Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Kurs Dolar AS pada Awal Tahun 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami peningkatan pada awal tahun 2026. Pada perdagangan hari ini, Rabu (14/1/2026), rupiah dibuka menguat sebesar 0,06% ke tingkat Rp16.867 per dolar AS. Meskipun demikian, posisi rupiah masih berada di level terlemah sejak akhir April 2025.
Pengamatan dari pasar menunjukkan bahwa sentimen global memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Beberapa faktor utama yang memengaruhi antara lain perseteruan politik di AS, demonstrasi anti-pemerintah di Iran, dan konflik Rusia-Ukraina yang terus berlangsung. Perkembangan ini menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan global yang berdampak pada pergerakan rupiah.
Prediksi Pergerakan Rupiah oleh Ahli Ekonomi
Ahli ekonomi dan pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan bahwa rupiah akan bergerak fluktuatif pada hari ini namun cenderung melemah pada akhir perdagangan. Ia memprediksi bahwa rupiah akan ditutup dalam rentang antara Rp16.870 hingga Rp16.900 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah ditutup melemah sebesar 22 poin di level Rp16.877 per dolar AS.
Menurut Ibrahim, situasi politik di AS menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar. Khususnya, adanya investigasi kriminal terhadap Ketua The Fed Jerome Powell yang telah mengganggu kepercayaan investor terhadap kebijakan moneter AS. Selain itu, kebijakan Presiden Donald Trump yang akan menerapkan tarif 25% terhadap negara-negara yang berbisnis dengan Iran juga turut memengaruhi dinamika pasar.
Pengaruh Konflik Global terhadap Rupiah
Selain perkembangan di AS dan Iran, konflik Rusia-Ukraina juga turut memengaruhi pergerakan rupiah. Pasukan Ukraina baru-baru ini menyerang fasilitas minyak dan pusat ekspor Rusia, termasuk terminal Caspian Pipeline Consortium (CPC) di dekat Novorossiysk. Peristiwa ini meningkatkan ketegangan di kawasan dan berdampak pada stabilitas pasar keuangan global.
Kebijakan Dalam Negeri yang Memengaruhi Rupiah
Dari sisi dalam negeri, Ibrahim menjelaskan bahwa pasar akan mengamati beberapa langkah kebijakan yang diambil pemerintah. Salah satunya adalah keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menarik penempatan dana di bank sebesar Rp75 triliun. Namun, ia menilai bahwa kebijakan ini tidak akan memengaruhi penyaluran kredit perbankan karena likuiditas saat ini masih aman.
Likuiditas perbankan yang stabil terlihat dari tingginya nilai kredit yang sudah disetujui tetapi belum dicairkan atau undisbursed loan, yaitu sebesar Rp2,50 triliun atau 23,18% dari plafon kredit yang tersedia per November 2025.
Perbedaan Kurs Dolar AS di Berbagai Bank
Kurs jual beli dolar AS di berbagai bank swasta dan BUMN di Indonesia bervariasi. Berikut adalah informasi terkini:
Kurs Jual Beli Dolar AS di BCA
- Harga beli: Rp16.865
- Harga jual: Rp16.885 (e-rate)
- TT counter: harga beli Rp16.695 dan harga jual Rp16.995
- Bank notes: harga beli dan jual masing-masing Rp16.695 dan Rp16.995
Kurs Jual Beli Dolar AS di BRI
- E-rate: harga beli Rp16.860 dan harga jual Rp16.887
- TT counter: harga beli Rp16.770 dan harga jual Rp16.970
Kurs Jual Beli Dolar AS di Bank Mandiri
- Special rate: harga beli Rp16.855 dan harga jual Rp16.875
- TT counter: harga beli Rp16.675 dan harga jual Rp16.975
- Bank notes: harga beli Rp16.675 dan harga jual Rp16.975
Kurs Jual Beli Dolar AS di BNI
- Special rate: harga beli Rp16.861 dan harga jual Rp16.891
- TT counter: harga beli Rp16.725 dan harga jual Rp17.005
- Bank notes: harga beli Rp16.725 dan harga jual Rp17.005
Pergerakan rupiah terhadap dolar AS di awal tahun 2026 menunjukkan sedikit peningkatan, meskipun masih berada di level terlemah sejak April 2025. Sentimen global seperti konflik Rusia-Ukraina, politik di AS, dan demonstrasi di Iran turut memengaruhi dinamika pasar. Sementara itu, kebijakan dalam negeri yang stabil memberikan perlindungan bagi likuiditas perbankan. Para pelaku pasar akan terus mengamati perkembangan terkini untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

>
>
>

Saat ini belum ada komentar