Berlubang Tantangan Infrastruktur Jalan Saat Mudik Lebaran 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Permasalahan jalan berlubang di jalur mudik Jawa Timur dan Bali menjadi perhatian serius menjelang Lebaran 2026. Meski sejumlah perbaikan telah dilakukan, kondisi jalan masih menjadi ancaman bagi para pemudik yang tidak waspada. Data dari Kementerian Pekerjaan Umum Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali menunjukkan bahwa dalam waktu 2,5 bulan, terdapat 17.787 lubang di jalan nasional wilayah tersebut.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.237 lubang sudah diperbaiki, namun masih tersisa 550 lubang yang belum ditangani. Di Jawa Timur, 492 lubang tersebar di 38 kabupaten dan kota, sedangkan di Bali terdapat 58 lubang. Salah satu area yang menjadi fokus adalah Suramadu, tempat terdapat 1.009 titik lubang jalan dan penambahan 339 lubang baru. Dari total tersebut, 1.341 lubang sudah ditutup, tetapi masih ada tujuh lubang yang belum diperbaiki.
Kondisi lubang jalan sangat bervariasi. Beberapa memiliki diameter kecil, tetapi kerusakannya dalam, sementara lainnya berdiameter lebar tetapi dangkal. Banyak lubang yang lebar dan dalam serta digenangi air. Meskipun ukurannya berbeda, semua lubang tetap membahayakan pengendara, terutama pengguna sepeda motor yang paling rentan terhadap kecelakaan.
Selain itu, jalan berlubang juga bisa merusak kendaraan. Kerusakan seperti pecah ban, velg bengkok, dan gangguan suspensi sering terjadi. Selain itu, jalan rusak dapat memicu kemacetan karena kendaraan harus melaju pelan untuk menghindari lubang.
Upaya Perbaikan Jalan Sebelum Lebaran
Untuk mengurangi risiko buruk, Kepala BBPJN Jatim-Bali Javid Hurriyanto menyatakan bahwa penambalan lubang akan segera dilakukan. Tim khusus penutup lubang telah dikerahkan dengan target penyelesaian dalam dua hari atau maksimal H-10 Lebaran. Metode yang digunakan adalah patching, yang menggunakan alat cold milling machine (CMM) untuk mengelupas, mengeruk, dan meratakan lapisan aspal rusak. Fokus utama pada ruas jalan dengan volume lalu lintas tinggi.
Namun, penanganan ini hanya bersifat sementara. Setelah Lebaran, penanganan permanen akan dilakukan. Tujuan utamanya adalah memastikan tidak ada lubang terbuka di jalur-jalur utama mudik, sehingga kondisi jalan optimal dan aman dilalui saat puncak arus mudik.
Kesiapan Infrastruktur Jalan di Wilayah Jatim dan Bali
Secara keseluruhan, infrastruktur jalan nasional di Jawa Timur dan Bali dinilai siap mendukung arus mudik dan balik warga menjelang Idul Fitri 2026. Sepanjang semester II tahun 2025, tingkat kemantapan jalan nasional di Jawa Timur mencapai 93,27 persen atau 2.107 kilometer. Sementara di Bali, tingkat kemantapan jalan nasional mencapai 97,13 persen atau 570 km.
Meski demikian, kejadian korban jiwa akibat jalan rusak dan berlubang masih sering terjadi. Di Sidoarjo, Jawa Timur, misalnya, seorang pengendara motor meninggal setelah terjatuh saat menghindari jalan rusak dan kemudian ditabrak truk dari arah berlawanan. Kejadian ini menunjukkan pentingnya mitigasi jalan rusak yang harus disiapkan secara lebih matang.
Respons Pemerintah Daerah dan Masyarakat
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Sidoarjo untuk memperbaiki Jalan Lingkar Timur. Percepatan perbaikan dilakukan baik pada malam maupun siang hari untuk mencegah jatuhnya korban jiwa. Dari 25 lokasi jalan rusak dan berlubang, 16 lokasi sudah diperbaiki, sedangkan sembilan lokasi lainnya masih dalam proses.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran program pagu indikatif wilayah kecamatan agar setiap kecamatan bisa melakukan perbaikan jalan secara mandiri. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses perbaikan tanpa menunggu bantuan dari dinas pusat.
Inisiatif Warga dan Kritik terhadap Pemda
Di tengah upaya pemerintah, inisiatif warga juga terlihat. Misalnya, Riaman yang kerap berkeliling desa menambal jalan berlubang di Sidoarjo. Ia mengatakan bahwa aksi ini dilakukan untuk mencegah kecelakaan, meski kemampuannya terbatas. Ia berharap pemerintah daerah lebih cepat tanggap dalam menangani jalan rusak.
Pakar transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam memuluskan agenda mudik. Ia menyoroti pentingnya memperhatikan kelayakan jalan arteri, bukan hanya jalan tol. Kelayakan jalan nasional saat arus mudik Lebaran bisa menjadi solusi mengurai penumpukan kendaraan di tol.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar