Pramuka Surabaya Meraih Tiga Rekor MURI dengan Peserta Terbanyak
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pramuka Kota Surabaya berhasil mencatatkan sejarah baru dengan meraih tiga rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam satu acara. Kegiatan ini digelar di Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu (20/6/2026), yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai golongan.
Basuh Kaki Orang Tua, Pengukuhan Garuda, dan Demonstrasi Semaphore
Ketiga rekor yang diraih meliputi Basuh Kaki Orang Tua, Pengukuhan Garuda, dan Demonstrasi Semaphore dengan jumlah peserta terbanyak. Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang Pramuka, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap kegiatan kepanduan.
- Basuh Kaki Orang Tua: Diikuti oleh 130 ribu peserta, kegiatan ini bertujuan sebagai pengingat bagi anak-anak untuk menghormati orang tua.
- Pengukuhan Garuda: Diikuti 65 ribu peserta dari berbagai golongan seperti Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega.
- Demonstrasi Semaphore: Melibatkan 41.337 peserta, menunjukkan keterampilan dan koordinasi yang luar biasa.
Eri menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang pencapaian rekor, tetapi juga tentang nilai-nilai luhur yang ditanamkan kepada para peserta. Ia menyampaikan bahwa ridhonya Gusti Allah adalah ridhonya orang tua, sebuah prinsip yang diharapkan dapat diinternalisasi oleh generasi muda.
Program Kampung Pancasila dan Bumi Perkemahan
Setelah kegiatan ini, Pemkot Surabaya akan bekerja sama dengan Pramuka dalam menggerakkan program Kampung Pancasila. Selain itu, pihaknya juga berencana menyiapkan bumi perkemahan di kawasan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, untuk mendukung kegiatan Pramuka di masa depan.
Siti Mariyam, Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kota Surabaya, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kekhawatiran atas menurunnya minat anak muda terhadap Pramuka. Meski banyak siswa SLTA wajib menggunakan seragam Pramuka, rasa cinta terhadap organisasi ini belum tentu terwujud di hati mereka.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membangkitkan semangat dan minat generasi muda untuk aktif dalam kegiatan kepanduan,” ujarnya.
Konteks dan Dampak Jangka Panjang
Kegiatan ini tidak hanya menjadi peristiwa besar dalam sejarah Pramuka Surabaya, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kegiatan massal bisa digunakan sebagai alat pendidikan karakter. Dengan melibatkan puluhan ribu peserta, kegiatan ini membuktikan bahwa Pramuka masih relevan dan mampu menarik perhatian generasi muda.
Selain itu, keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi daerah lain untuk melakukan hal serupa, dengan fokus pada pembangunan karakter dan nilai-nilai luhur.
FAQ (Tanya Jawab)
Q: Apa tujuan utama dari kegiatan ini?
A: Tujuannya adalah untuk membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap Pramuka serta memberikan kesadaran akan pentingnya menghormati orang tua dan mengikuti nilai-nilai Pancasila.
Q: Bagaimana dampak jangka panjang dari kegiatan ini?
A: Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari program-program yang lebih luas, seperti Kampung Pancasila dan pengembangan bumi perkemahan untuk menunjang kegiatan Pramuka di masa depan.
Q: Apa yang membuat kegiatan ini unik?
A: Kegiatan ini berhasil meraih tiga rekor MURI sekaligus, yang menunjukkan kerja sama besar antara Pemkot Surabaya dan Pramuka dalam membangun karakter masyarakat.***

>

Saat ini belum ada komentar