12 Ribu ASN Program Kampung Pancasila: Membangun Solidaritas Sosial di Tingkat Akar Rumput
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang dikenal dengan semangat gotong royongnya, kini menghadirkan inisiatif baru untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila di tingkat masyarakat. Program Kampung Pancasila 2026 menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam membangun solidaritas sosial dan pemberdayaan masyarakat. Dengan melibatkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pemuda, program ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan berkelanjutan.
Peran ASN dalam Penguatan Gotong Royong
Salah satu aspek utama dari Kampung Pancasila adalah keterlibatan aktif para ASN. Sebanyak 12.000 ASN diterjunkan untuk mendampingi 1.361 Rukun Warga (RW) di seluruh wilayah Surabaya. Tugas mereka tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra dalam memfasilitasi kegiatan-kegiatan sosial yang berdampak langsung pada warga setempat.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa partisipasi ASN sangat penting dalam menjaga kelangsungan program ini. Ia menyatakan bahwa peran ASN bukan hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai penggerak dan pemicu semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Kami ingin ASN tidak hanya sekadar melakukan tugas administratif, tapi juga menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat,” ujar Eri.
Gotong Royong sebagai Fondasi Kehidupan Komunitas
Gotong royong telah menjadi ciri khas masyarakat Jawa sejak lama, terutama di kota-kota besar seperti Surabaya. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, semangat tersebut mulai mengalami penurunan akibat berbagai tantangan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, Kampung Pancasila hadir sebagai upaya untuk memulihkan nilai-nilai tersebut.
Eri menggarisbawahi bahwa gotong royong tidak hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk aksi nyata. Ia mencontohkan praktik distribusi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang pernah dilakukan di masa kepemimpinan Utsman bin Affan. Menurutnya, mekanisme ini masih relevan diterapkan saat ini.
“Kita bisa belajar dari masa lalu. Ketika rakyat mampu berbagi, maka akan ada dampak positif yang luas,” katanya.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inisiatif Lokal
Selain fokus pada gotong royong, Kampung Pancasila juga menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat melalui berbagai inisiatif lokal. Di bidang lingkungan, misalnya, warga diimbau untuk memilah sampah dari rumah agar dapat dimanfaatkan secara ekonomis.
“Bayangkan jika botol plastik dipilah di masing-masing RW, kemudian dijual, uangnya bisa digunakan untuk kegiatan sosial. Ini luar biasa,” ujar Eri.
Di bidang sosial budaya, program ini juga dirancang untuk memperkuat solidaritas antarwarga, khususnya dalam membantu masyarakat kurang mampu. Eri menekankan pentingnya penyaluran bantuan yang tepat sasaran, sehingga tidak terjadi pemborosan atau ketidakadilan.
Kolaborasi Antar-Elemen Masyarakat
Program Kampung Pancasila tidak hanya melibatkan pemerintah dan ASN, tetapi juga berbagai elemen masyarakat lainnya. Termasuk dalam hal ini adalah mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan kelompok keagamaan. Eri menyatakan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.
“Insyaallah kita akan bergerak bersama, kita akan bergandengan tangan untuk menjadikan Surabaya sejahtera,” ujarnya.
Pengalaman Pandemi sebagai Inspirasi
Pengalaman selama pandemi Covid-19 menjadi salah satu inspirasi dalam merancang Kampung Pancasila. Saat itu, nilai gotong royong muncul secara spontan di tengah masyarakat tanpa perlu intervensi pemerintah. Hal ini kemudian dirumuskan menjadi filosofi yang lebih sistematis.
Irvan Widyanto, Kepala Satuan Tugas Kampung Pancasila Kota Surabaya, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat solidaritas sosial di tingkat RW. “Jadi diharapkan semua elemen terlibat tanpa memandang suku dan agama apa pun,” tambahnya.
Empat Pilar Utama Kampung Pancasila
Dalam pelaksanaannya, Kampung Pancasila dibagi ke dalam empat pilar utama, yaitu lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, dan sosial budaya. Setiap pilar memiliki peran masing-masing dalam membangun komunitas yang lebih kuat dan mandiri.***

>

Saat ini belum ada komentar