Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKRIM » Deklarasi Pilkada Damai: Polresta Malang Kota dan Forkopimda Jaga Suasana Kondusif

Deklarasi Pilkada Damai: Polresta Malang Kota dan Forkopimda Jaga Suasana Kondusif

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Polresta Malang Kota, bersama dengan Forkopimda Kota Malang, KPU Provinsi Jawa Timur, aparat terkait, dan perwakilan partai politik, berpartisipasi dalam Deklarasi Pilkada Serentak 2024 sebagai sarana untuk mempromosikan keberagaman budaya di Jawa Timur. Deklarasi ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian acara serah terima dan pemberangkatan Kirab Maskot Pilkada 2024 di Lapangan Brawijaya Rampal, Kota Malang, pada Sabtu (24 Agustus 2024).

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, melalui Kabag Ops AKP Sutomo, SH, menyampaikan bahwa deklarasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk menciptakan suasana yang damai dan harmonis selama pelaksanaan Pilkada 2024. “Kami di Polresta Malang Kota siap memberikan pengawalan penuh untuk memastikan seluruh tahapan Pilkada berlangsung tanpa hambatan,” ujar AKP Sutomo.

Deklarasi ini menekankan empat poin penting yang mencerminkan komitmen semua pihak yang terlibat untuk menjaga integritas, transparansi, dan keadilan selama proses pemilihan. Poin-poin tersebut meliputi:

  1. Menjadikan Pilkada sebagai wadah integrasi keberagaman budaya di Jawa Timur, dengan harapan Pilkada 2024 menjadi ajang pemersatu yang mencerminkan kekayaan budaya daerah.
  2. Melaksanakan Pilkada yang Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi yang murni dan berintegritas.
  3. Menjaga integritas dan tanggung jawab dalam melaksanakan Pilkada dengan penuh tanggung jawab untuk memastikan hasil yang sah dan adil.
  4. Mendorong kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadikan Pilkada sebagai momentum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kirab Maskot Pilkada 2024, yang juga diresmikan pada kesempatan ini, merupakan bagian dari upaya sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Insan Qoriawan, Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur Bidang Divisi Data dan Teknis Penyelenggara, menjelaskan bahwa kirab ini akan melintasi 19 kabupaten/kota di Jawa Timur melalui dua jalur utama. Jalur pertama mencakup wilayah Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, dan Kota Malang, sementara jalur kedua meliputi Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, dan Gresik.

“Kirab ini bertujuan untuk menyosialisasikan tanggal pemungutan suara kepada masyarakat, sehingga seluruh pemilih yang terdaftar dapat hadir di TPS pada 27 November 2024,” ungkap Insan Qoriawan. Kegiatan ini akan berlangsung selama enam hari, dari 24 hingga 29 Agustus 2024, dan akan terus berjalan meski bertepatan dengan kegiatan pendaftaran pasangan calon.

Ketua KPU Kota Malang, Muhammad Toyib, S.H.I., menekankan pentingnya Pilkada sebagai sarana untuk mempersatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Mengusung tagline “Integrasi dan harmoni, gak nyoblos gak mbois jess,” Pilkada Kota Malang diharapkan dapat menciptakan pemilu yang adil, guyub, rukun, dan harmonis. “Kami ingin Pilkada ini tidak hanya menjadi ajang memilih pemimpin, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat,” ujar Toyib.

Ia juga menambahkan bahwa maskot Pilkada Kota Malang, yang melambangkan ketegasan dan kasih sayang, menjadi simbol penyatuan visi bersama dalam menjalankan demokrasi.

AKP Sutomo menegaskan bahwa Polresta Malang Kota siap bekerja sama dengan KPU, Bawaslu, dan elemen penyelenggara Pilkada lainnya, seperti PPS dan PPK. “Kami berkomitmen untuk memastikan setiap tahapan Pilkada berjalan dengan baik dan sesuai aturan, demi terciptanya pemilu yang damai dan adil,” ujarnya.

