Pemkot Surabaya Percepat Pembangunan Infrastruktur Pengendalian Banjir

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sedang mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir. Upaya ini dilakukan untuk menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang mulai terjadi sejak awal November 2025. Salah satu langkah utama adalah pengerjaan drainase dan pembangunan rumah pompa yang dilakukan selama 24 jam.

Proyek Besar yang Masih Dikerjakan

Syamsul Hariadi, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, menjelaskan bahwa proyek-proyek besar seperti rumah pompa dan box culvert masih dalam proses pengerjaan. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar pekerjaan yang belum rampung adalah proyek berskala besar.

“Pekerjaan rumah pompa dan box culvert besar, itu yang rata-rata belum selesai. Yang kecil-kecil insya Allah sudah 70 persen selesai. Dan nanti 90 persen selesai di akhir November ini,” ujar Syamsul.

Lokasi Pembangunan Rumah Pompa

Saat ini, ada lima titik lokasi pembangunan rumah pompa yang sedang berjalan. Lokasi tersebut antara lain:

Selain itu, pembangunan drainase juga sedang berlangsung di kawasan diversi Gunungsari dan Babat Jerawat.

Strategi Percepatan Pekerjaan

Untuk mempercepat proses pengerjaan, kontraktor diminta mengerjakan proyek dari dua arah sekaligus. Contohnya, di diversi Gunungsari, pekerjaan dilaksanakan dari dua sisi yaitu Kulon (barat) dan Wetan (timur), sehingga bisa ketemu di tengah.

Selain itu, kontraktor juga diminta menambah jam kerja dan tenaga di lapangan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat penyelesaian proyek.

Penambahan Tenaga dan Material

Syamsul menekankan pentingnya tambahan tenaga dan material dalam proses pengerjaan. Ia menyatakan bahwa upaya percepatan dilakukan dari dua sisi, yaitu dengan lembur dan penambahan sumber daya.

Pengawasan oleh Konsultan Proyek

Selain percepatan pengerjaan, Syamsul juga meminta adanya peningkatan pengawasan oleh konsultan proyek. Ia menyampaikan bahwa akan diadakan rapat untuk memberikan target per minggu dan evaluasi oleh konsultan pengawas.

“Mudah-mudahan pertengahan Desember itu sudah bisa selesai,” ujarnya.

Alasan Percepatan

Percepatan pembangunan dilakukan karena kondisi cuaca ekstrem yang mulai terjadi di awal November. Syamsul menjelaskan bahwa biasanya hujan mulai dari rintik-rintik, namun kali ini langsung hujan deras mulai jam 2 siang hingga 7 malam. (sms)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *