DPRD Surabaya Tuntut Pemkot Surabaya Tindak Lanjuti Masalah Banjir Akibat Proyek Jembatan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

DPRD Surabaya
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Komisi C DPRD Kota Surabaya menggelar rapat pembahasan terkait polemik proyek jembatan di kawasan Sukolilo Dian Regency 1, Surabaya. Rapat ini dilakukan setelah warga Keputih menyampaikan keluhan terkait banjir yang disebut sebagai dampak dari pembangunan jembatan tersebut. Hasil rapat menunjukkan kekhawatiran terhadap pelanggaran fungsi saluran dan risiko banjir yang berpotensi mengancam lingkungan sekitar.
Kecemasan Warga Terhadap Dampak Banjir
Warga Keputih mengeluhkan adanya banjir yang terjadi setelah proyek jembatan dimulai. Menurut Syahniar Herbowo, Wakil Ketua RT 08 RW 02 Keputih, peristiwa banjir baru-baru ini terjadi meskipun sebelumnya tidak pernah terjadi selama beberapa tahun. Ia menjelaskan bahwa saluran air yang sebelumnya lancar kini terganggu akibat penutupan saluran oleh pihak pengembang. Hal ini menyebabkan air meluap dan menggenangi area rumah warga, termasuk masjid yang sebelumnya tidak pernah terkena banjir.
Persyaratan Pemkot untuk Menindaklanjuti Pelanggaran
Eri Irawan, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk tegas dalam menangani pelanggaran terkait proyek jembatan. Ia menegaskan bahwa Pemkot harus menerbitkan surat peringatan kepada PT perumahan yang diduga melakukan perubahan fungsi saluran secara tidak optimal. Selain itu, DPRD juga menuntut agar pihak pengembang mematuhi aturan sewa menyewa barang milik pemerintah Kota Surabaya berupa ruang di atas bagian saluran di Jalan Bahagia 1 Keputih.
Perlu Penerapan One Gate System
Selain itu, hasil rapat juga menuntut agar sistem one gate system diterapkan secara konsisten pada perumahan Sukolilo Dian Regency. Sistem ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah banjir. Warga menolak pembangunan jembatan karena khawatir akses yang dibuka akan memungkinkan pengembang lain masuk ke perumahan tersebut. Eri Irawan menegaskan bahwa semua akses ke pengembang di sekitar perumahan harus dihindari agar tidak mengganggu kesejahteraan warga.
Percepatan Penyerahan Prasarana Umum
Rapat juga meminta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya mempercepat proses penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Jalan Bahagia I dari PT perumahan ke Pemkot Surabaya. Eri Irawan menyatakan bahwa hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Tinjauan Lokasi dan Diskusi dengan Warga
Sebelum rapat di DPRD Surabaya, Eri Irawan langsung meninjau lokasi proyek jembatan. Dalam tinjauannya, ia mendapatkan informasi bahwa proyek jembatan menutup saluran air yang sebelumnya berfungsi baik. Ini menyebabkan air mengalir ke area sekitar dan berpotensi menyebabkan banjir. Ia menekankan bahwa perlu ada solusi untuk menghentikan atau mengubah proyek jembatan agar tidak merugikan warga.
Penolakan Warga Terhadap Pembangunan Jembatan
Warga Sukolilo Dian Regency 1 Surabaya sudah sebelumnya menolak pembangunan jembatan tersebut. Mereka berkumpul dan menyatakan keresahan di dekat proyek di Jalan Bahagia 1 Keputih. Meski begitu, hingga saat ini belum ada keputusan pasti terkait penghentian proyek tersebut. Warga berharap agar Dewan dapat memberikan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah ini.
Langkah Berikutnya
DPRD Surabaya berkomitmen untuk terus memantau perkembangan proyek jembatan dan menindaklanjuti keluhan warga. Harapan besar diarahkan kepada Pemkot Surabaya untuk segera mengambil tindakan tegas dan mencari solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar