Bupati Blitar Hadiri Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Perkuat Kolaborasi Pengendalian Inflasi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Bupati Kabupaten Blitar, Drs. H. Rijanto, MM, turut serta dalam pertemuan tingkat tinggi yang diselenggarakan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Jawa Timur tahun 2026. Acara ini berlangsung di Gedung Grahadi, Surabaya, pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, serta para bupati dan wali kota se-Jawa Timur.
Tujuan Utama Pertemuan
Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas inflasi daerah. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi transaksi pemerintahan daerah. Dengan adanya kolaborasi yang lebih erat, diharapkan pengendalian inflasi dapat dilakukan secara lebih terstruktur, terukur, dan responsif terhadap dinamika harga kebutuhan pokok di masyarakat.
Inovasi EPIK Mobil sebagai Solusi Pengendalian Inflasi
Dalam acara tersebut, Gubernur Jawa Timur juga meluncurkan inovasi baru bernama EPIK (Etalase Pengendali Inflasi Kabupaten/Kota) Mobil. Kendaraan ini dirancang sebagai solusi untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah. EPIK Mobil menyediakan berbagai jenis barang kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan bahan sembako lainnya dengan harga yang terjangkau.
Menurut Bupati Blitar, inisiatif ini sangat penting untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam menghadapi fluktuasi harga yang sering kali memengaruhi daya beli masyarakat. “EPIK Mobil merupakan langkah strategis yang bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok tanpa khawatir terkena kenaikan harga yang tidak terkendali,” ujarnya.
Peran Pemerintah Daerah dalam Stabilitas Ekonomi
Selain fokus pada pengendalian inflasi, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Dalam diskusi, beberapa bupati dan wali kota menyampaikan tantangan yang mereka hadapi dalam menghadapi kenaikan harga bahan pokok dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat. Mereka sepakat bahwa diperlukan kerja sama yang lebih intensif antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
“Kita harus bekerja sama dalam mengidentifikasi masalah dan mencari solusi bersama. Tidak boleh ada satu pihak yang bekerja sendiri,” kata salah satu peserta diskusi.
Langkah Konkret untuk Meningkatkan Efisiensi
Selain EPIK Mobil, pemerintah daerah juga mulai mengembangkan sistem digitalisasi transaksi pemerintahan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan anggaran serta pelayanan publik. Dengan adanya digitalisasi, diharapkan proses administrasi akan lebih cepat dan akurat.
Bupati Blitar menilai bahwa inisiatif ini sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. “Digitalisasi bukan hanya sekadar tren, tapi sudah menjadi kebutuhan. Kita harus siap menghadapi perubahan ini agar pemerintahan kita tetap modern dan efektif,” katanya.
Pertemuan tingkat tinggi TPID dan TP2DD Jawa Timur menjadi momen penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Melalui inovasi seperti EPIK Mobil dan penguatan digitalisasi, diharapkan stabilitas inflasi dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara lebih baik. Bupati Blitar berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna mewujudkan tujuan tersebut.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar