Rekor MURI Pramuka Surabaya: Basuh Kaki Orang Tua, Pengukuhan Garuda, dan Demonstrasi Semaphore
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya menjadi pusat perhatian nasional setelah Pramuka Kota Surabaya berhasil mencatatkan tiga rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kegiatan ini berlangsung di Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu, 20 Juni 2026, dengan partisipasi yang sangat besar dari peserta. Tiga rekor yang diraih adalah Basuh Kaki Orang Tua, Pengukuhan Garuda, dan Demonstrasi Semaphore.
Pencapaian yang Mengesankan
Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Pramuka Kota Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan total peserta sebanyak 65 ribu untuk Pengukuhan Garuda, 130 ribu peserta dalam aktivitas Basuh Kaki Orang Tua, dan 41.337 peserta dalam Demonstrasi Semaphore. Angka ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari masyarakat kota pesisir tersebut.
“Kami bersyukur bisa meraih tiga rekor MURI sekaligus. Ini juga menjadi bentuk komitmen kami dalam mengedepankan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan Pramuka,” ujar Eri Cahyadi dalam pernyataannya.
Pramuka sebagai Benteng Pendidikan Karakter
Eri Cahyadi menekankan bahwa Pramuka tidak hanya menjadi wadah kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga sebagai alat pendidikan karakter yang penting bagi generasi muda. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat anak-anak dalam mengikuti kegiatan Pramuka, terutama karena selama ini banyak siswa yang merasa kurang tertarik karena dianggap monoton.
“Pramuka harus menjadi bagian dari pendidikan yang menyentuh hati dan jiwa. Dengan demikian, ketika mereka dewasa, mereka akan memiliki dasar yang kuat dalam menjalani kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Kolaborasi dengan Kampung Pancasila
Selain itu, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk bekerja sama dengan Pramuka dalam menggerakkan Kampung Pancasila. Tujuan dari kolaborasi ini adalah untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila sejak dini, sehingga dapat menjadi fondasi kehidupan sosial yang harmonis.
Pembangunan Bumi Perkemahan di Jeruk
Untuk mendukung pengembangan kegiatan Pramuka di masa depan, Pemkot Surabaya juga akan menyiapkan tempat bumi perkemahan di wilayah Jeruk, Kecamatan Lakarsantri. Eri Cahyadi berharap, dengan adanya fasilitas ini, kegiatan Pramuka dapat lebih berkembang dan menjangkau lebih banyak peserta.
Peran Ketua Harian Kwarcab Pramuka
Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kota Surabaya, Siti Mariyam, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar di beberapa titik strategis di Surabaya, seperti Stadion GBT, Tugu Pahlawan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, SMK Negeri 5 Surabaya, dan sekolah-sekolah. Sentral utamanya berada di GBT.
Mariyam menilai, kegiatan ini merupakan langkah penting dalam membangkitkan minat anak muda terhadap Pramuka. “Kami ingin menunjukkan bahwa Pramuka bukan hanya tentang seragam, tetapi juga tentang nilai-nilai kebersamaan, kesetiakawanan, dan tanggung jawab,” katanya.
Pentingnya Nilai Budaya dan Agama
Eri Cahyadi juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan Basuh Kaki Orang Tua yang dianggap sebagai bentuk pengingat akan pentingnya menghormati orang tua. Menurutnya, kegiatan ini sesuai dengan prinsip agama, yang menekankan pentingnya rasa syukur dan penghargaan terhadap keluarga.
“Ridhonya Gusti Allah adalah ridhonya orang tua. Inilah yang ingin kami sampaikan melalui kegiatan ini,” imbuhnya.
Kesiapan Infrastruktur untuk Masa Depan
Dalam rangka meningkatkan kualitas kegiatan Pramuka, Pemkot Surabaya juga sedang mempersiapkan infrastruktur yang lebih baik. Selain bumi perkemahan, pihaknya juga akan fokus pada pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia yang terlibat dalam kegiatan Pramuka.
Tantangan dan Solusi
Meski ada tantangan dalam menghadapi generasi muda yang cenderung kurang tertarik pada kegiatan Pramuka, Eri Cahyadi optimis bahwa dengan inovasi dan pendekatan yang tepat, Pramuka masih bisa menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter bangsa.***

>

Saat ini belum ada komentar