Dengan komitmen dan persiapan yang matang, seluruh pihak berharap Pilkada Serentak 2024 dapat berlangsung aman, lancar, dan menjadi sarana integrasi keberagaman budaya di Jawa Timur. (dk/nns)

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serda Sujarwo Cek Ketersediaan dan Distribusi Pupuk Subsidi

    Serda Sujarwo Cek Ketersediaan dan Distribusi Pupuk Subsidi

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 120
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Babinsa Desa Keboireng, Serda Sujarwo, anggota Koramil Tipe B 0807/12 Besuki, melaksanakan pengecekan distribusi pupuk subsidi bagi petani di kios Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Rahayu, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan pengecekan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan dan pendampingan Babinsa guna memastikan penyaluran pupuk subsidi berjalan sesuai ketentuan […]

  • Chelsea dan Kontroversi dengan Wasit Musim Ini

    Chelsea dan Kontroversi dengan Wasit Musim Ini

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 96
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kontroversi antara klub sepak bola Inggris, Chelsea, dan wasit Premier League terus berlanjut. Salah satu isu yang paling menonjol adalah tindakan wasit Paul Tierney yang dianggap tidak profesional saat berada di tengah pemain Chelsea sebelum pertandingan melawan Newcastle United. Peristiwa ini memicu reaksi dari pelatih The Blues, Liam Rosenior, yang mengecam tindakan wasit tersebut. […]

  • dokter tifa jokowi

    Dokter Tifa: September–Oktober Masa Kritis Jokowi

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 312
    • 0Komentar

      Periode Kritis bagi Joko Widodo DIAGRAMKOTA.COM – Presiden RI ke-7, Joko Widodo, disebut sedang menghadapi masa yang paling sulit dalam perjalanan politiknya. Hal ini diungkapkan oleh seorang aktivis media sosial yang dikenal dengan nama Dokter Tifa. Ia menilai bulan September hingga Oktober 2025 sebagai “periode kritis” yang bisa memengaruhi kekuatan politik Jokowi. Menurut Dokter Tifa, […]

  • Pengalaman Digital yang Inklusif, Kebijakan Aksesibilitas, IPB University

    Membangun Pengalaman Digital yang Inklusif: Kebijakan Aksesibilitas IPB University

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 47
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pengalaman digital yang inklusif adalah kunci untuk memastikan semua pengguna dapat mengakses informasi dan layanan secara merata. Di IPB University, kebijakan aksesibilitas telah dirancang untuk memberikan akses universal kepada semua pengguna, terlepas dari kondisi fisik atau mentalnya. Dengan menerapkan standar WCAG 2.1 level AA, universitas ini menunjukkan komitmen kuat terhadap prinsip aksesibilitas. Mode Khusus […]

  • Strategi Taktis Bojan Hodak Mengubah Wajah Persib Bandung

    Strategi Taktis Bojan Hodak Mengubah Wajah Persib Bandung

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 100
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kemenangan telak 3-0 yang diraih oleh Persib Bandung dalam laga melawan PSBS Biak menjadi bukti bahwa pendekatan taktis yang diterapkan oleh pelatih Bojan Hodak berhasil mengubah dinamika permainan tim. Dengan formasi yang fleksibel dan peran kunci dari pemain-pemain seperti Tom Haye, Persib menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi serangan dan kontrol pertandingan. Peran Kunci Tom […]

  • Cak yebe DPRD Surabaya

    7 Sorotan Tajam Cak YeBe soal Tranparansi GSG, PDAM hingga Bantuan Pendidikan

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 109
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ketua Komisi A DPRD Surabaya dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya, Yona Bagus Widyatmoko menegaskan pentingnya transparansi dalam tata kelola Gedung Serbaguna (GSG) saat menggelar reses di Gedung Nyi Pandansari, Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Sabtu (23/5/2026). Politisi yang akrab disapa Cak Yebe itu menyoroti potensi konflik yang kerap muncul akibat pengelolaan fasilitas publik […]

expand_less