Kolaborasi Pemkot Surabaya dan Perguruan Tinggi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak untuk menciptakan strategi yang efektif dalam menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satu inisiatif utama adalah kolaborasi dengan perguruan tinggi, yang dianggap sebagai sumber daya penting dalam menghadapi tantangan pembangunan ekonomi.
Rapat koordinasi (rakor) yang digelar di Graha Sawunggaling, Gedung Pemkot Surabaya, menjadi momen penting bagi para pemangku kepentingan untuk menyelaraskan langkah-langkah bersama. Rakor ini diikuti oleh perwakilan dari lebih 100 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Surabaya, serta para kepala perangkat daerah (PD).
Peran Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Ekonomi
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan ekonomi. “Kami menyadari bahwa tugas kami tidak ringan, namun kolaborasi dengan akademisi akan menjadi kunci keberhasilan,” ujarnya.
Agus menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya telah membentuk Tim Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (TP2ID) yang bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil kajian tim tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi termasuk tingkat pengangguran terbuka dan kondisi ekonomi mikro di tingkat kampung-kampung.
“Masalah-masalah yang ada di masyarakat, baik di tingkat kampung maupun kota, bisa menjadi bahan riset yang relevan bagi perguruan tinggi. Jika informasi ini dapat dikolaborasikan, maka akan menjadi percepatan dalam pertumbuhan ekonomi Surabaya,” tambahnya.
Target Makro Pembangunan Tahun 2026
Dalam rangka mencapai target makro pembangunan tahun 2026, Pemkot Surabaya menetapkan beberapa indikator penting. Di antaranya, tingkat kemiskinan diperkirakan turun menjadi 3,48 persen, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) diharapkan mencapai 4,47 persen. IPM ditargetkan mencapai 85,26, Indeks Gini berada pada rentang 0,348-0,375, dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,80 persen.
Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa strategi utama untuk mencapai target ini meliputi penguatan sinergi SDM kreatif, inkubasi bisnis, serta pengembangan ekosistem ekonomi kreatif. “Perguruan tinggi berperan dalam membina kualitas SDM kreatif, sementara pemerintah menyediakan pelatihan, infrastruktur, dan pendanaan,” jelas Irvan.
Keterlibatan Generasi Z dalam Ekonomi Kreatif
Irvan juga menyoroti pentingnya peran generasi Z dalam pembangunan ekonomi kreatif. Program-program seperti kreativitas konten digital, startup kreatif, dan event kreatif diluncurkan untuk memberdayakan generasi muda. Selain itu, Kampung Pancasila diarahkan menjadi laboratorium sosial dan ekonomi kreatif yang menanamkan nilai gotong royong dan inklusivitas.
“Pemkot Surabaya ingin generasi Z menjadi motor penggerak ekonomi kreatif melalui kompetisi ide inovatif dan peran mereka sebagai promotor produk lokal,” imbuhnya.
Peran BPS dalam Pendataan dan Analisis Ekonomi
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, Arrief Chandra Setiawan, menegaskan bahwa perguruan tinggi berperan penting dalam penyusunan data ekonomi. “Kami mengajak perguruan tinggi berpartisipasi dalam survei BPS secara triwulanan untuk meningkatkan keberagaman data,” ujarnya.
Arrief menjelaskan bahwa data yang diperoleh dari perguruan tinggi akan menjadi dasar bagi Pemkot dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan dan ekonomi yang lebih tepat sasaran. “Direktori mahasiswa yang terlibat dalam sektor ekonomi kreatif akan menjadi acuan dalam pengambilan keputusan,” tambahnya.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar