Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » Perbedaan Gaji Andik di DC United dan Persebaya Hanya Rp 50 Juta

Perbedaan Gaji Andik di DC United dan Persebaya Hanya Rp 50 Juta

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Siapa yang tidak kenal mantan wonderkid Indonesia, Andik Vermansyah. Pemain yang pernah ditackling oleh David Beckham itu punya banyak cerita menarik di dunia sepak bola.

Sebelum melanglang buana ke luar negeri, Andik Vermansyah dikenal sebagai bintang di Persebaya Surabaya. Para bonek sangat senang dengan permainan dari Andik Vermansyah.

Akan tetapi, dari kisah sukses yang pernah diraih Andik Vermansyah ada penyesalan di balik sinarnya. Hal ini karena Andik tidak melanjutkan kariernya Bersama DC United di Amerika.

Padahal, selama trial atau uji coba bersama DC United, pelatih DC menyukai permainan dari pira dengan julukan Messi dari Indonesia itu. Namun, pada saat itu, rencanannya Andik akan masuk ke DC United B.

“Dia (pelatih) suka saya, skill saya oke, dan saya bisa nambah lagi dibesarin badannya,” kata Andik seperti dikutip di Youtube, Rabu (3/12).

Kisahnya bersama DC United menjadi buah bibir masyarakat Indonesia. Namun, Andik menuturkan kalau dirinya tidak mau masuk DC United karena orang dalam. Karena, diketahui saat itu Erick Thohir memiliki saham di DC United.

“Saya bilang jangan dimasuk-masukkan. Jangan mentang-mentan ada pak Erick Thohir disana, terus dipaksa untuk masuk,” tutur pria yang pernah memakai jersey Timnas Indonesia no 21 itu.

Namun, dia dirayu agar tetap bisa bermain di DC United. Hati Andik Vermansyah pun galau. Apalagi, saat itu, dirinya fokus untuk membela Timnas Indonesia di Sea Games. “Tapi saya tujuan main bola ingin dapat duit. Ingin membelikan rumah buat ibu saya,” ujarnya.

Akhirnya, Andik secara terbuka menyampaikan penyesalannya karena tidak menerima tawaran dari DC United. Hal ini disebabkan oleh keinginan Andik saat itu untuk membelikan rumah bagi orang tuanya.

“Saya di DC United dengan Persebaya bedanya Rp 50 juta saja. Lebih tinggi di DC. Tetapi, pikiran saya kok segini? Kok ga kaya di tv-tv yang bermiliar-miliar. Karena waktu itu saya mau belikan ibu rumah,” ungkap dia.

Karena pemikiran itu, Andik memilih untuk tetap di Indonesia. Apalagi, banyak sponsor yang akan dia dapatkan selama di Indonesia.

“Kalau di Indonesia saya bisa dapat sponsor dan lain-lain. Itu pemikiran sangat bodoh. Saya sangat menyesal. Karena kalau disana umur 23 dibatasin gajinya. Apalagi, peringkat FIFA Indonesia saat itu,” pungkasnya.

Momen Bersejarah

Rabu, 30 November 2011, suatu momen bersejarah terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), di mana Indonesia Selection bertemu dengan LA Galaxy yang diperkuat oleh bintang-bintang sepak bola dunia seperti David Beckham, Robbie Keane, dan Landon Donovan.

Pertandingan itu tidak hanya menjadi sorotan karena kehadiran para bintang tersebut, tetapi juga karena insiden menegangkan antara David Beckham dan Andik Vermansyah.

Andik Vermansah, mantan pemain muda Persebaya Surabaya, yang saat itu membela Indonesia Selection, menjadi pusat perhatian saat dia ditekel dengan keras oleh David Beckham dalam pertandingan tersebut. Meskipun David Beckham terkenal dengan teknik dan kelembutannya, momen itu menunjukkan sisi lain dari pemain legendaris Inggris dan dunia tersebut.

Pada menit kedelapan pertandingan, Andik Vermansyah mencoba mengecoh bek LA Galaxy, dan hal itu tampaknya memancing reaksi dari David Beckham. Tanpa ragu, David Beckham melancarkan tekel keras yang membuat Andik Vermansyah terguling-guling. Wasit langsung memberikan kartu kuning kepada Beckham sebagai hukuman atas tekel kerasnya.

Namun, momen tersebut tidak berakhir dengan kekecewaan semata. Saat sedang diwawancarai oleh sebuah stasiun televisi setelah pertandingan, David Beckham memanggil Andik Vermansyah untuk bertukar seragam dengannya. Tindakan ini dianggap sebagai upaya David Beckham untuk memperbaiki kesalahannya dan memberikan rasa hormat kepada Andik.

Andik Vermansyah, yang merasa bangga dan dihormati, menerima jersey David Beckham dengan gembira. Pada saat itu dia bahkan mengakui bahwa dia tidak bisa tidur malam itu karena rasa senangnya terhadap hadiah istimewa tersebut. Baginya, memiliki jersey dari salah satu pemain legendaris sepak bola dunia adalah sebuah kehormatan yang luar biasa.

