Banjir yang Masih Mengancam Wilayah Lamongan, Pemkab Perpanjang Status Darurat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Β Banjir yang terjadi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, masih menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Hingga hari ini, banjir tersebut belum surut dan melibatkan enam kecamatan yang terdampak secara signifikan. Akibatnya, pemerintah daerah memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi hingga 26 Januari 2026. Keputusan ini dikeluarkan untuk memastikan penanganan yang lebih efektif dan koordinasi yang baik antara berbagai instansi terkait.
Penyebab Banjir yang Berlangsung Lama
Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, banjir di Lamongan disebabkan oleh curah hujan yang tinggi sejak Desember 2025. Kondisi ini diperparah oleh aliran air kiriman dari Waduk Gondang yang menyebabkan debit air Sungai Bengawan Jero meningkat drastis. Hal ini membuat ketinggian air di sejumlah wilayah meningkat dan menggenangi rumah-rumah serta fasilitas umum.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, menjelaskan bahwa keputusan perpanjangan status darurat bencana telah diambil dengan dasar pertimbangan kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan potensi risiko banjir yang bisa terulang. βSK Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi diperpanjang hingga 26 Januari 2026,β ujarnya.
Kondisi Terkini dan Upaya Penanggulangan
Meskipun banjir belum surut sepenuhnya, saat ini genangan air terpantau stabil. Tidak ada korban jiwa maupun pengungsian yang dilaporkan. Namun, pihak BPBD tetap melakukan pemantauan intensif terhadap ketinggian air sungai dan genangan di lokasi-lokasi yang terdampak.
Petugas BPBD juga aktif dalam mengoperasikan pompa-pompa air di beberapa titik strategis. Misalnya, dua unit pompa di Rumah Pompa Kalitengah terus beroperasi sementara pintu air dibuka untuk mengurangi debit air. Selain itu, tujuh unit pompa lainnya diterjunkan di area Kuro Air di Melik guna membantu proses pengeringan.
Wilayah Terdampak Banjir di Lamongan
Beberapa kecamatan di Lamongan masih mengalami dampak banjir yang cukup parah. Berikut adalah daftar desa-desa yang terkena dampak banjir:
- Kecamatan Kalitengah
- Desa Bojoasri: Genangan mencapai 10β63 cm.
- Desa Blajo: Genangan mencapai 10β48 cm.
- Desa Somosari: Genangan mencapai 10β41 cm.
- Desa Jelakcatur: Genangan mencapai 10β43 cm.
- Desa Pucangro: Genangan mencapai 10β38 cm.
- Desa Tiwet: Genangan mencapai 10β40 cm.
- Desa Pucangtelu: Genangan mencapai 10β37 cm.
Desa Gambuhan: Genangan mencapai 10β35 cm.
Kecamatan Turi
- Desa Putat Kumpul: Genangan mencapai 10β45 cm.
- Desa Kemlagigede: Genangan mencapai 10β34 cm.
- Desa Kemlagilor: Genangan mencapai 10β35 cm.
- Desa Pomahanjanggan: Genangan mencapai 10β46 cm.
- Desa Kepudibener: Genangan mencapai 10β40 cm.
- Desa Bambang: Genangan mencapai 10β34 cm.
- Desa Karangwedoro: Genangan mencapai 10β31 cm.
- Desa Gedongboyountung: Genangan mencapai 10β31 cm.
- Desa Turi: Genangan mencapai 10β31 cm.
Desa Tambakploso: Genangan mencapai 10β31 cm.
Kecamatan Karangbinangun
- Desa Ketapangtelu: Genangan mencapai 10β31 cm.
- Desa Somowinangun: Genangan mencapai 10β39 cm.
- Desa Sukorejo: Genangan mencapai 10β31 cm.
- Desa Waruk: Genangan mencapai 10β34 cm.
- Desa Karanganom: Genangan mencapai 10β31 cm.
- Desa Blawi: Genangan mencapai 10β29 cm.
- Desa Baranggayam: Genangan mencapai 10β31 cm.
Desa Putatbangah: Genangan mencapai 10β31 cm.
Kecamatan Deket
- Desa Weduni: Genangan mencapai 10β35 cm.
- Desa Tukerto: Genangan mencapai 10β34 cm.
- Desa Sidomulyo: Genangan mencapai 10β36 cm.
Desa Laladan: Genangan mencapai 10β37 cm.
Kecamatan Glagah
- Desa Morocalan: Genangan mencapai 10β36 cm.
- Desa Gempolpendowo: Genangan mencapai 10β31 cm.
- Desa Soko: Genangan mencapai 10β38 cm.
- Desa Rayunggumuk: Genangan mencapai 10β31 cm.
- Desa Pasi: Genangan mencapai 10β30 cm.
- Desa Margoanyar: Genangan mencapai 10β31 cm.
- Desa Mendogo: Genangan mencapai 10β28 cm.
- Desa Menganti: Genangan mencapai 10β34 cm.
Desa Medang: Genangan mencapai 10β26 cm.
Kecamatan Lamongan
- Total rumah tergenang: 2.823 unit.
- Tempat Ibadah: 18 unit.
- Fasilitas pendidikan (sekolah): 76 unit.
- Puskesmas pembantu: 4 unit.
- Fasilitas umum (kantor desa): 5 unit.
Upaya Pemerintah dalam Menangani Bencana
Pemerintah Kabupaten Lamongan terus berupaya untuk menangani banjir dengan berbagai langkah. Salah satunya adalah memastikan pasokan logistik seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan medis tersedia di tempat-tempat pengungsian. Meski tidak ada pengungsian yang dilaporkan, pihak BPBD tetap siaga dan siap menangani situasi darurat jika terjadi perubahan kondisi.
Selain itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah setempat. Dengan demikian, semua pihak dapat bekerja sama dalam mengurangi dampak banjir dan memastikan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar