Pemkot Surabaya Ajak Warga Perbarui Data Sosial Ekonomi Nasional
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keakuratan data sosial ekonomi nasional. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan akses layanan publik tetap optimal dan program pemerintah dapat berjalan efektif. Dalam upaya tersebut, warga diimbau segera melakukan pengecekan dan pembaruan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui laman resmi yang telah disediakan.
Pentingnya Validasi Data DTSEN
Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. Melalui data yang akurat, pemerintah dapat menentukan prioritas pembangunan dan distribusi bantuan sosial secara lebih efisien. Namun, kondisi data yang tidak diperbarui atau tidak sesuai dengan realitas bisa menghambat akses layanan publik.
Eddy Christijanto, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya, menjelaskan bahwa hingga April 2026, sebanyak 4.040 kepala keluarga telah melakukan konfirmasi mandiri. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam memastikan validitas data.
“Konfirmasi diperlukan agar status dapat diverifikasi dan layanan tetap bisa diakses,” ujarnya.
Layanan Konfirmasi Secara Digital
Untuk memudahkan proses pembaruan data, Pemkot Surabaya menyediakan layanan konfirmasi secara daring. Masyarakat dapat mengakses situs https://surabaya.go.id/id/page/0/25002/cek-status-penonaktifan-nik untuk memastikan kesesuaian data dan melakukan pembaruan. Setelah diverifikasi dan dinyatakan memenuhi ketentuan, akses layanan akan dipulihkan.
Proses ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akurasi data yang digunakan dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah. Dengan demikian, setiap warga memiliki peran penting dalam memastikan bahwa informasi yang dimiliki benar-benar mencerminkan kondisi riil.
Dampak Kebijakan pada Layanan Publik
Kebijakan penyesuaian status layanan bagi warga dengan kondisi tertentu berdampak pada beberapa layanan publik. Misalnya, warga yang tidak ditemukan dalam hasil survei DTSEN atau tidak memenuhi kewajiban pemberian nafkah anak setelah perceraian sesuai putusan pengadilan akan mengalami pembatasan akses layanan.
“Pada kondisi tersebut, Nomor Induk Kependudukan (NIK) dibatasi sementara dari akses layanan publik yang terintegrasi dalam sistem Pemkot Surabaya, baik layanan digital maupun administratif,” jelas Eddy.
Meski begitu, pembatasan tersebut bersifat sementara. Warga tetap memiliki kesempatan memperbarui data kapan saja, baik secara daring maupun melalui kantor kelurahan.
Partisipasi Masyarakat sebagai Kunci Sukses
Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci sukses dalam penerapan kebijakan ini. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat merancang program yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Selain itu, partisipasi ini juga menjadi bentuk tanggung jawab sosial, di mana setiap individu ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Validitas DTSEN menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat dalam memastikan keakuratan data menjadi kunci agar program pembangunan berjalan efektif pada 2026 hingga 2027,” tambah Eddy.
Dengan langkah-langkah yang dilakukan, Pemkot Surabaya menunjukkan komitmen dalam menjaga kualitas data dan memastikan layanan publik dapat dinikmati oleh seluruh warga. Masyarakat diharapkan dapat mendukung inisiatif ini dengan segera melakukan pengecekan dan pembaruan data DTSEN.***

>
>
Saat ini belum ada komentar