Wali Kota Eri Cahyadi: Penyaluran Dana CSR di Surabaya Dilakukan Secara Langsung ke Penerima Manfaat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa sistem penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) di kota tersebut dilakukan secara langsung kepada penerima manfaat, tanpa melalui rekening pemerintah kota. Hal ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan efektivitas penggunaan dana yang berasal dari sektor swasta.
“Di Surabaya tidak ada dana CSR yang masuk ke pemerintah kota,” ujar Eri Cahyadi. “Tapi langsung kepada warga, misalnya melalui program orang tua asuh. Jadi langsung dibayarkan.”
Program orang tua asuh menjadi salah satu bentuk implementasi CSR yang berfokus pada pendidikan anak dari keluarga kurang mampu. Dalam program ini, para pengusaha bertanggung jawab sepenuhnya atas biaya pendidikan anak hingga mencapai tingkat tertentu.
CSR untuk Pendidikan Anak Kurang Mampu
Eri Cahyadi menjelaskan bahwa banyak dana CSR yang dialokasikan untuk program pendidikan. Dana tersebut disalurkan langsung ke lembaga pendidikan, bukan ke Pemkot Surabaya.
“Contohnya, ketika ada 153 anak-anak yang mengikuti program, maka kita ada MoU,” jelasnya. “Sampai lulus dibiayai orang tua asuh. Uangnya kita connect-kan langsung dengan sekolah. Jadi kita masukkan ke sana.”
Program ini juga terkait dengan inisiatif 1 Keluarga 1 Sarjana. Di tahun 2024 lalu, Pemkot Surabaya menyiapkan kuota untuk 200 anak dari keluarga miskin. Mereka akan mengenyam pendidikan vokasi D3 selama tiga tahun, dengan enam semester hingga lulus dan bekerja.
Keuntungan Sistem Penyaluran Langsung
Dengan sistem penyaluran langsung, Pemkot Surabaya berupaya menghindari potensi penyalahgunaan dana CSR. Selain itu, sistem ini juga memberikan kepastian bagi penerima manfaat bahwa dana yang mereka terima benar-benar digunakan sesuai tujuan.
“Kami memilih sistem penyaluran langsung kepada penerima manfaat atau melalui pihak ketiga yang ditunjuk,” tambah Eri. “Tanpa melewati rekening pemerintah kota, CSR diberikan melalui berbagai program.”
Peran Pemerintah dalam Mengawasi CSR
Sebagai pihak penghubung, Pemerintah Kota Surabaya memastikan bahwa bantuan dari sektor swasta disalurkan secara transparan dan akuntabel. Pemkot juga membangun kerja sama dengan berbagai lembaga dan organisasi yang terlibat dalam pemberdayaan masyarakat.
Selain program pendidikan, CSR juga digunakan untuk berbagai kebutuhan lain seperti bantuan sosial, infrastruktur, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Dengan pendekatan ini, Pemkot Surabaya berharap dapat meningkatkan kualitas hidup warga khususnya yang kurang mampu.
Komentar Warga Terhadap Program CSR
Warga Surabaya menyambut baik kebijakan ini. Mereka merasa lebih nyaman karena dana CSR tidak melalui proses yang rumit dan langsung sampai ke tangan yang membutuhkan.
“Saya merasa puas karena dana CSR langsung diberikan ke saya, bukan ke pemerintah,” kata salah satu warga. “Ini membuat kami merasa dihargai dan diperhatikan.” ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar