Kemendagri Periksa Bupati Aceh Selatan Mirwan Akibat Umroh Saat Bencana
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 8 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Aceh Selatan, Mirwan, setelah diketahui ia pergi beribadah umrah saat warganya sedang menghadapi bencana.
Pergiannya Mirwan ke Tanah Suci mendapat kritikan yang luas dari masyarakat. Bahkan Presiden Prabowo melalui bahasa yang penuh sindiran, meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk mengangkat Mirwan dari posisinya. Prabowo membandingkannya dengan tentara yang melarikan diri dari tugasnya.
Pemeriksaan terhadap Bupati Aceh Selatan direncanakan akan dilaksanakan di Aceh. Namun, pihak Kementerian Dalam Negeri masih menunggu konfirmasi kehadiran Mirwan.
“Menurut jadwal, pihaknya telah diundang untuk memberikan keterangan hari ini. Kami masih menunggu data dari tim penyidik di Aceh,” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benny Irwan saat dihubungi, Senin (8/12).
Benny mengatakan, tim pemeriksa telah tiba di Aceh sejak Sabtu (6/12). Rencananya, pemeriksaan terhadap Mirwan akan dilaksanakan hari ini, pukul 17.00 WIB.
“Bupati Aceh Selatan (jadwal klarifikasi dalam undangan pukul 14.00, terkonfirmasi baru tiba di Banda Aceh sore hari, sehingga permintaan keterangan diubah menjadi pukul 17.00 WIB),” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kritik tajam kepada para kepala daerah yang dianggap tidak siap menghadapi kondisi darurat di wilayah masing-masing.
Pesan itu disampaikan di tengah perhatian terhadap Bupati Aceh Selatan, Mirwan, yang diduga melakukan perjalanan umrah tanpa izin saat wilayahnya sedang mengalami bencana.
Pada rapat penanganan bencana yang diadakan di Banda Aceh, pada malam Minggu (7/12), Prabowo memulai arahannya dengan menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran para kepala daerah.
Ia menekankan bahwa para bupati memang dipilih guna menghadapi kondisi-kondisi sulit, khususnya ketika terjadi bencana.
“Terima kasih. Apakah semua bupati hadir? Terima kasih, para bupati. Kalian yang terus berjuang demi rakyat. Memang kalian dipilih untuk menghadapi tantangan,” tegas Prabowo.
Prabowo juga menyampaikan kritik terhadap para kepala daerah yang meninggalkan wilayahnya saat terjadi bencana.
Ia meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian agar memberikan sanksi tegas kepada bupati yang tidak berada di lokasi saat rakyat memerlukan kehadirannya.
“Jika ada yang ingin lari, biarkan saja, tidak apa-apa hehe. Copot. Menteri Dalam Negeri bisa, ini diproses?” tegas Prabowo.
“Boleh, Pak,” jawab Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Prabowo mengatakan, di dunia militer, tindakan meninggalkan tugas saat situasi kritis disebut sebagai pelarian. Ia menekankan bahwa hal tersebut sama sekali tidak boleh diterima.
“Itu disebut sebagai pemberontakan jika seorang tentara. Dalam keadaan bahaya, meninggalkan bawahan, itu tidak bisa dilakukan. Saya tidak ingin menanyakan partai apa. Sudah kau berhentikan?” ujarnya. ***

>

Saat ini belum ada komentar