18 Kasus Penyebaran “Super Flu” di Jawa Timur, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengungkapkan bahwa sebanyak 18 kasus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai “super flu” telah terdeteksi sepanjang periode September hingga November 2025. Temuan ini berasal dari hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim melalui sistem surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di sejumlah fasilitas kesehatan, kemudian dianalisis di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya dan Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (Biokes) Jakarta.
Fokus pada Kelompok Anak dan Remaja
Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja dengan proporsi seimbang antara laki-laki dan perempuan. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa kondisi tersebut masih dalam kendali dan tidak menunjukkan tingkat keparahan lebih tinggi dibandingkan varian influenza lainnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu panik menghadapi temuan ini. Ia menegaskan bahwa virus influenza A (H3N2) subclade K tidak berbahaya dan tidak mematikan. Di Jawa Timur, kondisi ini masih terkendali dengan baik. Munculnya varian ini merupakan hal yang wajar dalam perkembangan virus influenza dan terus dipantau oleh para ahli melalui pemantauan ilmiah. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Langkah Antisipatif yang Diperkuat
Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat langkah antisipatif, mulai dari pemantauan rutin surveilans ILI-SARI, koordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI, hingga pelaporan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) serta aplikasi NAR. Edukasi kepada masyarakat juga digencarkan, terutama terkait etika batuk, penggunaan masker di ruang tertutup, serta vaksinasi influenza bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.
Khofifah menambahkan bahwa pihaknya akan menerbitkan Surat Edaran kewaspadaan ISPA sebagai bagian dari upaya pencegahan. Dengan langkah ini, ia berharap kewaspadaan masyarakat dapat ditingkatkan tanpa menimbulkan kepanikan.
Peran Masyarakat dalam Pencegahan
Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan. Tindakan sederhana seperti mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker saat berada di tempat umum, serta menghindari kerumunan dapat menjadi langkah efektif dalam mencegah penyebaran virus. Selain itu, vaksinasi influenza juga menjadi prioritas utama, terutama bagi kelompok rentan yang memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi parah.
Informasi dan Edukasi yang Terus Dilakukan
Selain upaya pencegahan, pemerintah juga aktif dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Melalui berbagai saluran, termasuk media massa dan platform digital, masyarakat diberi pemahaman tentang gejala-gejala yang muncul akibat infeksi virus H3N2 subclade K. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengenali tanda-tanda awal penyakit dan segera mengambil tindakan yang tepat.
Kesiapan Sistem Kesehatan
Sistem kesehatan di Jawa Timur telah siap menghadapi potensi penyebaran virus. Fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah telah dilengkapi dengan protokol pencegahan dan penanganan yang sesuai dengan standar nasional. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat terus diperkuat untuk memastikan respons cepat dan akurat dalam menghadapi situasi darurat kesehatan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar