Perayaan Idul Fitri dan Tradisi Kebersihan di Jawa Timur, Khofifah dan Emil Gelar qiyamul lail
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Perayaan Idul Fitri 2026 telah tiba, membawa semangat baru bagi masyarakat Jawa Timur. Tahun ini, berbagai tradisi dan ritual khas Lebaran terus dilestarikan, baik dalam bentuk ibadah maupun kegiatan sosial. Salah satu yang menarik perhatian adalah upaya pemerintah daerah untuk mempererat hubungan antara aparatur sipil negara (ASN) dengan masyarakat melalui berbagai acara yang mengedepankan kebersamaan dan kekeluargaan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak turut serta dalam rangkaian kegiatan tersebut. Mereka menggelar qiyamul lail Ramadhan bersama para kepala perangkat daerah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ikhtiar spiritual menjelang Idul Fitri, sekaligus memberikan kesempatan bagi ASN untuk merenungkan makna puasa dan kehidupan beragama.
Ritual Ibadah dan Penguatan Persatuan
Kegiatan qiyamul lail dipimpin oleh Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya KH. Ahmad Muzakki Al-Hafidz. Rangkaian sholat tahajud, sholat tasbih, sholat hajat, dan sujud syukur dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara gubernur dengan para pejabat daerah, yang saling memperkuat hubungan profesional dan kekeluargaan.
“Kita adakan qiyamul lail sebagai ikhtiar mengejar malam Lailatul Qadar. Bismillah, semoga apa yang kita upayakan ini berbuah berkah,” ujar Khofifah dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kebersihan dan kerja sama dalam mewujudkan suasana Lebaran yang damai dan harmonis.
Lomba Kreativitas Olahan Bandeng
Setelah pelaksanaan ibadah, acara dilanjutkan dengan lomba kreativitas olahan bandeng dari Kabupaten Gresik. Ini merupakan bagian dari upaya menyemarakkan festival bandeng, yang juga menjadi salah satu daya tarik wisata kuliner di Jawa Timur. Peserta lomba berasal dari berbagai dinas dan instansi pemerintah provinsi, yang menunjukkan kekayaan keterampilan dan inovasi dalam memanfaatkan bahan lokal.
Penilaian lomba dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPD IWAPI) Jawa Timur Susmiati Rahmawati, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Lutfil Hakim, serta pakar komunikasi Suko Widodo. Hasil penilaian menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Timur berhasil meraih juara umum pertama. Juara kedua diraih Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Biro Umum Setda Provinsi Jawa Timur, sedangkan juara ketiga diperoleh Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan DPRD) Provinsi Jawa Timur dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur.
Upaya Pemerintah dalam Meningkatkan Kualitas Hidup
Selain kegiatan religius, pemerintah Jawa Timur juga aktif dalam berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Contohnya, dalam beberapa tahun terakhir, pihak provinsi terus berupaya untuk memperluas akses layanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Program seperti Bansos Amaliyah Ramadhan dan penggratisan Trans Jatim selama dua hari pada Lebaran 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan kondisi yang nyaman dan aman bagi warga.
Tidak hanya itu, pemerintah juga gencar melakukan sosialisasi tentang kesiapan lintas sektor dalam menjaga keamanan selama masa mudik. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemacetan lalu lintas dan memastikan kelancaran arus pemudik. Bahkan, Gubernur Khofifah secara langsung mengingatkan agar ASN tidak menggunakan kendaraan dinas untuk keperluan mudik, guna menghindari pemborosan dan memprioritaskan kebutuhan masyarakat umum.
Perayaan Idul Fitri 2026 di Jawa Timur tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan. Dengan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, Lebaran kali ini diharapkan dapat menjadi awal dari perubahan positif yang lebih luas. Semangat kebersihan, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama menjadi nilai-nilai utama yang ingin diwujudkan dalam setiap perayaan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar