Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » LEGISLATIF » Semarakkan Wisata Kota Lama Surabaya, A Hermas Thony Impikan Revitalisasi ‘Jembatan Angkat’ Petekan

Semarakkan Wisata Kota Lama Surabaya, A Hermas Thony Impikan Revitalisasi ‘Jembatan Angkat’ Petekan

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COMSungai Kalimas dikeruk. Kegiatan ini sudah berjalan beberapa Minggu sebagai bagian dalam upaya revitalisasi kawasan kota lama. Sungai Kalimas memang tak terpisahkan dari Kota Lama Surabaya. Keberadaannya membelah kawasan ini. Di sisi Barat, terhampar zona Eropa.

Di kawasan Timur ada zona Pecinan, Melayu dan Arab serta Ampel Denta dimana bangsa Jawa asal Trowulan mulai bermukim pada abad 15. Mereka menyertai Raden Rahmad yang kemudian dikenal sebagai Susuhunan di Ampel Denta. Jadilah Sunan Ampel.

Sungai Kalimas, yang membujur dari Selatan ke Utara, secara alamiah membelah wilayah Kota Surabaya yang luasnya sekitar 335 km persegi.

IMG 20240718 152157 768x512 1

Imajinasi replika Jembatan Angkat di Kota Lama Surabaya. Foto: dok nanang

 

IMG 20240718 154730 768x512 1

Sebuah komparasi, jembatan angkat di kota Amsterdam, Belanda. Foto: nanang

Kalimas adalah urat nadi kehidupan, perekonomian, perdagangan, perhubungan dan pembangunan Kota Surabaya dari zaman ke zaman dan di era kolonial jadilah kota yang megah. Kini situs kota Eropa itu menjadi zona Eropa Kota Lama Surabaya.

Karenanya, melihat pentingnya sungai itu bagi kota Surabaya, adalah dosa besar bila “menelantarkan” sungai ini di tengah gencarnya menata dan merevitalisasi kawasan Kota Lama Surabaya.

Revitalisasi memang masih berproses. Belum selesai. Setelah konsentrasi pekerjaan di bagian darat, saatnya mulai memfokuskan ke air, sungai.

WhatsApp Image 2024 07 18 at 16.26.16

A Hermas Thony bersama Tim pegiat budaya saat melihat kondisi Jembatan Angkat Kalimas di Petekan Surabaya

A. Hermas Thony, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, yang juga dikenal sebagai penggerak kebudayaan Surabaya, sambang Kalimas. Pada Selasa siang (16/7/24) Thony menyisir Kalimas mulai dari jalan Bibis. Disana Thony mengamati dua unit traktor yang sedang mengangkat sedimen di dasar sungai Kalimas.

Dari Kalimas di ruas jalan Bibis dan jalan Karet, Thony bergerak ke Utara di area Jembatan Merah sambil melemparkan pandangannya ke arah Utara. Di kejauhan, terlihat dua wilayah penting dalam peradaban Kalimas.

Di sisi Barat adalah dimana terdapat Jembatan Merah Plaza (sekarang), yang menjadi titik awal peradaban Eropa. Sementara di seberang sungai (Timur) adalah kawasan perdagangan, pelabuhan dagang yang ditandai dengan masih berdirinya menara Syahbandar sungai dengan logo resmi pemerintah kota Surabaya dan Batavia.

“Kita membayangkan ada replika jembatan, yang bisa diangkat (red. buka tutup) bila ada perahu melintas di bawahnya”, kata Thony.

Bayangan Thony tidak salah. Jembatan angkat yang ia bayangkan adalah jembatan kayu yang pernah ada di titik Jembatan Merah sekarang.

Di era Gubernur Jendral Daendels (awal 1800-an), jembatan kayu yang dicat merah ini memang pernah bisa diangkat. Jembatan serupa masih ada di Jakarta. Namanya Jembatan Intan di kawasan Kota Tua Jakarta (d/h. Batavia.

Jembatan Intan ini menjadi obyek wisata kota tua Jakarta. Banyak pengunjung yang datang melihat peninggalan dari era VOC itu. Sayang jembatan angkat di Surabaya tinggal nama. Konstruksinya telah berganti. Namanya tetap. Jembatan Merah.

Untuk membayangkan operasional jembatan angkat yang pernah ada di pusat kota lama Surabaya ini, Thony melanjutkan langkah melihat sosok Jembatan Petekan di Jalan Jakarta.

Jembatan Petekan ini sudah lebih modern karena digerakkan dengan tenaga listrik. Untuk operasional, cukup menekan (memetek) tombol. Karenanya disebut Jembatan Petekan. Jembatan yang dipetek atau ditekan tombolnya.

Jembatan Petekan sengaja dibiarkan dengan maksud dipakai sebagai monumen. Sementara Jembatan baru telah lama dibangun di sisi kiri dan kanan (Utara dan Selatan) jembatan Petekan, yang dulu dikenal dengan nama Ferweda Brug. Ferwerda adalah nama seorang Admiral angkatan laut Belanda.

Kondisi jembatan Petekan, yang dimaksudkan sebagai monumen ini, mengkuatirkan.

“Bahaya ini dan apalagi di kiri kanannya adalah jalan (jembatan) yang padat lalu lintas”, kata Thony ketika mengamati kondisi Jembatan Petekan sekarang

Replika Jembatan Angkat

Guna mendukung kawasan Kota Lama Surabaya, yang sudah menjadi daya tarik wisata, perlu ada atraksi yang atraktif. Yaitu pembuatan replika Jembatan Angkat. Ini akan menjadi daya tarik. Apalagi bisa mereplika jembatan angkat seperti yang pernah ada di titik Jembatan Merah.