David Beckham sendiri tidak ragu dalam memberikan pujian kepada Andik Vermansyah. Ia mengakui kecepatan dan kemampuan Andik Vermansyah, sambil menyampaikan penyesalannya atas tekel keras yang dilakukannya. Pujian dari salah satu pemain hebat dalam sejarah sepak bola menjadi penghargaan yang sangat berarti bagi Andik Vermansyah.

Peristiwa tekel David Beckham terhadap Andik Vermansyah tidak hanya menjadi topik pembicaraan di kalangan penggemar sepak bola Indonesia, tetapi juga mencerminkan sikap sportif dan rasa hormat antara pemain dari berbagai negara.

Meskipun merupakan momen yang penuh tekanan, momen tersebut juga menjadi hal yang memukau dan bersejarah bagi Andik Vermansyah serta sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Saat ini, Andik Vermansyah sedang berjuang memimpin Persiraja Banda Aceh agar mampu lolos ke Liga 1 Indonesia 2024/2025. Berdasarkan data dari Transfermarkt, Andik Vermansyah telah tampil dalam lebih dari 120 pertandingan sepanjang kariernya, baik di Liga Indonesia maupun di luar negeri seperti DC United Reserves, Kedah Darul Aman FC, dan Selangor FC.

Dari lebih dari 120 pertandingan, Andik Vermansyah berhasil mencetak 8 gol dan memberikan 19 assist. Selain itu, ia juga pernah menerima 10 kartu kuning dan satu kartu merah selama bermain di lapangan selama total 7.328 menit. Catatan yang sangat luar biasa dan bersejarah ini berasal dari pemain dengan tinggi badan 1,62 meter yang sejatinya berposisi di sisi kanan lapangan.

Lahir dari Akar Bawah Kota Surabaya

Di balik kehebohan permainan sepak bola Surabaya, terdapat sebuah lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya bakat-bakat muda yang penuh semangat dalam mengejar impian mereka.

Berikut adalah beberapa variasi parafraze dari teks tersebut: 1. Inilah Indonesia Muda, sebuah sekolah sepak bola yang telah melahirkan banyak pemain legendaris, memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan sepak bola di Surabaya, dan menjadi bagian penting dari sejarah olahraga kota ini. 2. Indonesia Muda merupakan sekolah sepak bola yang telah menghasilkan sejumlah pemain ikonik, berkontribusi besar dalam kemajuan sepak bola Surabaya, serta menjadi elemen tak terpisahkan dari sejarah olahraga kota tersebut. 3. Sekolah sepak bola Indonesia Muda telah melahirkan banyak bintang legendaris, berperan besar dalam perkembangan sepak bola Surabaya, dan menjadi bagian dari sejarah panjang olahraga kota ini. 4. Indonesia Muda adalah sebuah institusi sepak bola yang telah mencetak pemain-pemain hebat, memberikan sumbangan besar bagi perkembangan sepak bola di Surabaya, serta menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah olahraga kota ini. 5. Indonesia Muda, sekolah sepak bola yang telah menghasilkan para pemain legenda, memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan sepak bola Surabaya, dan menjadi bagian penting dari sejarah olahraga kota ini.

Andik Vermansyah, salah satu bintang terang sepak bola Indonesia, merupakan salah satu bukti gemilang dari hasil binaan Indonesia Muda. Bersama dengan pemain lain seperti Yusuf Ekodono dan Bejo Sugiantoro, Andik adalah contoh nyata bagaimana sekolah sepak bola ini mampu mencetak pemain-pemain berkualitas tinggi yang mampu bersinar di level nasional maupun internasional.

Statistik Andik selama kariernya di klub Indonesia maupun Malaysia berdasarkan data Transfermarkt:

Penampilan 123

Gol 8

Assists 19

Kartu Kuning 10

Kartu Kuning dan Merah 0

Kartu Merah 1

Menit Bermain 7.328

“Semua klub internal memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga bakat alami klub agar menjadi pemain hebat,” ujar manajer Indonesia Muda pada masa itu, Saleh Hanifah, seperti dikutip dari Jawa Pos Koran edisi 2 Oktober 2015.

Bukan hanya Indonesia Muda, klub Mitra Surabaya juga memainkan peran penting dalam sejarah sepak bola kota tersebut. Didirikan oleh mantan pemain dari Niac Mitra dan Persebaya Surabaya, klub ini memiliki tujuan yang sama dengan Indonesia Muda, yakni mengembangkan bakat-bakat muda menjadi pemain hebat yang mampu membawa nama Surabaya bangga di tingkat nasional maupun internasional.

Mursyid Effendi, yang pernah menjabat sebagai ketua umum Mitra Surabaya, juga mantan kapten Persebaya Surabaya, memiliki pandangan jelas dalam membangun potensi pemain muda. Dengan rutin mengirimkan pemain berkualitas ke tim inti Persebaya Surabaya dan timnas Indonesia, Mitra Surabaya telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan sepak bola di Surabaya.

