Tren Peminat Tinggi di Jalur SNBP Kampus Negeri Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) untuk perguruan tinggi negeri di Surabaya, Jawa Timur, menunjukkan peningkatan yang signifikan pada tahun akademik 2026. Hal ini mencerminkan kembali minat calon mahasiswa terhadap pendidikan tinggi swasta dan nirlaba, khususnya di wilayah ibu kota provinsi tersebut.
Surabaya memiliki 12 perguruan tinggi negeri (PTN), termasuk empat institusi pendidikan kedinasan seperti Politeknik Kesehatan, Politeknik Penerbangan, Politeknik Pelayaran, dan Akademi Angkatan Laut. Sementara itu, kampus non-kedinasan meliputi Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Universitas Terbuka (UT) Surabaya, serta dua politeknik lainnya.
Penambahan Program Studi Memicu Minat Mahasiswa
Banyak PTN di Surabaya mengalami peningkatan jumlah pendaftar karena adanya tambahan program studi baru. Di Unesa, misalnya, jumlah pendaftar SNBP meningkat hingga 26,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total 53.237 pendaftar, sebanyak 27.551 orang menjadikan Unesa sebagai pilihan pertama, sementara 25.686 orang lainnya memilihnya sebagai pilihan kedua.
Kenaikan kuota penerimaan SNBP juga terjadi, dari 6.006 menjadi 6.532 orang. Hal ini didorong oleh pembukaan sembilan program studi baru, antara lain Kedokteran Gigi, Bioteknologi, Teknik Metalurgi, dan Ilmu Komunikasi. Program studi dengan jumlah peminat terbesar adalah Manajemen, Psikologi, dan Keperawatan.
Persaingan Ketat di Bidang Kesehatan dan Teknologi
Program studi di bidang kesehatan masih menjadi yang paling diminati, dengan keketatan tertinggi. Contohnya, program studi Keperawatan, Fisioterapi, dan Kedokteran menunjukkan tingkat persaingan yang sangat tinggi. Di UPN, peningkatan jumlah peminat SNBP terutama terjadi pada program studi baru seperti Kedokteran dan Bisnis Digital, dengan kenaikan pendaftar mencapai 50 persen dan 45 persen masing-masing.
Rektor UPN Euis Nurul Hidayah menyebutkan bahwa kuota SNBP tahun ini mencapai 2.068 orang, sedangkan kuota SNBT dan jalur mandiri masing-masing sebesar 2.756 dan 2.066 orang. Peningkatan ini menunjukkan strategi pengembangan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Kampus Teknologi dan Sains Juga Menarik Minat
Di ITS, meskipun rata-rata tingkat persaingan tinggi, ada beberapa program studi dengan keketatan rendah, seperti Fisika, Matematika, dan Teknik Sistem Perkapalan. Program studi baru seperti Teknik Pertambangan juga menarik perhatian calon mahasiswa.
Rektor ITS Bambang Pramujati menyarankan calon mahasiswa agar bersiap mengikuti SNBT sebagai alternatif jika SNBP tidak lolos. Tahun ini, ITS menerima 1.617 calon mahasiswa melalui SNBP, meningkat dari 1.450 pada tahun sebelumnya.
Unair Mengalami Peningkatan Kapasitas
Universitas Airlangga (Unair) juga mengalami peningkatan jumlah pendaftar. Rektor Unair Mohammad Madyan menyatakan bahwa kapasitas kampus tahun ini berkisar antara 9.400-9.500 mahasiswa, meningkat dari 9.200-9.300 pada tahun sebelumnya. Program studi dengan keketatan tinggi di Unair antara lain Kedokteran, Farmasi, dan Psikologi.
Tren peningkatan jumlah peminat SNBP di Surabaya menunjukkan bahwa kampus negeri tetap menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa. Adanya penambahan program studi baru, peningkatan kuota penerimaan, dan keberagaman opsi pendidikan memberikan peluang yang lebih luas bagi siswa untuk meraih kesempatan belajar di perguruan tinggi negeri.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar