Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » FORUM OPINI » Menjelang Berakhirnya Pemerintahan Jokowi Sang Raja Jawa

Menjelang Berakhirnya Pemerintahan Jokowi Sang Raja Jawa

  • account_circle Arie Khauripan
  • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Saiful Huda Ems.

DIAGRAMKOTA.COM – Orang baik itu seperti matahari, air dan udara, semua orang pasti membutuhkannya. Namun orang yang dianggap baik kenyataannya tidak selalu sama, kadang memang benar-benar baik, kadangpula malah sebaliknya, jahat, rakus, tamak.

Setau saya, Jokowi selama ini baru dianggap sebagai orang baik, dan anggapan itu berarti persepsi dari masing-masing orang. Bagi orang yang tajam penglihatannya (pikirannya), anggapan orang bahwa Jokowi itu orang baik adalah kekeliruan besar.

Fakta menunjukkan, di masa kepemimpinan Jokowi, KPK hanya menjadi alat pemukul lawan-lawan politiknya. DPR hanya menjadi pendengung suaranya. Pajak untuk rakyat semakin banyak dan besar, disaat ekonomi rakyat mengalami penurunan drastis. Daya beli masyarakat semakin menurun, akibatnya banyak pedagang di pasar-pasar tradisional mengeluh karena sepinya pembeli.

Hutang negara melonjak gila-gilaan, korupsi besar semakin menjadi-jadi dan para pelakunya terlihat banyak yang dilindungi, atau kalau toh dihukum, hukumannya sangat ringan. Perjudian online semakin marak, korbannya kebanyakan rakyat kecil yang putus asa karena beban ekonomi, hingga berfantasi menjadi orang kaya mendadak dengan berjudi online.

Aksi perusakan lingkungan terlihat ada di mana-mana dengan berbagai modusnya, mulai dari penggalian tanah untuk kegiatan usaha pertambangan, pembabatan hutan untuk ditanami ketela atau jagung dll. sebagai sarana mewujudkan ketahanan pangan, untuk perumahan dll.

Dunia pendidikan kacau balau hingga banyak orang yang lebih memilih melanjutkan studi ke luar negeri daripada di negeri sendiri, yang selain mahal biayanya juga mutunya sangat jauh dengan tempat-tempat pendidikan di luar negeri.

Meskipun demikian dengan dunia usaha, upah kaum buruh sangat minim bahkan lebih rendah dari harga makanan binatang peliharaan para pengusaha.

Orang-orang miskin yang ingin mencari pekerjaan di pabrik-pabrik, belum juga mulai bekerja sudah banyak yang ditarik pungutan jutaan rupiah. Penegakan hukum juga kacau balau, orang-orang yang bersalah banyak yang dibebaskan, sebaliknya orang-orang yang tak bersalah malah banyak yang dihukum.

Banyak orang-orang yang hidup dalam kemiskinan ekstrim, hingga mantan bintang sinetronpun sampai ada yang tinggal di bekas kandang kambing. Orang-orang melarat banyak yang terjebak di pinjaman online yang akhirnya meneror hidup mereka, sampai pada akhirnya mereka banyak yang bunuh diri.

Di sisi lain keluarga Jokowi pamer hidup bermewah-mewahan, plesiran menggunakan private jet dan shoppingnya di Amerika. Mau jadi Wakil Presiden dengan caranya yang sangat mudah, ambil jalan pintas menggunakan palu hakim pamannya yang ada di MK. Ada lagi yang bermain di perizinan tambang dengan melanggar aturan, namun KPK tak berdaya untuk memeriksanya.

Kalau sudah saya ungkap sebegini terang benderangnya siapa Jokowi dan keluarganya, masihkah kalian menganggap Jokowi sebagai orang baik?

Lebih gelinya lagi ketika orang-orang seperti kami sudah peras otak untuk menjelaskan keadaan sebenarnya dari Pemerintahan Jokowi, kamipun masih kalian anggap sebagai pembenci Jokowi.

Jokowi ini cepat atau lambat akan segera tumbang juga, entah melalui aksi masa ataupun melalui kesadaran masif Rakyat Indonesia yang sudah mulai mengerti betapa Jokowi sudah mulai jauh berubah, lupa diri lupa tanggung jawab moralnya sebagai Presiden Indonesia yang dahulu kita dukung bersama. (dk/SHE).

*Penulis:Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan Analis Politik.

  • Penulis: Arie Khauripan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengguna YouTube Bisa Buat Recap 2025 untuk Mengetahui Kebiasaan Menonton

    Pengguna YouTube Bisa Buat Recap 2025 untuk Mengetahui Kebiasaan Menonton

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 174
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – YouTube kembali meluncurkan fitur baru yang menarik perhatian pengguna. Tahun ini, platform video terbesar di dunia merilis YouTube Recap 2025, sebuah fitur yang memberikan gambaran lengkap tentang kebiasaan menonton pengguna sepanjang tahun. Fitur ini berbeda dari versi sebelumnya, karena kali ini tidak hanya mencakup data musik, tetapi juga konten non-musik seperti video pendek dan […]

  • Pembentukan Koperasi Merah Putih di Desa Nglurup, Menuju Ekonomi Desa yang Lebih Kuat

    Pembentukan Koperasi Merah Putih di Desa Nglurup, Menuju Ekonomi Desa yang Lebih Kuat

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 305
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung  melaksanakan musyawarah desa khusus untuk pembentukan Koperasi Merah Putih, sebuah program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Acara ini digelar di Balai Desa setempat pada Kamis (22/5/2025) dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Desa Nglurup, Suji, serta Camat Kecamatan Sendang, Novi. Dalam sambutannya, Kepala […]

  • Tempat Glamping Terbaik Untuk Staycation Anti-mainstream

    Tempat Glamping Terbaik Untuk Staycation Anti-mainstream

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 393
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tempat glamping terbaik untuk staycation anti-mainstream Staycation Anti-Mainstream? Jelajahi Pesona Glamping Tersembunyi Ini! Bosan dengan staycation di hotel yang itu-itu saja? Ingin merasakan pengalaman menginap yang unik dan tak terlupakan tanpa harus jauh-jauh dari kota? Glamping, singkatan dari glamorous camping, menawarkan solusi sempurna untuk liburan anti-mainstream yang tetap nyaman dan mewah. Lupakan tenda […]

  • GUS ELHAM Elham Yahya

    Latar Belakang dan Peran Gus Elham Yahya, Dai Kediri yang Viral Cium Anak Kecil

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 444
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Gus Elham Yahya, yang memiliki nama lengkap Mohammad Elham Yahya Luqman, adalah seorang pendakwah muda asal Kediri. Ia lahir pada 8 Juli 2001 dan tumbuh di lingkungan pesantren di Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kediri, Jawa Timur. Lingkungan tersebut dikenal sebagai basis pendidikan agama dengan tradisi keilmuan yang kuat. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan […]

  • Bentuk Kepedulian Pada Penyandang Difabel, Nasdem Surabaya Berikan Pelatihan

    Bentuk Kepedulian Pada Penyandang Difabel, Nasdem Surabaya Berikan Pelatihan

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 223
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – DPD Partai NasDem Surabaya bersama Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) mengadakan pelatihan sol sepatu dan sandal untuk puluhan difabel pada Selasa (3/12/2024). Bertempat di kantor DPD Partai NasDem, Jalan Ratna, Surabaya, selain bentuk kepedulian, pelatihan ini dilakukan untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Surabaya, Anas Yusuf, menegaskan bahwa […]

  • Sidang Kasus Korupsi BPPD Sidoarjo: Gus Muhdlor Tak Pernah Perintahkan Pemotongan Insentif ASN

    Sidang Kasus Korupsi BPPD Sidoarjo: Gus Muhdlor Tak Pernah Perintahkan Pemotongan Insentif ASN

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Adis
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Diagramkota.com – Mantan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor), disebut tidak pernah memerintahkan pemotongan insentif ASN Sidoarjo dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pemotongan insentif ASN Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPPD) Sidoarjo. Hal ini terungkap dalam persidangan yang berlangsung pada Senin (7/10/2024) di Pengadilan Tipikor PN Surabaya.   Jaksa Penuntut Umum (JPU) […]

expand_less