Jembatan Angkat, yang terbuat dari kayu dan bercat merah di titik Jembatan Merah itu, sebagaimana ditulis dalam buku Oud Soerabaia (GH von Faber) dan Soerabaja 1900-1950 (Asia Maior). Jembatan ini pada bagian tertentu bisa diangkat bila di bawahnya ada perahu dengan tiang tingginya melintas.

Jembatan Angkat itu telah berubah konstruksi pada tahun 1860an. Pada foto foto yang dibuat pada tahun 1860 an, kondisi jembatan sudah tidak nampak bagian yang bisa diangkat. Pada kisaran tahun itu, jembatan angkat serupa masih ada di Bibis. Tidak cuma di Bibis dan Kota, di jembatan jembatan lain yang melintas di atas Kalimas juga ada fungsi yang bisa diangkat. Seperti di Kayoon.

Bila jembatan angkat bisa direplikasi di Kalimas, tepatnya pada bagian sungai yang menghubungkan lokasi zona Eropa di Barat sungai dan zona Melayu Pabean di Timur sungai, maka replika ini akan menambah atraksi Kota Lama.

Menurut Thony, jembatan ini juga untuk mendukung eksistensi Surabaya sebagai jalur rempah.

“Supaya memberikan informasi historis yang praktis, apalagi informasi tentang jalur rempah di Surabaya, maka jembatan ini akan banyak membantu sebagai sumber informasi sejarah. Nantinya juga bisa dibuat replika model kapal Phinissi yang melintas di bawah jembatan. Ini akan menjadi tontonan yang atraktif di kota lama Surabaya”, pungkas Thony. (dk/nanang)

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • jalan licin

    Peristiwa Jalan Licin Akibat Tumpahan Solar di Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 211
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah kejadian yang menimbulkan kekhawatiran terjadi di kawasan Jalan Arief Rahman Hakim, Kelurahan Keniten, Ponorogo. Jalanan yang biasanya ramai dilewati pengendara menjadi licin akibat tumpahan solar yang mengalir sepanjang 50 meter. Kejadian ini menyebabkan satu pengendara motor terpeleset dan jatuh. Penyebab Tumpahan Solar Menurut informasi yang diperoleh, tumpahan solar tersebut diduga berasal dari truk […]

  • Kebijakan Pemkot Surabaya: Larangan Siswa SMP Bawa Motor ke Sekolah

    Kebijakan Pemkot Surabaya: Larangan Siswa SMP Bawa Motor ke Sekolah

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 45
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini tengah memperkuat aturan terkait penggunaan kendaraan bermotor oleh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menjaga keselamatan para pelajar dan mencegah risiko kecelakaan lalu lintas yang bisa terjadi akibat kurangnya pengalaman serta kesiapan mental dalam mengemudi. Alasan Utama Larangan Menggunakan Kendaraan Bermotor Kepala […]

  • Perjalanan Tahun Baru Makin Padat? Ini 8 Fakta Arus Mudik yang Wajib Kamu Ketahui

    Perjalanan Tahun Baru Makin Padat? Ini 8 Fakta Arus Mudik yang Wajib Kamu Ketahui

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 105
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Akhir tahun selalu membawa kisah tersendiri. Jalan-jalan mulai ramai, bandara tak pernah sepi, stasiun penuh dengan koper berwarna-warni, dan keluarga tiba-tiba ramai membicarakan rencana pulang kampung atau liburan. Dari Natal 2025 hingga menjelang Tahun Baru 2026 (Nataru), suasana yang sama kembali terasa, bahkan diperkirakan lebih ramai dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah bersama berbagai lembaga sebelumnya […]

  • Walkot Vinanda Optimis Sinergi TNI-Polri Pastikan Pemudik Kota Kediri Nyaman-Aman

    Walkot Vinanda Optimis Sinergi TNI-Polri Pastikan Pemudik Kota Kediri Nyaman-Aman

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 242
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Memberi jaminan kenyamanan para warga pemudik di Kota Kediri Walkot Vinanda Prameswati bersama TNI-Polri meninjau sejumlah Pos Pelayanan Idul Fitri 1446 tahun 2025. Pos pengamanan ada di tiga titik yang didatangi. Yakni Pos Pelayanan Alun-Alun, Pos Pengamanan Simpang Empat Bence dan Pos Pengamanan Simpang Empat Mrican. Peninjauan pos pengamanan ini bertujuan untuk memastikan […]

  • Rupiah ,Pasar Valuta Asing

    Rupiah Melemah Tajam, Tekanan Global dan Kenaikan Harga Minyak Picu Ketidakstabilan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 72
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Nilai tukar rupiah mengalami penurunan signifikan pada perdagangan hari ini, dengan kurs mata uang Indonesia melampaui ambang batas Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Situasi ini dipicu oleh berbagai faktor yang saling terkait, baik dari sisi global maupun domestik. Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Rupiah Kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu penyebab […]

  • Samsung Galaxy S26 Ultra

    Inovasi Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Teknologi Privasi dan Performa Unggul

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 71
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Samsung kembali memperkenalkan inovasi terbaru dalam lini Galaxy S-series dengan hadirnya Galaxy S26 Ultra. Perangkat ini menawarkan berbagai fitur canggih yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna, baik dari segi keamanan, performa, maupun desain. Desain yang Lebih Tipis dan Ringan Galaxy S26 Ultra hadir dengan dimensi yang lebih ramping dibandingkan pendahulunya. Dengan ketebalan hanya 7,2mm […]

expand_less