Ringkasan Berita:
Menko Airlangga Hartarto menghadiri WAIC 2026 di Shanghai untuk menggalang alih teknologi robotika cerdas dan kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok.
Indonesia resmi menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) demi memperkuat ekosistem digital global.
Pemerintah menjajaki investasi strategis dengan raksasa teknologi dunia seperti Unitree Robotics, Deep Robotics, hingga CICT-FiberHome.
Shanghai, Diagrankota.com — Pemerintah Indonesia terus bergerak aktif mengamankan posisi strategis dalam peta persaingan teknologi mutakhir dunia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memimpin langsung delegasi Indonesia menjajaki peluang emas investasi serta transfer teknologi robotika dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dari Tiongkok demi mempercepat transformasi industri nasional.
Langkah taktis ini dieksekusi Menko Airlangga di sela-sela menghadiri perhelatan akbar World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 yang digelar di Shanghai, Tiongkok. Momentum ini juga ditandai dengan deklarasi resmi pendirian organisasi kerja sama AI global, yakni World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), di mana Indonesia bertindak sebagai salah satu negara pelopornya.
“Indonesia tidak hanya perlu menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu menguasai dan mengintegrasikan teknologi robotika dengan kecerdasan buatan. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk terus membangun kemandirian teknologi maju,” tegas Airlangga Hartarto, Minggu (19/7/2026).
WAIC 2026, Bidik Penguasa 70 Persen Pangsa Pasar Robot Dunia
Dalam kunjungan kerja benchmarking ini, Menko Airlangga didampingi Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, dan jajaran pejabat eselon satu. Mereka mendatangi langsung stan Unitree Robotics, korporasi raksasa yang menguasai 70 persen pangsa pasar global untuk segmen robot berkaki empat (quadruped).
Airlangga menyaksikan simulasi canggih robot humanoid dan quadruped yang diproyeksikan untuk menggantikan tugas berisiko tinggi di sektor vital nasional. Indonesia membidik kerja sama konkret berupa perakitan unit di dalam negeri guna memperkuat hilirisasi dan kapabilitas SDM digital.
Selain Unitree, delegasi Indonesia menggelar diskusi taktis dengan Deep Robotics. Perusahaan ini spesifik memproduksi robot penyelamat untuk area tanggap darurat bencana serta operasi sektor pertambangan dan migas yang sulit dijangkau manusia. Melalui integrasi dengan vendor lokal, teknologi ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan kerja secara signifikan.
Perluas Proyek Pusat Data Bersama BUMN Tiongkok
Kunjungan maraton delegasi Indonesia ditutup di markas China Information and Communication Technologies Group (CICT) beserta anak usahanya, FiberHome. Perusahaan plat merah milik pemerintah Tiongkok ini sejatinya telah memiliki rekam jejak panjang di tanah air dalam menyuplai infrastruktur jaringan serat optik.
Ke depan, Indonesia membuka pintu investasi yang lebih lebar bagi CICT-FiberHome untuk masuk ke proyek pembangunan pusat data (data center) berskala besar serta pengadaan infrastruktur komunikasi generasi berikutnya.
Melalui kombinasi inisiatif Making Indonesia 4.0, melimpahnya modal SDM usia produktif, serta payung hukum konkrit melalui wadah WAICO, kolaborasi bilateral ini diyakini mampu mendongkrak daya saing ekonomi digital Indonesia di panggung internasional secara berkelanjutan.




















