Perjalanan Spiritual 57 Bhikkhu Menuju Candi Borobudur, Bawa Pesan Damai yang Melampaui Batas Negara
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Di bawah terik matahari Surabaya, langkah kaki para bhikkhu terdengar pelan namun penuh makna. Mereka membawa mangkuk dana dan pesan damai yang melampaui sekat negara, agama, hingga bahasa. Perjalanan ini bukan sekadar jalan kaki lintas kota, tetapi simbol doa dan pesan universal tentang perdamaian dunia.
Para bhikkhu yang tergabung dalam Indonesia Walk for Peace 2026 berjumlah 57 orang dari berbagai negara. Mereka berasal dari Thailand (42 orang), Malaysia (4 orang), Laos (3 orang), dan Indonesia (8 orang). Perjalanan mereka dimulai dari Bali dan akan berakhir di Candi Borobudur, Magelang, pada 28 Mei 2026 sebagai bagian dari rangkaian Perayaan Waisak Nasional.
Bhante Phra Phanarin Oaksonthip, Pemimpin Rombongan, Berbagi Pengalaman
Bhante Phra Phanarin Oaksonthip, pemimpin rombongan asal Thailand, menyampaikan bahwa perjalanan ini menjadi pengalaman luar biasa bagi dirinya. Ia mengaku sangat senang berada di Surabaya karena cuacanya lebih sejuk dibanding Bali.
“Saya merasa perjalanan ini sangat berharga karena saya mendapatkan banyak pengalaman dan hal baik selama datang ke Indonesia,” ujar Bhante.
Ia menekankan bahwa kebahagiaan menjadi bekal utama dalam perjalanan ini. “Perjalanan Sangha ini tidak terasa melelahkan karena yang saya dapatkan adalah kebahagiaan dan senyuman dari masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Sambutan Hangat Masyarakat Indonesia
Selama perjalanan, masyarakat Indonesia memberikan sambutan hangat kepada rombongan bhikkhu. Beberapa warga bahkan ikut berjalan bersama sambil mengabadikan momen langka tersebut. Bhikkhu Beng An asal Malaysia mengatakan bahwa semangat warga menjadi penghapus rasa lelah selama perjalanan panjang.
“Kami melakukan perjalanan di tengah cuaca panas. Namun ketika melihat umat yang antusias menyambut kami, semangat kami kembali tumbuh seketika,” ungkapnya.
Perjalanan yang Melibatkan Berbagai Kalangan
Rombongan Indonesia Walk for Peace 2026 terdiri dari peserta lintas usia. Termuda berusia 23 tahun, sementara yang tertua mencapai 67 tahun. Usia tampaknya bukan penghalang bagi mereka untuk terus melangkah.
Ketua Panitia Indonesia Walk for Peace Jawa Timur, Irwan Pontoh, menjelaskan bahwa jalur timur yang ditempuh rombongan menjadi rute terpanjang dalam perjalanan tahun ini. Selama 11 hari, para bhikkhu melintasi berbagai kota dan kabupaten sejak tiba di Denpasar pada 7 Mei 2026.
Gubernur Khofifah: Perdamaian adalah Kebutuhan Dasar Manusia
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut kedatangan para bhikkhu dengan penuh penghormatan. Ia menilai perjalanan ini sebagai pesan besar yang layak digaungkan ke seluruh dunia.
“Perdamaian merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia, apa pun ras, agama, maupun wilayahnya. Semua orang membutuhkan kehidupan yang damai,” tegasnya.
Khofifah juga menyinggung pesan sederhana yang terus diucapkan Bhante selama perjalanan. “Tadi juga disampaikan oleh pimpinan rombongan, Bhante dari Thailand, yang selalu mengatakan, ‘Berbahagialah, berbahagialah, berbahagialah,’” ujarnya.
Bagi Khofifah, suara perdamaian merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan siapa saja. “Hari ini para Bhante dari Thailand, Laos, Malaysia, dan Indonesia melakukan perjalanan ini untuk menyuarakan perdamaian dunia,” pungkasnya.***
- Penulis: Diagram Kota

>
>

Saat ini belum ada komentar