PKS Surabaya, Dari Politik Wacana ke Aksi Nyata untuk Warga Rentan
- account_circle Shinta ms
- calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surabaya resmi meluncurkan Gerakan Sayangi Rentan dan Disabilitas sebagai langkah konkret menggeser isu keadilan sosial dari sekadar wacana politik menjadi kerja nyata di tengah masyarakat.
Gerakan ini menegaskan posisi PKS sebagai partai yang ingin hadir langsung mendampingi kelompok rentan dan penyandang disabilitas di Kota Pahlawan.
Peluncuran gerakan tersebut digelar di Surabaya, Minggu (28/12/2025).
Acara ini dihadiri jajaran lengkap pimpinan PKS Kota Surabaya, mulai dari Ketua DPD PKS Kota Surabaya M. Frimainto Utomo, Sekretaris DPD Ibrahim Al Hanif, Bendahara Andriyanto, hingga Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya yang diwakili Ketua Fraksi Cahyo Siswo Utomo, Sekretaris Fraksi Aning Rahmawati, serta anggota fraksi Johari Mustawan.
Turut hadir Ketua Bidang BPRMD DPD PKS Kota Surabaya Rahmawati, jajaran pengurus, kader, komunitas pendamping disabilitas, serta perwakilan tokoh masyarakat. Kehadiran lintas elemen ini menandai bahwa gerakan tersebut dibangun sebagai ruang kolaborasi, bukan sekadar agenda internal partai.
Ketua DPD PKS Kota Surabaya, M. Frimainto Utomo, menyampaikan bahwa Gerakan Sayangi Rentan dan Disabilitas merupakan wujud keberpihakan nyata terhadap kelompok masyarakat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses di berbagai sektor kehidupan.
“Gerakan Sayangi Rentan dan Disabilitas ini kami hadirkan sebagai ikhtiar politik dan sosial PKS Kota Surabaya untuk memastikan bahwa saudara-saudara kita yang rentan dan penyandang disabilitas mendapatkan perhatian, perlindungan, serta kesempatan yang setara,” ujar M. Frimainto Utomo.
Ia menegaskan, PKS tidak ingin berhenti pada slogan atau narasi simpatik semata. Gerakan ini akan diterjemahkan melalui advokasi kebijakan, pendampingan masyarakat, serta kerja kolaboratif dengan berbagai pihak.
“Kami ingin Surabaya menjadi kota yang ramah, inklusif, dan berkeadilan. Tidak boleh ada warga yang tertinggal hanya karena keterbatasan fisik, ekonomi, atau kondisi sosialnya,” tambahnya.
Ketua DPD PKS Kota Surabaya yang akrab disapa Bung Tomo ini juga menekankan bahwa kepedulian terhadap kelompok rentan dan penyandang disabilitas merupakan panggilan kemanusiaan yang tidak bisa ditunda.
“Bagi kami, menyayangi kelompok rentan dan disabilitas bukan sekadar program, tapi soal kemanusiaan. Mereka adalah saudara kita, warga Surabaya yang punya hak yang sama untuk hidup layak, dihormati, dan dilibatkan dalam pembangunan kota,” ujar Bung Tomo.
Sementara itu, Ketua Bidang BPRMD DPD PKS Kota Surabaya, Rahmawati, menjelaskan bahwa Gerakan Sayangi Rentan dan Disabilitas akan diwujudkan melalui sejumlah program konkret. .
Mulai dari pendampingan komunitas disabilitas, edukasi publik tentang inklusivitas, hingga penguatan peran legislator PKS dalam mendorong kebijakan daerah yang berpihak pada kelompok rentan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan empati dan kepedulian bersama terhadap sesama warga kota.
“Kalau kota ini ingin maju, maka semua harus diajak berjalan bersama. Jangan sampai ada air mata yang jatuh karena merasa ditinggalkan. PKS akan terus berdiri bersama mereka yang sering belum didengar suaranya,” pungkasnya. (sms)
- Penulis: Shinta ms

>
