DPD PDIP Jatim Nilai Surat Duka Megawati ke Iran Cerminkan Sikap Kenegarawanan dan Komitmen Perdamaian Dunia
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur (PDIP Jatim) menilai langkah Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, yang menyampaikan surat duka kepada Pemerintah Republik Islam Iran atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, sebagai bentuk sikap kenegarawanan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyebut pesan tersebut bukan sekadar ungkapan simpati, melainkan juga mengandung pesan moral bagi komunitas internasional di tengah meningkatnya ketegangan global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Tekankan Dialog dan Hukum Internasional
Menurut Deni, dalam situasi geopolitik yang penuh tekanan, pernyataan Megawati menjadi pengingat bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui dialog, perundingan yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional.
“Dalam situasi global yang penuh ketegangan seperti saat ini, pernyataan Ibu Megawati mengingatkan kembali bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui dialog, perundingan yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional. Ini adalah sikap kenegarawanan yang konsisten dengan tradisi diplomasi Indonesia sejak era Bung Karno,” ujarnya.
Dalam surat tersebut, Megawati menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran serta mengenang Ayatollah Ali Khamenei sebagai ulama sekaligus pemimpin negara yang memimpin bangsanya dalam dinamika geopolitik yang kompleks.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga prinsip penyelesaian konflik melalui jalur damai serta menolak tindakan agresi militer sepihak yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan maupun dunia.
Sejalan dengan Semangat Konferensi Asia-Afrika
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memandang sikap tersebut mencerminkan kesinambungan nilai-nilai politik luar negeri Indonesia, seperti solidaritas antarbangsa, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta komitmen terhadap perdamaian global.
Deni menyebut pandangan Megawati sejalan dengan semangat Konferensi Asia-Afrika yang melahirkan Dasasila Bandung sebagai pedoman etika hubungan internasional bagi negara-negara yang menolak kolonialisme dan dominasi kekuatan besar.
“Semangat Dasasila Bandung menempatkan penghormatan terhadap kedaulatan negara, penyelesaian sengketa secara damai, dan solidaritas antarbangsa sebagai prinsip utama. Dalam konteks krisis Timur Tengah hari ini, pesan yang disampaikan Ibu Megawati terasa relevan sebagai pengingat moral bagi dunia internasional,” jelasnya.
Warisan Geopolitik Bung Karno
DPD PDIP Jatim juga melihat sikap tersebut sebagai kesinambungan pemikiran geopolitik Indonesia yang dirintis oleh Presiden pertama RI, Sukarno, yakni membangun tatanan dunia yang lebih adil dan bebas dari imperialisme maupun hegemoni kekuatan besar.
Menurut Deni, Megawati tidak hanya berbicara sebagai tokoh politik nasional, tetapi sebagai negarawan yang mengingatkan kembali pentingnya membangun perdamaian melalui dialog dan penghormatan terhadap martabat setiap bangsa.
PDIP Jatim: Harapan Meredanya Ketegangan Timur Tengah
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur berharap ketegangan di kawasan Timur Tengah dapat segera mereda melalui jalur diplomasi dan perundingan damai, sehingga stabilitas kawasan dapat dipulihkan dan penderitaan masyarakat sipil dapat dihindari.
“Warisan pemikiran Bung Karno tentang persaudaraan bangsa-bangsa dan tatanan dunia yang lebih adil tetap relevan hingga hari ini. Nilai-nilai itulah yang kembali diingatkan oleh Ibu Megawati di tengah krisis global yang sedang terjadi,” tutup Deni Wicaksono. ***

>
>
>
