Zohran Mamdani, Wali Kota yang Mengubah Strategi Komunikasi Pemerintah
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Wali kota New York, Zohran Mamdani, dikenal sebagai figur yang sangat memperhatikan peran media sosial dalam komunikasi pemerintahan. Dalam beberapa tahun terakhir, ia telah membangun hubungan kuat dengan para pengguna media sosial dan influencer, yang menjadi salah satu alat utamanya dalam menyampaikan pesan ke masyarakat. Kini, kebijakan pemerintahannya mengalami perubahan signifikan terkait penggunaan aplikasi TikTok.
Perubahan Kebijakan Pemerintah
Pada 2023, New York bergabung dengan sejumlah kota dan negara bagian lain yang melarang penggunaan TikTok di perangkat pemerintah. Alasan utama dari larangan ini adalah kekhawatiran akan potensi akses data sensitif oleh perusahaan asal Tiongkok, ByteDance. Namun, kebijakan tersebut kini mulai berubah.
Pada awal tahun ini, terjadi kesepakatan yang mengubah kepemilikan TikTok. Aplikasi populer ini kini dimiliki oleh kelompok investor non-Tiongkok, yang menjadi dasar bagi pemerintah untuk merevisi aturan penggunaannya. Sebagai hasilnya, pihak administrasi Mamdani mengumumkan bahwa lembaga pemerintah kota dapat menggunakan TikTok, tetapi dengan aturan ketat.
Aturan Penggunaan TikTok untuk Lembaga Pemerintah
Untuk memastikan keamanan data, city agencies harus menunjuk staf khusus yang bertanggung jawab atas penggunaan TikTok. Selain itu, perangkat khusus yang diberikan pemerintah hanya digunakan untuk aplikasi ini. Akun TikTok juga harus dibuat menggunakan kredensial yang dikelola oleh lembaga, bukan akun pribadi.
Materi yang disebarkan melalui TikTok harus sesuai dengan tujuan komunikasi pemerintah, seperti informasi tentang layanan gratis, situasi darurat, acara mendatang, dan lainnya. Tujuannya adalah membuka saluran komunikasi baru dengan warga kota dan memberikan informasi yang diperlukan.
Penjelasan dari Pihak Administrasi
Dalam sebuah memo yang dikirimkan ke lembaga pemerintah, NYC Cyber Command menyatakan bahwa pemerintah kota berkomitmen untuk menggunakan setiap alat yang tersedia dalam komunikasi dengan warga New York. âDi saat masyarakat lebih sering mencari informasi dari pemerintah, kami ingin membuka jalur komunikasi baru dan membantu menyampaikan informasi yang dibutuhkan warga,â tulis memo tersebut.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah kota semakin sadar akan pentingnya platform digital dalam menjalankan tugasnya. Dengan mengizinkan penggunaan TikTok, mereka tidak hanya memperluas jangkauan audiens, tetapi juga memperkuat hubungan dengan generasi muda yang lebih aktif di media sosial.
Tanggapan dari Masyarakat
Beberapa kalangan menyambut baik kebijakan ini, karena dinilai sebagai langkah progresif dalam menghadapi tantangan komunikasi modern. Namun, ada juga yang khawatir tentang risiko keamanan data. Meski demikian, pihak pemerintah berusaha meminimalkan risiko tersebut dengan aturan yang ketat dan pengawasan yang terstruktur.
Keputusan Mamdani juga menjadi contoh bagaimana pemimpin modern dapat memadukan teknologi dan inovasi dalam menjalankan pemerintahan. Dengan mengambil langkah-langkah yang tepat, ia membuktikan bahwa penggunaan media sosial bisa menjadi alat efektif dalam membangun hubungan yang lebih baik antara pemerintah dan rakyat.***

>
>
>
>
Saat ini belum ada komentar