Pahlevi dengan skor 21-19 dan 21-14. Kemenangan ini menjadi langkah penting menuju final yang akan digelar pada Minggu (25/1/2026) sore. Kunci Sukses: Pola Menyerang yang Terencana Joaquin menjelaskan bahwa strategi yang dijalankan […]

  • Jadwal KM Kelud Bulan Februari 2026 dari Batam ke Belawan dan Tanjung Priok

    Jadwal KM Kelud Bulan Februari 2026 dari Batam ke Belawan dan Tanjung Priok

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 96
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kapal penumpang KM Kelud, yang dikelola oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Persero Cabang Batam, telah merilis jadwal operasionalnya untuk bulan Februari 2026. Jadwal ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan transportasi laut masyarakat di wilayah Kepulauan Riau serta pelabuhan utama lainnya di Indonesia. KM Kelud akan beroperasi secara rutin dengan rute yang mencakup Batam, Tanjung Balai […]

  • AKP Adik Agus Putrawan Ambil Alih Kasat Narkoba Tanjung Perak, Bandar Siap-siap!

    AKP Adik Agus Putrawan Ambil Alih Kasat Narkoba Tanjung Perak, Bandar Siap-siap!

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 56
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Angin segar berembus di tubuh Polres Pelabuhan Tanjung Perak. AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H. resmi dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Promosi tersebut menandai kenaikan jenjang karier setingkat lebih tinggi dalam pengabdian AKP Adik Agus Putrawan di institusi Kepolisian Republik Indonesia. Ia […]

  • Said Abdullah kembali terpilih sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur

    Said Abdullah kembali terpilih sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 87
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Said Abdullah kembali terpilih sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur masa bakti 2025–2030. Penetapan tersebut diputuskan dalam Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP Jawa Timur di Hotel Shangri-La Surabaya, Sabtu (19/12). Dalam kepengurusan baru ini, posisi Sekretaris DPD dipercayakan kepada Deni Wicaksono, menggantikan Sri Untari Bisowarno. Sementara jabatan Bendahara tetap dipegang […]

  • Achmad Hidayat Tegaskan Fokus PDIP Surabaya pada Konsolidasi dan HUT ke-52

    Achmad Hidayat Tegaskan Fokus PDIP Surabaya pada Konsolidasi dan HUT ke-52

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 230
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polemik terkait undangan tasyakuran kemenangan pasangan Eri Cahyadi dan Armuji dalam Pilwali Surabaya 2024 tidak menggoyahkan fokus PDIP Surabaya. Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya, Achmad Hidayat, menegaskan bahwa partai saat ini lebih memprioritaskan persiapan agenda besar partai, termasuk Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP ke-52 pada Januari 2025. Achmad menegaskan bahwa seluruh struktur partai, […]

  • Puebla , Jornada 6

    Kesiapan dan Kekuatan Pertahanan Puebla Menghadapi Jornada 6

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 41
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kesiapan tim Puebla dalam menghadapi pertandingan di Jornada 6 terus menjadi fokus utama para pemain dan pelatih. Dalam sesi wawancara dengan media, bek muda Eduardo Navarro menegaskan bahwa persiapan tim telah dilakukan secara intensif selama seminggu terakhir. Ia menyatakan bahwa fokus utama adalah pada performa internal tim, bukan pada hasil yang diraih oleh lawan […]

expand_less