Kebun Binatang Surabaya Jadi Pusat Konservasi Komodo yang Berhasil
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kebun Binatang Surabaya (KBS) telah membuktikan kemampuannya dalam menjaga dan mengembangbiakkan komodo, satwa endemik Indonesia yang sangat langka. Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan jumlah koleksi komodo di KBS, tetapi juga menarik perhatian lembaga konservasi internasional seperti iZoo Shizuoka di Jepang. Kerja sama ini diwujudkan melalui skema peminjaman satwa dengan tujuan memperkuat program konservasi secara global.
Proses Pengembangbiakan Komodo di KBS
Direktur Operasional Perumda KBS, Nurika Widyasanti, menjelaskan bahwa pengembangbiakan komodo di KBS dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan yang sesuai dengan habitat asli. “Jadi kalau perawatan pemberian makan dan lain sebagainya. Tapi yang paling penting secara hakikat memang sesuai dengan kebutuhan yang ada,” ujar Nurika.
Saat ini, jumlah komodo di KBS mencapai lebih dari 50 ekor. Namun, sepasang atau dua ekor komodo akan dipinjamkan ke iZoo Shizuoka. Meski demikian, proses breeding di KBS tidak akan terganggu. “Dari pemerintah pusat ada kajian-kajian tersendiri, sehingga tetap bisa mempertahankan, paling tidak secara proses breeding di KBS tidak terhenti dikarenakan kedua atau sepasang komodo ini nanti diberangkatkan ke Jepang,” jelas Nurika.
Persiapan Fasilitas di iZoo Shizuoka
Sebelum MoU ditandatangani, pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan melakukan pengecekan sarana prasarana di iZoo Shizuoka. Hasilnya menunjukkan bahwa fasilitas yang disiapkan cukup memadai untuk menampung komodo. “Jadi beliau (Menteri Kehutanan) sudah sampai ke Jepang, tahu sarana prasarana di sana, sudah ada pengaturan suhu dan lain sebagainya. Intinya menyesuaikan habitat atau kebutuhan komodo di sini,” tambah Nurika.
Kesejahteraan Satwa sebagai Prioritas Utama
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa kesejahteraan satwa menjadi prioritas utama dalam setiap proses peminjaman. “Jadi tetap menjaga masing-masing kesejahteraan satwa. Jadi nanti satwa kita komodo yang ada di Jepang itu tetap akan sama-sama dipantau,” ujar Eri.
Ia juga menjelaskan bahwa kerja sama ini bukan pertukaran, melainkan peminjaman dengan kemungkinan penarikan kembali jika diperlukan. “Jadi ketika dalam masa 5 tahun ini ada yang mungkin sakit bisa ditarik kembali. Karena ini bukan pertukaran tapi peminjaman satwa dan kita sama-sama menjaga,” jelasnya.
Sejarah Kerja Sama yang Dimulai 10 Tahun Lalu
Proses kerja sama antara KBS dan iZoo Shizuoka telah dirintis sejak 10 tahun lalu. Akhirnya, pada April 2026, penandatanganan MoU resmi dilakukan. “Dan ini (proses MoU) sudah 10 tahun yang lalu akhirnya bisa terjalin hari ini,” ujar Eri.
Dampak Positif bagi Konservasi dan Edukasi
Keberhasilan breeding komodo di KBS tidak hanya memberikan dampak positif bagi konservasi, tetapi juga menjadi contoh bagi lembaga konservasi lain di Indonesia. Dengan adanya kerja sama internasional, pengetahuan dan teknologi tentang perawatan komodo dapat saling bertukar, sehingga meningkatkan kualitas perlindungan satwa langka ini.
Selain itu, keberadaan komodo di KBS juga menjadi daya tarik bagi para pengunjung, terutama anak-anak dan pelajar, untuk lebih memahami pentingnya konservasi satwa liar. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat akan lebih sadar akan keberadaan satwa langka dan pentingnya menjaga lingkungan alaminya.***

>

Saat ini belum ada komentar