Dalam setiap turnamen, baik itu turnamen besar maupun antar RT, Mitra Surabaya selalu berpartisipasi dengan tekad yang kuat untuk memajukan bakat-bakat muda. Semua ini dilakukan demi kemajuan mereka menjadi aset berharga bagi Persebaya dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

“Kami memiliki tujuan untuk mengembangkan bakat anak-anak tidak hanya terbatas pada beberapa kompetisi. Setiap kejuaraan, meskipun hanya antar RT, tetap akan kami upayakan untuk ikut serta. Semua ini demi perkembangan mereka yang nantinya juga bisa bermanfaat bagi Persebaya,” kata Mursyid Effendi saat itu.

Sejarah panjang Indonesia Muda dan Mitra Surabaya telah menunjukkan bahwa investasi dalam pengembangan bakat muda adalah langkah strategis yang sangat berharga bagi masa depan sepak bola kota ini. Dari tempat-tempat inilah lahir para pemain legendaris yang menciptakan sejarah bagi Surabaya, dan semangat mereka akan terus berkobar untuk membentuk bakat-bakat baru menuju kejayaan sepak bola Surabaya. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lereng Gunung Slamet Kehilangan Hijau Usai PLTP, Butuh 28 Ribu Pohon

    Lereng Gunung Slamet Kehilangan Hijau Usai PLTP, Butuh 28 Ribu Pohon

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 99
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Permukaan lereng Gunung Slamet terlihat berwarna cokelat karena adanya kegiatan eksplorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Secara keseluruhan, terdapat 19,63 hektar lahan yang memerlukan penanaman pohon dengan jumlah total sebanyak 28 ribu pohon. Baru-baru ini, beredar sebuah unggahan di media sosial yang menampilkan peta 3D dengan tampilan area berwarna cokelat di bagian utara-barat […]

  • BuHer: Warga Malang Harus Aktif Lapor Pendatang dan Tamu

    BuHer: Warga Malang Harus Aktif Lapor Pendatang dan Tamu

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 185
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menyusul penangkapan seorang terduga teroris di Kota Batu, Polresta Malang Kota, Polda Jatim, meningkatkan pengawasan terhadap pendatang dan tamu di Kota Malang. Upaya ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut. Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si, yang akrab disapa BuHer, menekankan pentingnya penerapan aturan wajib lapor 1×24 […]

  • Kim Kardashian Tampil Berani Di Red Carpet, Body Goals Maksimal!

    Kim Kardashian Tampil Berani Di Red Carpet, Body Goals Maksimal!

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 271
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pilihan busana ini tentu saja memicu perdebatan di kalangan netizen, namun tak dapat dipungkiri bahwa Kim berhasil memancarkan aura percaya diri dan karisma yang kuat. Gaun tersebut dirancang oleh seorang desainer ternama yang dikenal dengan karya-karyanya yang avant-garde dan berani. Detail pada gaun tersebut memberikan sentuhan mewah dan glamor, sementara berhasil menonjolkan keindahan tubuh […]

  • Nikita Mirzani Dihukum 11 Tahun, Pengacara Kritik Jaksa, Sebut Koruptor hingga Teroris

    Nikita Mirzani Dihukum 11 Tahun, Pengacara Kritik Jaksa, Sebut Koruptor hingga Teroris

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Kuasa Hukum Nikita Mirzani Kritik Tuntutan 11 Tahun Penjara DIAGRAMKOTA.COM – Beberapa waktu lalu, publik kembali dihebohkan dengan kabar mengenai tuntutan hukuman penjara selama 11 tahun terhadap Nikita Mirzani. Tuntutan tersebut diajukan oleh pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Serang, Kamis (9/10/2025). Hal ini langsung memicu reaksi dari kuasa hukum […]

  • Bantuan Sosial untuk Wilayah Terdampak Bencana dari Kabupaten Jombang

    Bantuan Sosial untuk Wilayah Terdampak Bencana dari Kabupaten Jombang

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 63
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Bantuan sosial yang diberikan oleh masyarakat Kabupaten Jombang terus bergerak untuk membantu wilayah yang terdampak bencana. Salah satu inisiatif terbaru adalah keberangkatan tim Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) yang dipimpin oleh Muhammad Malik Ibrahim dan Muhammad Lutfan Efendi. Mereka akan menyalurkan bantuan kepada warga di Aceh dan Sumatra yang mengalami kesulitan akibat bencana alam. […]

  • Surabaya Hadirkan Sistem Parkir Valet Non-Tunai untuk Kota Wisata Cerdas

    Surabaya Hadirkan Sistem Parkir Valet Non-Tunai untuk Kota Wisata Cerdas

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Inovasi Parkir Valet Digital di Surabaya DIAGRAMKOTA.COM – Kota Surabaya kembali menunjukkan inisiatif progresif dalam modernisasi sistem transportasinya. Dengan melalui Dinas Perhubungan (Dishub), Pemkot Surabaya meluncurkan layanan parkir valet digital di kawasan wisata Tunjungan Romansa, pada malam hari Selasa (14/10/2025). Program ini tidak hanya menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan dan minimnya lahan parkir, tetapi juga bagian […]

expand_less