Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » LEGISLATIF » Perdebatan Pilkada oleh DPRD dan Ancaman terhadap Kedaulatan Rakyat

Perdebatan Pilkada oleh DPRD dan Ancaman terhadap Kedaulatan Rakyat

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Pemilihan kepala daerah (pilkada) yang diadakan secara langsung selama ini menjadi salah satu bentuk perwujudan demokrasi yang diperjuangkan sejak era reformasi. Namun, kini muncul wacana untuk mengembalikan pemilihan tersebut kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Wacana ini tidak hanya menimbulkan kontroversi, tetapi juga dianggap sebagai ancaman serius terhadap kedaulatan rakyat.

Direktur Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati, menyatakan bahwa pilkada oleh DPRD adalah pengkhianatan terhadap cita-cita reformasi. Menurutnya, keputusan ini justru memperkuat posisi oligarki daerah dan membatasi hak suara rakyat. “Kita tidak boleh membiarkan demokrasi kita menciut hanya karena alasan efisiensi semu yang justru memperkuat posisi oligarki daerah,” ujarnya.

Wacana ini mulai digulirkan oleh beberapa partai politik seperti Golkar, Gerindra, PKB, dan Nasdem. Sementara PAN, PKS, dan Demokrat masih melakukan kajian mendalam. Hanya Partai PDI Perjuangan yang memberikan penolakan tegas terhadap wacana ini.

Neni menilai bahwa pilkada langsung merupakan instrumen utama bagi rakyat untuk memiliki kuasa penuh dalam menentukan nasib daerahnya. Ia menegaskan bahwa mengembalikan pemilihan kepada DPRD sama saja dengan memenjarakan hak suara rakyat dalam gedung parlemen. “Deep Indonesia memandang ini sebagai bentuk elite capture. Kepala daerah nantinya tidak lagi berhutang budi kepada konstituen, melainkan kepada segelintir pimpinan fraksi partai politik,” ujar Neni.

Biaya Politik dan Logika yang Menyesatkan

Argumen bahwa pilkada langsung boros anggaran sering digunakan sebagai alasan untuk mengubah sistem pemilihan. Namun, Neni menilai logika ini menyesatkan. Menurutnya, demokrasi memang berbiaya, karena itu adalah investasi untuk akuntabilitas. Ia menegaskan bahwa biaya politik tidak akan hilang jika sistem pemilihan diubah. Justru, biaya tersebut akan berpindah dari panggung terbuka ke “pasar gelap” transaksional ruang-ruang tertutup.

Potensi politik uang justru semakin pekat karena kandidat hanya perlu melobi puluhan anggota dewan, bukan meyakinkan jutaan rakyat. Satu kursi bisa dihargai dengan biaya yang sangat tidak wajar. Neni menyoroti bahwa partai dan kandidat sering kali mengeluh tentang biaya politik mahal, tetapi tidak pernah mencerminkannya dalam laporan dana kampanye. Kandidat hanya melaporkan dana kampanye asal-asalan dan prosedural untuk menggugurkan kewajiban.

Transparansi Dana Kampanye dan Kebutuhan Akuntabilitas

Temuan DEEP Indonesia pada Pemilihan Serentak 2024 menunjukkan bahwa banyak kandidat kepala daerah melaporkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK), Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK), dan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) yang minim. Padahal, mereka sering melakukan kampanye serta memasang baliho dan spanduk dimana-mana.

Neni menekankan bahwa solusi atas masalah biaya politik bukanlah mengubah sistem pemilihan, tetapi meningkatkan transparansi dana kampanye. Ini agar publik dapat melihat secara komprehensif termasuk menjawab dan membongkar persoalan apakah benar atau tidak ada mahar politik yang sudah ditetapkan internal partai.

Sentimen Publik terhadap Wacana Pilkada oleh DPRD

Berdasarkan data dari Deep Intelligence Research (DIR), yang melakukan penarikan data dari tanggal 27 Desember hingga 3 Januari 2025 pukul 20.00 WIB dengan keyword “Pilkada Tidak Langsung” dan “Pilkada Dipilih DPRD”, terdapat 281 pemberitaan pada media cetak, online, dan elektronik. Dengan sentimen positif sebesar 52 persen, 1 persen netral, dan 47 persen negatif.

Dalam percakapan media sosial seperti X, Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok, sentimen lebih dominan netral dan negatif. Artinya, wacana pilkada oleh DPRD terdukung oleh elite partai, tetapi mendapat penolakan dari rakyat yang tercapture dalam percakapan sosial media.

Sikap DEEP Indonesia terhadap Wacana Pilkada oleh DPRD

Berdasarkan hasil kajian kualitatif dan kuantitatif, DEEP Indonesia menyatakan beberapa sikap:

  1. Hentikan eksperimen demokrasi yang mundur dan praktik mahar politik partai pengusung. Mengembalikan pilkada terpilih oleh DPRD bukanlah solusi. Sebab, penyebab mahalnya biaya politik adalah adanya mahar politik, pembiayaan kampanye, serta pembiayaan saksi.

