Satres PPA-PPO, Kolaborasi Pemkot dan Polrestabes Surabaya dalam Perlindungan Anak dan Perempuan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Polrestabes Surabaya telah menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat perlindungan anak dan perempuan melalui inisiatif baru. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pembentukan Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO). Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi masyarakat kota.
Langkah Strategis dalam Perlindungan Anak dan Perempuan
Komitmen tersebut disampaikan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat ia mengunjungi pelaksanaan Bazar Kendaraan Bermotor di Polrestabes Surabaya. Ia menekankan bahwa pembentukan Satres PPA-PPO merupakan langkah penting dalam memperkuat program perlindungan perempuan dan anak di Kota Pahlawan.
“Alhamdulillah di Polrestabes sekarang itu ada Kasat baru yang berhubungan dengan perempuan dan anak. Sehingga nanti program kita untuk perempuan dan anak itu bisa lebih masif lagi,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga memiliki program khusus untuk membantu perempuan pengemudi ojek online (ojol) agar tidak membawa anak saat bekerja. Hal ini dilakukan karena risiko yang terkait dengan keselamatan anak di jalan raya.
Penemuan yang Memicu Tindakan
Program ini lahir dari sebuah temuan yang ditemukan oleh salah satu pengemudi ojol yang membawa anaknya saat bekerja. Menurut Eri, kejadian ini menjadi dasar untuk mengambil tindakan. “Pada waktu itu Pak Kapolres sedang makan, ada driver Ojol yang kehilangan helm. Ditanyalah sama Pak Kapolres, nah ternyata (driver itu) juga mengajak putranya,” katanya.
Anak tersebut masih berusia empat tahun dan berpotensi mengalami bahaya jika terus diajak bekerja di jalan. “Ketika mengajak putranya, maka kita berkoordinasi, anak ini tadi saya panggil ibunya agar tidak lagi membawa anaknya bekerja, kan bahaya,” tambahnya.
Solusi yang Diberikan oleh Pemkot Surabaya
Untuk menjawab isu ini, Pemkot Surabaya memberikan solusi dengan memfasilitasi pendidikan dan penitipan anak kepada Ojol tersebut. “Anaknya umur 4 tahun. Alhamdulillah kita sekolahkan di PAUDnya pemerintah kota, yang kita juga ada penitipan,” ujar Eri.
Ia menegaskan bahwa ke depan, Pemkot akan berkolaborasi dengan Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya untuk memberikan imbauan kepada seluruh pengemudi ojol perempuan agar tidak membawa anak saat bekerja. “Sehingga saya juga menyampaikan untuk Kepala Dinas Perempuan dan Anak, nanti dengan Kasat PPA-PPO Polrestabes Surabaya agar mengundang seluruh ojol wanita untuk memberikan imbauan agar tidak mengajak anak saat bekerja,” jelasnya.
Fasilitas yang Disiapkan untuk Kesejahteraan Anak
Pemkot Surabaya telah menyiapkan fasilitas penitipan anak, khususnya bagi para pengemudi ojol perempuan. Menurut Eri, langkah ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi anak. “Pemerintah kota akan berkolaborasi untuk itu, baik sekolahnya maupun penitipan anaknya. Sehingga anak ini akan merasakan kenyamanan dan ketenangan dan tidak bahaya,” imbuhnya.
Dukungan dari Kapolrestabes Surabaya
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menyatakan dukungan penuh terhadap program Pemkot Surabaya melalui kolaborasi Satres PPA-PPO yang baru dibentuk. “Tentu saya akan minta untuk Bu Kasat yang baru agar segera berkolaborasi dengan timnya Pak Wali Kota dalam rangka mendukung program beliau. Untuk menciptakan Kota Surabaya yang ramah anak dan perempuan,” pungkasnya.

>

Saat ini belum ada komentar