Ratusan Seniman Hadiri Parade Jaranan, Budaya Lokal yang Menggelora di Jombang
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Minggu, 7 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Budaya tradisional kembali menarik perhatian masyarakat luas melalui acara besar yang digelar di Kabupaten Jombang. Ratusan seniman dari 15 kelompok jaranan turut serta dalam Parade Jaranan, sebuah perayaan yang menggabungkan kekayaan budaya lokal dengan semangat gotong royong. Acara ini menjadi bukti bahwa seni tradisi tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang dan diterima oleh berbagai kalangan.
Peran Pemerintah dalam Pelestarian Budaya
Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang memainkan peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal. Dalam acara tersebut, Bupati Jombang Warsubi hadir langsung untuk membuka parade jaranan. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif yang dilakukan oleh Perkumpulan Kesenian Jaranan Jombang (PKJJ).
Warsubi menekankan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama. “Ini kegiatan positif yang harus dijaga. Kita melestarikan budaya bangsa sekaligus memperkuat kebersamaan,” ujarnya. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa parade jaranan akan menjadi agenda tetap dalam Jombang Fest, sebuah festival tahunan yang bertujuan untuk mempromosikan budaya dan pariwisata daerah.
Aksi Seniman yang Memukau
Parade jaranan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bentuk ekspresi seni yang penuh makna. Dari pagi hari, rute parade mulai dari halaman belakang Kantor Pemkab Jombang Jalan Wahid Hasyim menuju kawasan Sentra Wisata Kuliner Jalan KH Dahlan dipadati warga.
Ratusan pemain kuda kepang, topeng barong, bantengan hingga reog tampil memukau. Musik pengiring yang khas, diiringi suara cambuk atau cemeti, menciptakan suasana yang dinamis dan penuh semangat. Aksi para seniman ini tidak hanya menarik perhatian orang dewasa, tetapi juga membuat anak-anak tertarik untuk ikut serta.
Partisipasi Masyarakat yang Luas
Ketua PKJJ, Joko Fattah Rochim, menjelaskan bahwa ada 15 grup jaranan yang ikut ambil bagian dari total anggota 18 grup dalam organisasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa partisipasi masyarakat sangat luar biasa, baik dari kalangan tua maupun muda.
“Kami bersyukur, pemerintah memberi ruang bagi para pelaku seni jaranan untuk tampil setiap tahun. Ini bentuk apresiasi yang sangat berarti,” ujar Fattah. Ia menambahkan bahwa acara ini juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk belajar dan mengenal lebih dekat seni tradisional.
Perspektif Generasi Muda
Debby, seorang remaja SMK swasta di Jombang, mengungkapkan kekagumannya terhadap aksi seni jaranan. Baginya, acara ini merupakan pengalaman baru yang menarik.
“Ternyata bagus juga seni jaranan, tarian dan gerakannya dinamis. Selama ini saya hanya mendengar namanya saja, tidak pernah melihat secara langsung,” katanya.
Tantangan dan Peluang
Meskipun acara ini berhasil menarik antusiasme masyarakat, masih ada tantangan dalam pelestarian seni tradisional. Salah satunya adalah kurangnya minat generasi muda terhadap budaya lokal. Namun, dengan adanya event seperti Parade Jaranan, diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi mereka untuk lebih mengenal dan merawat warisan budaya bangsa.
Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, seni jaranan di Jombang terus hidup dan berkembang. Acara ini menjadi contoh nyata bahwa budaya lokal bisa tetap relevan di tengah perkembangan zaman. ***

>

Saat ini belum ada komentar