Pemerintah Jamin Layanan Starlink Gratis di Wilayah Banjir Aceh
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi RI) menyatakan bahwa layanan internet Starlink yang disediakan sebagai bantuan untuk daerah terkena banjir di Aceh tidak dikenakan biaya dan dilarang untuk dijual belikan.
“Akses jaringan internet melalui Starlink di daerah yang terkena dampak bencana hidrometeorologi di Aceh bersifat gratis, baik untuk posko maupun fasilitas umum,” kata Pranata Humas Ahli Madya Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Wiaji Cahyaningrum.
Wiaji menegaskan bahwa Starlink telah secara resmi mengumumkan layanan gratis selama sebulan penuh bagi wilayah yang terkena dampak. Ia meminta bantuan media untuk memperjelas informasi jika muncul berita palsu terkait praktik penjualan perangkat atau layanan Starlink.
“Jika ada berita palsu yang menyatakan perangkat tersebut dijual setelah diberikan, mohon diperjelas,” tegasnya.
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia juga menyediakan Pusat Informasi dan Media Center sebagai sarana kerja bagi para jurnalis. Fasilitas ini meliputi laptop, akses jaringan, serta data terkini mengenai Base Transceiver Station (BTS) yang sedang beroperasi maupun yang belum berfungsi.
Wiaji menekankan bahwa penyediaan fasilitas ini sangat penting agar informasi yang disebarkan tetap benar dan tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam kondisi darurat. Pembaruan data resmi mengenai penanggulangan bencana di Sumatra dan Aceh bisa ditemukan melalui tautan s.id/TanggapBencanaSumatra.
Mengenai perkembangan pemulihan layanan telekomunikasi, ia mengatakan bahwa dari total 3.414 BTS di Aceh, sekitar 51 persen masih belum beroperasi hingga Rabu 3 Desember 2025. Pemulihan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.
Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh, Alfajrian, menambahkan bahwa pemulihan jaringan sangat tergantung pada ketersediaan pasokan listrik. Banyak menara BTS tidak bisa beroperasi karena aliran listrik terganggu akibat kerusakan infrastruktur.
“Jika PLN beroperasi, sebagian besar sistem telekomunikasi otomatis akan menyala. Ini berjalan bersamaan dengan pemulihan jalur darat,” katanya.
Ia berharap pengujian pemanasan listrik di beberapa jaringan transmisi di Lhokseumawe bisa menjadi awal pemulihan yang lebih luas di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie. ***

>

Saat ini belum ada komentar