Kasus Pelecehan Siswi SMP dalam Bus Suroboyo: DPRD Desak Korban Lapor, Tawarkan Pendampingan Penuh
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana di dalam Bus Suroboyo (dk)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Imam menegaskan bahwa korban tidak perlu merasa malu untuk melapor. Pihaknya siap memberikan pendampingan langsung, atau jika diperlukan, akan mengoordinasikan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Surabaya yang memiliki psikolog untuk menangani trauma korban.
“Korban tidak perlu malu. Kalau mau minta didampingi, saya siap. Atau jika ingin lebih nyaman, kami koordinasikan dengan DP3A. Di sana ada psikolog yang siap memberikan pendampingan jika ada trauma psikologis,” tegasnya.
Fleksibilitas Pemeriksaan: Prioritas Kenyamanan Korban
Memahami kondisi psikologis korban yang masih trauma, Imam menawarkan solusi fleksibel dalam proses pemeriksaan. Ia menyampaikan bahwa korban tidak harus datang ke kantor polisi, melainkan petugas yang akan mendatangi lokasi yang membuat korban merasa nyaman.
“Biar pihak kepolisian dan DP3A yang datang ke tempat korban. Yang penting ada keterangan, saksi, dan alat bukti yang cukup agar status pelaku bisa naik jadi tersangka,” imbuhnya.
Saat kejadian, ketika petugas kepolisian tiba di lokasi, korban dan ibunya telah meninggalkan tempat kejadian karena kondisi anak yang mengalami trauma berat. Ayah korban yang kemudian datang memutuskan untuk segera membawa keluarganya pergi guna menghindari kemungkinan main hakim sendiri dari massa.
Peringatan Keras untuk Operator Bus Suroboyo
Tidak hanya fokus pada penegakan hukum, Imam juga memberikan peringatan keras kepada Pemerintah Kota Surabaya, khususnya dinas terkait dan operator Bus Suroboyo. Ia menekankan pentingnya peningkatan sistem keamanan di seluruh armada transportasi umum.
“Ini peringatan karena pelaku sudah berani bergentayangan di angkutan umum pada jam ramai. Kami minta keselamatan dan kenyamanan di semua angkutan umum, terutama Bus Surabaya, ditingkatkan,” kata Imam.
Politisi Partai NasDem ini mengkhawatirkan dampak jangka panjang jika kasus serupa terus berulang tanpa penanganan tegas. Menurutnya, hal ini akan merusak citra Surabaya sebagai kota yang ramah bagi perempuan dan anak.
“Jangan sampai penumpang jadi takut naik bus. Kita harus pastikan Surabaya tetap aman agar tidak ada lagi kejadian yang bisa membuat orang takut datang ke kota ini,” pungkasnya.***

>
>
>
