Kasus Arogan di Makassar: Diduga Menghina, Oknum Dosen UIM Makasar Meludahi Kasir Swalayan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sab, 27 Des 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Seorang pria diduga melakukan tindakan tidak pantas dengan meludahi kasir perempuan di sebuah toko swalayan. Peristiwa ini memicu reaksi keras dari masyarakat dan berujung pada pelaporan ke pihak berwajib.
Aksi yang Terekam dan Viral di Media Sosial
Video yang merekam aksi tersebut cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang pria mengenakan baju hitam tampak marah kepada kasir perempuan. Ia kemudian meludahi korban, yang diketahui bernama N (21 tahun). Kejadian ini terjadi karena dugaan pelaku tidak terima ditegur saat menyerobot antrean pembayaran.
Aksi tersebut memicu kemarahan publik. Banyak netizen menyampaikan kekecewaan terhadap tindakan yang dianggap merendahkan martabat korban. Mereka menilai perilaku tersebut tidak sesuai dengan norma kesopanan dan etika.
Pelaku Diduga adalah Oknum Dosen Universitas Islam Makassar
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria dalam video tersebut diduga merupakan oknum dosen dari Universitas Islam Makassar (UIM). Identitasnya disebut sebagai AS, yang diketahui bekerja di Fakultas Pertanian. Lokasi kejadian berada di sebuah swalayan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, pada Rabu (24/12/2025).
Sekretaris UIM Makassar, Muammar, mengonfirmasi bahwa pelaku memang merupakan dosen kampus tersebut. Namun, pihak universitas belum memberikan pernyataan resmi. Hal ini dilakukan karena AS masih akan dimintai klarifikasi oleh internal universitas.
“Nanti kami akan menyampaikan rilis resmi setelah yang bersangkutan disidangkan. Pasti akan disidangkan,” ujar Muammar.
Laporan ke Pihak Berwajib
Korban, N, telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tamalanrea. Laporan tersebut dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Sangkala. Menurutnya, laporan tersebut sedang dalam tahap melengkapi administrasi.
“Laporannya sudah kami terima dan saat ini masih dalam tahap melengkapi administrasi,” kata Sangkala.
Iptu Sangkala juga menjelaskan bahwa laporan tersebut mengarah pada dugaan tindak pidana penghinaan. “Laporan mengarah pada dugaan penghinaan, itu pasal yang paling mendekati,” tambahnya.
Reaksi Masyarakat Terhadap Perilaku Arogan
Publik secara luas mengecam tindakan pelaku. Banyak yang menilai bahwa tindakan tersebut tidak hanya melanggar norma kesopanan, tetapi juga mencerminkan sikap arogan dan tidak berperikemanusiaan.
Beberapa komentar di media sosial menunjukkan kekecewaan terhadap oknum dosen yang dianggap tidak menjaga etika sebagai pendidik.
Penegakan Hukum dan Proses Hukum yang Akan Berlangsung
Pihak kepolisian mengklaim bahwa proses hukum akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Korban berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum, sementara pelaku akan diperiksa lebih lanjut.
Selain itu, pihak kampus juga akan menindaklanjuti masalah ini secara internal. Meskipun belum ada pernyataan resmi, kemungkinan besar UIM akan mengambil langkah tegas jika terbukti melanggar aturan.
Pentingnya Etika dan Tanggung Jawab sebagai Pendidik
Peristiwa ini menyoroti pentingnya etika dan tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh para pendidik. Seorang dosen diharapkan menjadi contoh yang baik bagi mahasiswa dan masyarakat umumnya.
Tindakan yang dilakukan oleh pelaku jelas bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan dan kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, penegakan hukum dan proses internal di kampus menjadi hal yang sangat penting untuk menegaskan bahwa tindakan tidak pantas tidak akan ditoleransi. ***





Saat ini belum ada komentar