Kebun Binatang Surabaya Jadi Pilar Persahabatan RI-Jepang Melalui Kolaborasi Konservasi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 21 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kota Surabaya kini menjadi jembatan penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang. Hal ini terwujud melalui kerja sama yang menghadirkan dua ekor Komodo dari Kebun Binatang Surabaya (KBS) untuk dipinjamkan ke iZoo, sebuah kebun binatang reptil dan amfibi terbesar di Jepang. Proses peminjaman ini bukan hanya sekadar pertukaran satwa, tetapi juga simbol diplomasi hijau yang menegaskan komitmen kedua negara dalam pelestarian keanekaragaman hayati global.
Kerja Sama yang Berlandaskan Kesepakatan Internasional
Kerja sama ini berlangsung berdasarkan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, dan Gubernur Prefektur Shizuoka, Suzuki Yasutomo. Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan RI, Ahmad Munawir, menjelaskan bahwa langkah ini adalah tindak lanjut dari komitmen bersama dalam melindungi spesies langka dan melibatkan standar internasional seperti CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).
“Dalam konteks seperti ini kita juga merujuk kepada regulasi-regulasi internasional yaitu di CITES seperti itu. Jadi, tidak hanya dalam negeri aturannya ada juga aturan internasional,” ujar Ahmad dalam acara penandatanganan MoU di Surabaya, Rabu (29/4/2026).
Tujuan Konservasi dan Edukasi
Peminjaman dua ekor Komodo selama lima tahun ini memiliki tujuan ganda. Selain untuk pergembangbiakan, kerja sama ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya konservasi satwa langka. Dalam hal ini, KBS akan menerima pinjaman satwa baru dari Negeri Matahari Terbit sebagai bentuk timbal balik.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyambut positif kolaborasi ini karena diyakini mampu meningkatkan daya tarik wisata lokal. “Saya berharap direksi KBS terus meluncurkan inovasi serupa, dengan menghadirkan satwa-satwa unik yang belum ada di Surabaya untuk menarik minat pengunjung,” ujarnya.
Peran KBS dalam Konservasi Global
KBS telah lama dikenal sebagai salah satu kebun binatang yang aktif dalam konservasi satwa langka. Dengan partisipasi dalam program peminjaman, KBS semakin memperkuat perannya sebagai pusat edukasi dan penelitian lingkungan. Kehadiran Komodo di iZoo diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperluas pengetahuan publik tentang keanekaragaman hayati.
Direktur iZoo, Tsuyoshi Shirawa, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama ini. Ia menekankan bahwa pihaknya siap memberikan perlindungan maksimal bagi satwa selama berada di Jepang, sesuai standar internasional.
Masa Depan Kolaborasi Konservasi
Kolaborasi ini membuka peluang untuk lebih banyak kerja sama serupa antara Indonesia dan negara-negara lain. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan ekosistem yang kaya, Indonesia dapat memperkuat posisi sebagai negara yang peduli terhadap lingkungan dan konservasi global.
Selain itu, kerja sama ini juga menjadi contoh bagaimana diplomasi bisa dilakukan melalui bidang lingkungan. Dengan menggabungkan kepentingan ilmiah, edukatif, dan budaya, kerja sama ini menciptakan dampak yang lebih luas daripada sekadar pertukaran satwa biasa.
Surabaya, melalui KBS, telah menunjukkan komitmennya dalam menjaga keanekaragaman hayati dan memperkuat hubungan internasional. Dengan peminjaman dua ekor Komodo ke Jepang, kota ini tidak hanya menunjukkan kekayaan alam Indonesia, tetapi juga memperkuat persahabatan antara dua negara melalui pendekatan yang saling menguntungkan.***

>

Saat ini belum ada komentar