Tanggung Jawab SPPG Purwosari Atas Dugaan Keracunan MBG dan Meminta Maaf
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Situasi krisis kesehatan yang terjadi di SMA Negeri 2 Kudus menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap program makanan bergizi gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa. Sejumlah pelajar mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing, sehingga harus menjalani perawatan di IGD rumah sakit setempat. Kejadian ini memicu respons cepat dari pihak SPPG Purwosari, yang langsung menyampaikan permintaan maaf dan komitmen untuk bertanggung jawab.
Penyebab Awal Kejadian
Peristiwa bermula ketika pihak sekolah melaporkan adanya sejumlah siswa yang mengeluhkan gangguan pencernaan. Menurut Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, laporan tersebut mencakup kasus diare dan beberapa siswa yang harus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pihak SPPG segera melakukan investigasi dan mendatangi sekolah untuk memverifikasi kondisi serta meninjau menu MBG yang dikonsumsi.
Respons SPPG Purwosari
Nasihul Umam menyampaikan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Selain itu, mereka juga berkomitmen untuk mengganti biaya pengobatan bagi siswa yang terdampak. “Kami juga membelikan obat bagi siswa yang diare dan mengganti biaya pengobatan bagi yang dirawat di IGD,” ujarnya. Selain itu, SPPG Purwosari juga menggelar audiensi dengan pihak sekolah, guru, dan perwakilan siswa untuk membahas situasi secara lebih rinci.
Proses Evaluasi dan Laboratorium
Meski telah melakukan langkah-langkah penanganan, pihak SPPG Purwosari masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dari kejadian ini. Sampai saat ini, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab keracunan, namun pihak SPPG tetap berkomitmen untuk melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Struktur Menu MBG untuk SMA
Menurut Nasihul, menu MBG untuk tingkat SMA disesuaikan dengan standar gizi yang telah ditetapkan. Untuk satu kali porsi, terdapat energi sebesar 680,4 gram, lemak 26,8 gram, protein 33,2 gram, dan karbohidrat 78,7 gram. Selain itu, menu tersebut juga dilengkapi dengan sambal kecap, berbeda dengan menu SD yang memiliki komposisi gizi yang berbeda.
Jumlah Penerima Manfaat Program MBG
Saat ini, SPPG Purwosari melayani 13 sekolah dengan total penerima manfaat sebanyak 2.173 orang, termasuk guru dan tenaga kependidikan. Hingga Kamis sore, jumlah siswa dan tenaga pendidik yang harus menjalani perawatan di tujuh rumah sakit mencapai 118 orang. Tujuh rumah sakit tersebut antara lain RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu Kudus, RS Sarkies Aisyiyah, RSI Kudus, RS Kumala Siwi, RS Kartika, dan RS Aisyiyah.
Langkah Tindak Lanjut
Pihak SPPG Purwosari menegaskan bahwa mereka akan terus melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi dan pengelolaan makanan bergizi gratis. Selain itu, mereka juga berharap masyarakat dapat bersabar dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang sedang berlangsung. Dengan demikian, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah di masa depan.
Peran Penting Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan makanan bergizi bagi siswa. Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa pengawasan dan evaluasi berkala sangat diperlukan untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan. Dengan kolaborasi antara SPPG, sekolah, dan pihak medis, diharapkan masalah serupa dapat diminimalkan.

>

Saat ini belum ada komentar