Gubernur Jatim Optimis Sekolah Rakyat sebagai Solusi Percepatan Pembangunan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat (SR) menjadi salah satu bentuk pendidikan yang paling efektif dalam memutus rantai kemiskinan. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi kepala sekolah dan tenaga kependidikan SR se-Jawa Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Surabaya.
Khofifah menekankan pentingnya pengelolaan SR yang berbasis asrama agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal. Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur aktif dalam meningkatkan kompetensi para pengelola SR. Tujuannya adalah untuk memastikan kualitas pendidikan selaras dengan dinamika sosial yang terus berkembang.
Dalam momentum bimtek ini, diharapkan institusi pendidikan tersebut dapat beradaptasi dengan berbagai tantangan. Gubernur juga berharap proses pembelajaran di SR dapat menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi. Hal ini sejalan dengan visi untuk mendorong potensi anak bangsa yang unggul.
Data Penting tentang Sekolah Rakyat Jawa Timur
Jawa Timur kini memimpin sebagai provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia, mencapai 26 sekolah. Angka ini menunjukkan komitmen kuat daerah dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat. Total peserta didik di Sekolah Rakyat Jawa Timur mencapai 2.249 siswa, tersebar di berbagai jenjang pendidikan.
Jumlah siswa tersebut terbagi dalam 98 rombongan belajar (rombel), mencakup 15 rombel jenjang sekolah dasar, 35 rombel jenjang sekolah menengah pertama, dan 48 rombel jenjang sekolah menengah atas. Gubernur Khofifah melihat SR sebagai harapan besar untuk menggali dan mengembangkan potensi brilian anak-anak Jawa Timur. Fasilitas pendukung yang disediakan pemerintah diharapkan mampu mengoptimalkan proses pembelajaran.
Prestasi Siswa SR yang Menarik Perhatian Nasional
Gubernur Khofifah juga mencontohkan apresiasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terhadap penampilan siswa SR asal Jawa Timur. Apresiasi tersebut diberikan saat peresmian 166 SR se-Indonesia. Siswa-siswa SR Jawa Timur bahkan mampu menyampaikan pidato dalam berbagai bahasa, termasuk Arab dan Jepang, menunjukkan kualitas dan bakat luar biasa mereka.
Peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik SR menjadi fokus utama. Penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi kepala sekolah dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat se-Jawa Timur merupakan wujud nyata dukungan pemerintah provinsi. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka. Peningkatan kualitas tenaga pendidik sangat krusial dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inovatif.
Kolaborasi Lintas Instansi untuk Tata Kelola SR yang Optimal
Gubernur Khofifah menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam tata kelola Sekolah Rakyat. Kolaborasi antara berbagai pihak sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai tantangan yang mungkin muncul. Sinergi ini mencakup koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dindik) dan Dinas Sosial (Dinsos) di tingkat kabupaten/kota.
Apabila terjadi masalah, Gubernur menegaskan bahwa tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Penyelesaian masalah harus dicari di tingkat daerah, bukan menunggu hingga dilaporkan ke Kementerian Sosial (Kemensos). Pendekatan ini bertujuan untuk mempercepat penanganan masalah dan memastikan dukungan yang komprehensif bagi siswa dan sekolah.
Kerja sama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta lembaga terkait lainnya akan memperkuat ekosistem pendidikan SR. Dengan demikian, potensi anak-anak brilian dan berlian yang tersembunyi di Sekolah Rakyat Jawa Timur dapat terus berkembang. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen penuh untuk menjadikan SR sebagai motor penggerak perubahan sosial.***





Saat ini belum ada komentar