DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang terus berkembang, kini tengah melakukan perubahan besar-besaran di sektor pasar tradisional. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengumumkan rencana modernisasi 16 pasar tradisional yang tersebar di berbagai wilayah kota. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kenyamanan bagi masyarakat dan pedagang, serta memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah persaingan dengan pusat perbelanjaan modern.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian, menjelaskan bahwa belasan pasar tersebut telah dipilih sebagai prioritas revitalisasi. Pasar-pasar seperti Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, Pasar Wonokromo, dan lainnya akan mendapatkan peningkatan infrastruktur, fasilitas, serta penataan kawasan yang lebih baik.
Rencana Modernisasi
Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai sekitar Rp20 miliar. Dana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk peningkatan infrastruktur, perbaikan fasilitas, dan pembangunan sarana pendukung yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasar. Proses revitalisasi dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal pelaksanaan masing-masing pasar.
Beberapa pasar sudah memasuki tahapan akhir, seperti Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, dan Pasar Babaan Baru. Sementara itu, sebagian lainnya masih dalam proses pengerjaan struktur, utilitas, saluran, atau tender. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkot Surabaya dalam memberikan hasil yang maksimal tanpa mengabaikan kualitas.
Tujuan Revitalisasi
Menurut Iman, tujuan utama dari revitalisasi ini bukan hanya untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional, tetapi juga untuk menambah kapasitas stan atau lapak di beberapa pasar. Contohnya, Pasar Tembok Dukuh dan Pasar Simogunung akan diperluas agar dapat menampung lebih banyak pedagang.
Selain itu, revitalisasi juga fokus pada peningkatan kualitas bangunan, sanitasi, drainase, dan utilitas pasar. Dengan penambahan fasilitas pendukung seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), grease trap, sentra pemotongan unggas, dan fasilitas pelayanan pasar lainnya, diharapkan pasar menjadi lebih higienis dan nyaman.
Penataan Zonasi dan Pengurangan Pasar Tumpah
Revitalisasi juga bertujuan untuk menata zonasi pedagang agar aktivitas perdagangan lebih tertib dan tidak mengganggu lalu lintas. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan aman bagi pengunjung maupun warga sekitar.
Iman menekankan bahwa proyek ini dirancang untuk memenuhi standar pasar rakyat yang lebih modern. Dengan demikian, pasar tradisional di Surabaya tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi ikon kota yang bersih, aman, dan nyaman.
Modernisasi 16 pasar tradisional di Surabaya merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa pasar tradisional tetap relevan di era digital. Dengan peningkatan infrastruktur, fasilitas, dan penataan yang lebih baik, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan dan kenyamanan masyarakat serta para pedagang. Proyek ini diharapkan menjadi contoh sukses dalam pengembangan kota yang berkelanjutan dan inklusif.
FAQ
Q: Apa tujuan utama dari modernisasi pasar tradisional di Surabaya?
A: Tujuan utamanya adalah meningkatkan kenyamanan bagi masyarakat dan pedagang, serta memperkuat daya saing pasar tradisional.
Q: Berapa anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini?
A: Anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp20 miliar.
Q: Bagaimana proses revitalisasi dilakukan?
A: Proses dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal pelaksanaan masing-masing pasar.***

















