Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » Kearifan Lokal Dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan

Kearifan Lokal Dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lingkunganJauh sebelum konsep konservasi modern dikenal luas, masyarakat adat telah mengembangkan kearifan lokal yang terbukti efektif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kearifan lokal ini, yang terpatri dalam sistem nilai, pengetahuan tradisional, dan praktik turun-temurun, merupakan benteng pertahanan terakhir dalam menghadapi ancaman kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.

Salah satu contoh nyata kearifan lokal dalam menjaga lingkungan adalah sistem pertanian berkelanjutan. Sistem pertanian tradisional seperti subak di Bali, huma di Sumatera, dan ladang berpindah (dengan pengelolaan yang tepat) menunjukkan pemahaman mendalam akan siklus alam dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Subak, misalnya, bukan sekadar sistem irigasi, tetapi juga merupakan sistem sosial-keagamaan yang mengatur penggunaan air secara adil dan berkelanjutan, menghindari eksploitasi berlebihan dan menjaga kesuburan lahan. Sistem ini menghormati siklus alam, menghindari penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang merusak, dan mempertahankan keanekaragaman hayati. Meskipun saat ini menghadapi tekanan modernisasi, subak tetap menjadi bukti nyata keberhasilan kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain pertanian, kearifan lokal juga tercermin dalam pengelolaan hutan. Masyarakat adat di berbagai wilayah Indonesia memiliki sistem pengelolaan hutan lestari yang telah diwariskan secara turun-temurun. Mereka memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian hutan. Sistem ini seringkali melibatkan pembatasan penebangan pohon, penggunaan kayu secara bijak, dan penanaman kembali pohon yang telah ditebang. Pengelolaan hutan adat ini tidak hanya menjaga kelestarian hutan, tetapi juga melindungi keanekaragaman hayati, menjaga sumber daya air, dan mencegah bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Namun, pengakuan dan perlindungan hukum terhadap hak pengelolaan hutan adat masih menjadi tantangan besar yang harus diatasi.

Pengelolaan sumber daya air juga menunjukkan kearifan lokal yang luar biasa. Di banyak daerah, masyarakat telah mengembangkan sistem pengelolaan air yang berkelanjutan, meliputi pembangunan saluran irigasi, penggunaan air secara efisien, dan pelestarian sumber mata air. Sistem ini seringkali diintegrasikan dengan sistem kepercayaan dan ritual adat, menciptakan rasa tanggung jawab kolektif dalam menjaga kelestarian sumber daya air. Contohnya, di beberapa daerah di Jawa, terdapat tradisi ngaji atau ritual membersihkan sumber mata air secara berkala, sebagai bentuk penghormatan dan upaya menjaga kebersihan dan kelestariannya.

Namun, kearifan lokal ini saat ini menghadapi berbagai ancaman. Modernisasi, urbanisasi, dan globalisasi menimbulkan tekanan besar terhadap praktik-praktik tradisional. Eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, perubahan pola konsumsi, dan masuknya teknologi modern yang tidak ramah lingkungan mengancam kelestarian lingkungan dan mengurangi peran kearifan lokal.

Oleh karena itu, upaya pelestarian dan pengembangan kearifan lokal sangat penting. Pemerintah dan berbagai pihak perlu berperan aktif dalam melindungi dan mempromosikan kearifan lokal sebagai bagian integral dari strategi pembangunan berkelanjutan. Hal ini dapat dilakukan melalui pengakuan dan perlindungan hukum terhadap hak-hak masyarakat adat, integrasi kearifan lokal dalam kebijakan pembangunan, dan pendampingan masyarakat adat dalam mengadaptasi kearifan lokal di tengah perubahan zaman. Dengan demikian, kearifan lokal dapat terus berperan sebagai benteng pertahanan terakhir dalam menjaga kelestarian lingkungan Indonesia untuk generasi mendatang. Kita perlu belajar dari masa lalu untuk membangun masa depan yang lebih lestari.

Kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan

(red)

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pegadaian Ilegal di Tulungagung Gasak Honda Scoopy Milik Perempuan

    Pegadaian Ilegal di Tulungagung Gasak Honda Scoopy Milik Perempuan

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Penipuan Bermodus Gadai Sepeda Motor di Tulungagung DIAGRAMKOTA.COM – Seorang perempuan berusia 20 tahun, JB, warga Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, kehilangan sepeda motornya setelah tertipu oleh seseorang. Kejadian ini terjadi ketika JB mencari dana darurat dan memutuskan untuk menggadaikan sepeda motor Honda Scoopy warna hitam dengan plat nomor AG 6017 REH. JB menemukan nomor telepon pelaku, […]

  • Pendekatan Inovatif Pemkot Surabaya dalam Meningkatkan Akses Pendidikan Tinggi

    Pendekatan Inovatif Pemkot Surabaya dalam Meningkatkan Akses Pendidikan Tinggi

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 32
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini mengambil langkah strategis untuk memastikan semua warga yang berhak menerima bantuan pendidikan tidak terlewat. Dengan pendekatan langsung ke masyarakat, pihak berwenang melakukan pendataan pemuda yang belum melanjutkan studi karena keterbatasan ekonomi. Langkah ini merupakan bagian dari program “1 KK 1 Sarjana” yang diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi. […]

  • Alihkan Anggaran MBG 1,1 T Untuk Bangun Sekolah, DPRD Usulkan Kawasan Surabaya Utara Menjadi Prioritas Utama

    Alihkan Anggaran MBG 1,1 T Untuk Bangun Sekolah, DPRD Usulkan Kawasan Surabaya Utara Menjadi Prioritas Utama

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 360
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengambil langkah strategis dengan akan mengalihkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp1,1 triliun untuk pembangunan sekolah dan perbaikan kampung.

  • Sinopsis Melody of Secrets: Drama BL Thriller-Mystery GMMTV

    Sinopsis Melody of Secrets: Drama BL Thriller-Mystery GMMTV

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 319
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – GMMTV tiada henti menghadirkan drama berkualitas produksinya. Di akhir tahun 2025 ini, mereka akan menayangkan beberapa drama andalan mereka salah satunya adalah proyek BL bertajuk Melody Of Secrets. Mengusung genre thriller-mysterydrama ini tidak hanya menceritakan perjalanan cinta yang romantis, tetapi juga penyelidikan kasus kriminal, trauma masa lalu, dunia musik, serta teka-teki rumit yang harus […]

  • Bank BJB

    Informasi Terkini Kabar Duka tentang Kepemimpinan Bank BJB Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 245
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kabar duka menyelimuti dunia perbankan di Jawa Barat. Direktur Utama Bank BJB, Bapak Yusuf Saadudin, dikabarkan telah meninggal dunia. Kabar tersebut disampaikan melalui akun media sosial @dedimulyadiofficial oleh Kang Dedi Mulyadi. Informasi ini menyebar cepat dan menjadi perhatian publik. Peristiwa yang Mengguncang Dunia Perbankan Kepergian Bapak Yusuf Saadudin meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar […]

  • Peringatan BMKG: Pesisir Jawa Timur Berpotensi Dilanda Banjir Rob hingga Awal 2026

    Peringatan BMKG: Pesisir Jawa Timur Berpotensi Dilanda Banjir Rob hingga Awal 2026

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 176
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Banjir rob kembali menjadi perhatian masyarakat pesisir Jawa Timur, khususnya wilayah yang rawan terhadap dampak pasang air laut. BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi banjir rob akan terjadi hingga awal tahun 2026. Fenomena Pasang Maksimum Akibat Purnama Sutarno, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika […]

expand_less