  2. Transparansi dan akuntabilitas publik. Mendesak partai-partai pengusung untuk membuka ruang dialog publik yang transparan. Termasuk hasil kajian ilmiah pada internal partai bukan sekadar kesepakatan elit pada balik pintu tertutup.

  3. Penguatan integritas daerah. Meminta pemerintah untuk tetap menjaga marwah Pilkada langsung sebagai katup pengaman. Ini agar ketidakpuasan masyarakat daerah tidak meledak menjadi gerakan radikal akibat buntunya saluran aspirasi formal.

  4. Mendengarkan suara rakyat. DEEP mendesak kepada para ketua umum partai politik untuk dapat mendengarkan suara rakyat. Ini karena partai dan para legislatif yang terpilih adalah mandataris rakyat. Sehingga lebih banyak mendengar adalah kemampuan terbaik dalam komunikasi.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jungkook BTS

    Kencan Jungkook BTS dan Winter Aespa, Momen Canggung di SBS Gayo Daejeon 2025

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 205
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Winter aespa, salah satu anggota grup idola K-pop, mengalami momen yang tidak menyenangkan saat tampil di acara musik SBS Gayo Daejeon 2025. Acara yang digelar sebagai perayaan akhir tahun ini menjadi tempat ia menunjukkan kehadirannya di karpet merah. Namun, respons dari para penonton justru berbeda dibandingkan dengan rekan-rekannya di aespa. Perbedaan Respons Penonton Saat […]

  • Timnas U23 Korea Selatan

    Timnas Tantang Curacao dalam Laga Persahabatan FIFA

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 75
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Laga persahabatan antara tim nasional China dan Curacao menjadi salah satu pertandingan yang dinantikan dalam ajang FIFA Series 2026. Pertandingan ini akan berlangsung di Accor Stadium pada 27 Maret 2026, yang menjadi momen penting bagi kedua negara dalam konteks sepak bola internasional. Kehadiran Timnas China dalam Ajang FIFA Series Timnas China menghadapi laga […]

  • Senegal Akhirnya Meraih Gelar Juara Piala Afrika 2025 Setelah Dramatis

    Senegal Akhirnya Meraih Gelar Juara Piala Afrika 2025 Setelah Dramatis

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 129
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Timnas Senegal berhasil meraih gelar juara Piala Afrika 2025 setelah mengalahkan Timnas Maroko dengan skor 1-0 dalam laga final yang penuh drama. Pertandingan ini berlangsung di Stade Prince Moullay Abdallah, Rabat, dan menjadi momen penting bagi negara Afrika Barat tersebut. Permainan yang Dinamis dan Kedua Tim Sama-sama Berjuang Dalam pertandingan ini, Senegal tampil […]

  • Kejuaraan Nasional Time Rally Putaran 1- 2025 Event ke-8 Kembali Digelar Horison Aziza Solo 

    Kejuaraan Nasional Time Rally Putaran 1- 2025 Event ke-8 Kembali Digelar Horison Aziza Solo 

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 358
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Horison Aziza Solo kembali menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Time Rally 2025 yang memasuki putaran pembuka. Selain Kejurnas juga ada Fun City Rally yang diikuti family, hotel – hotel di Solo dan diikuti 105 mobil dari berbagai komunitas otomotif. Acara ini berlangsung selama dua hari, Sabtu – Minggu (21–22 Juni 2025), dengan […]

  • Operasi Ketupat 2025 Polres Trenggalek Sediakan Patroli Bensin dan Tambal Ban Gratis di JLS

    Operasi Ketupat 2025 Polres Trenggalek Sediakan Patroli Bensin dan Tambal Ban Gratis di JLS

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 421
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polres Trenggalek Polda Jatim menggelar apel gabungan Operasi Ketupat Semeru 2025 di halaman Mapolres Trenggalek, Kamis (20/3/20205). Dalam pelaksanaannya, Operasi Ketupat Semeru 2025 melibatkan personel gabungan baik Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya. Operasi tersebut, dilaksanakan selama 17 hari, mulai tanggal 23 Maret hingga 8 April 2025, […]

  • Dua Legislator Surabaya Tegaskan Komitmen Kritik Meski Berada di Koalisi Eri-Armuji

    Dua Legislator Surabaya Tegaskan Komitmen Kritik Meski Berada di Koalisi Eri-Armuji

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 359
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Anggota DPRD Surabaya, Mochamad Machmud dan Imam Syafi’i, menegaskan bahwa mereka akan terus bersikap kritis terhadap Pemerintah Kota Surabaya, meskipun Partai Demokrat dan NasDem berkoalisi dengan partai pendukung Eri Cahyadi dan Armuji dalam Pilwali Surabaya 2024. Machmud menyatakan bahwa ia akan tetap konsisten dalam menyuarakan kebenaran jika Eri – Armuji terpilih kembali untuk […]

expand_less